Pemkot Semarang Siapkan Penanganan Jangka Pendek-Panjang Terkait Dampak Jebolnya Tanggul Kali Plumbon
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 20 Mei 2026
- visibility 28

Foto: Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng saat meninjau lokasi tanggul jebol (Sumber: Pemprov Jateng)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul Kali Plumbon, Mangkang. Terkait hal ini, pihaknya bersama pihak terkait menyiapkan langkah-langkah penanganan pascabencana.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, penanganan tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Setelah itu, baru dilanjutkan pembangunan dan penguatan infrastruktur tanggul sungai dan relokasi.
“Penanganan sementara nomor satu yang terdampak, layanan dasarnya terselesaikan,” kata Agustina, Selasa (18/5/2026).
Dalam penanganan banjir di wilayah Kali Plumbon, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.
Agustina menyebutkan, penanganan awal yang dilakukan Pemkot Semarang dan BNPB yakni terus memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan layanan kesehatan yang layak, dan bahan pangan yang mencukupi untuk sehari-hari.
“Yang kedua layanan kesehatan diperbaiki. Ini teman-teman puskesmas setempat, berikan layanan kesehatan. Kemudian, untuk pangan, saya kira cukup berlebih. Bantuan luar biasa banyak. Kemudian untuk hunian, kita selesaikan sesegera mungkin.”
Setelah meninjau lokasi tanggul, Pemkot Semarang bersama pihak terkait menggelar rapat terbatas. BNPB menjelaskan, titik-titik tanggul yang jebol sudah ditutup, sehingga selanjutnya akan dilakukan penanganan secara permanen.
“Lubang sudah ditutup, setelah ini akan ditangani secara permanen. Mudah-mudahan ini bisa dilebarkan dan ke depan kejadian ini tidak terulang lagi di tempat yang sama,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.
Pihaknya juga membenarkan bahwa Pemkot bersama BNPB akan melakukan relokasi dengan menyiapkan hunian sementara, lalu dilanjutkan pembangunan hunian tetap. Hal ini dilakukan agar warga bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan nyaman.
“Nah, hunian tetap ini masyarakat tidak bisa lagi tinggal di tempat semula karena kalau tinggal di tempat semula nanti terkena bencana lagi,” lanjut dia.
Sepanjang 2026, sebanyak 18 titik tanggul Sungai Plumbon jebol. Terakhir kali, tanggul jebol pada Jumat (15/5/2026) hingga menyebabkan sejumlah rumah warga Mangkang, Kecamatan Tugu, tergenang air. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

