Pasar Dugderan Diupayakan Dapat Status Warisan Budaya
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7

Foto: Pasar Dugderan Diupayakan Dapat Status Warisan Budaya (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Gelaran Pasar Dugderan bakal diupayakan mendapatkan status sebagai warisan budaya. Pasalnya, festival ini sudah menjadi tradisi tahunan di Kota Semarang sejak masa kolonial Belanda dalam menyambut bulan Ramadan.
Hal ini turut diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, pelaksanaan Pasar Dugderan tidak hanya sebatas hiburan semata, melainkan upaya melestarikan nilai sejarah dan identitas daerah.
“Ini adalah tradisi yang dilakukan sejak zaman Belanda masih menjajah Indonesia. Tahun ini kita buat lebih ramai, dengan tema, teknik, kita pakai baju-baju jadul. Mungkin tahun depan temanya apa lagi, yang menarik,” kata Agustina saat menghadiri Pasar Dugderan 2026, Minggu (8/2/2026).
“Sekarang kita sedang berjuang, Pasar Dugderan ini menjadi bagian dari Warisan Budaya Indonesia. Doakan ya, kalau ini menjadi warisan budaya, siapa pun wali kotanya itu wajib mengadakan pasar Dugderan,” lanjut dia.
Tahun 2026, Pasar Dugderan digelar selama sepuluh hari hinggi 16 Februari 2026 di Kawasan Alun-alun Masjid Agung Kauman dan Jalan Ki Narto Sabdo Kota Semarang. Banyak pelaku UMKM turut meramaikan festival ini, mulai dari mainan tradisional hingga kuliner.
Dengan melibatkan pasar UMKM, gelaran ini diharapkan bisa menjadi roda penggerak perekonomian lokal. Diketahui, terdapat lebih dari 240 pedagang yang berjualan di Pasar Dugderan, namun pihaknya membatasi sebanyak 500 pedagang agar tetap tertib.
“Alun-alun kita pakai maksimal sebagai ruang publik. Dugderan harus menjadi panggung rakyat. Semua yang ingin jualan silakan, yang penting tertib dan pelaku usaha kecil jadi prioritas utama,” imbuhnya.
“Mudah-mudahan tetap ramai hingga tanggal 16. Nanti akan kita akhiri dengan arak-arakan Dugderan dari Balai Kota Semarang ke Masjid Kauman,” imbuhnya.
Pasar Dugderan setiap tahun diadakan dan diperkirakan bisa menciptakan perputaran ekonomi mencapai Rp500 juta-Rp600 juta. Harapannya, tahun ini, gelaran Pasar Dugderan semakin diminati masyarakat, sekaligus memancing animo pariwisata.
“Harapannya, tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

