Agustina Dorong Mahasiswa Sebarluaskan Literasi tentang Koperasi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 10

Foto: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong insan intelektual, termasuk mahasiswa, agar ikut berperan dalam meningkatkan literasi perkoperasian di tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan Agustina saat menghadiri agenda Gerakan Literasi Perkoperasian bertajuk ‘Arah Baru Generasi Muda Peduli Koperasi’ di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Senin (18/5/2026).
Menurutnya, literasi perkoperasian dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan program strategis Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Kami siap menjadi pionir dan memohon kolaborasi dengan Unnes agar hasil insersi koperasi dari kampus bisa kami terapkan di pemerintahan,” ujar Wali Kota Agustina.
Harapannya, peran generasi muda bisa menuntun KDMP ke arah yang lebih baik, serta memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat di Indonesia. Selain itu, senantiasa mendorong kesejahteraan ekonomi warga lokal.
“Saya percaya ruang yang disiapkan di kota Semarang akan mampu melahirkan generasi muda yang memimpin arah baru koperasi Indonesia, dan kita rawat kebersamaan ini dari kampus menuju maysarakat, dari pengetahuan menuju kebermanfaatan,” kata Agustina.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa bisa menjadi jembatan informasi bagi warga desa mengenai program strategis pusat tersebut.
“Seharusnya sumber daya desa dikelola oleh warga desa sendiri yang kesejahteraannya kembali ke desa. Koperasi ini adalah instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi agar pertumbuhan 8% tidak hanya dinikmati konglomerat,” ujar Farida saat menghadiri acara.
Sebagai informasi, KDMP akan menjalankan enam unit usaha dasar, termasuk gerai sembako, klinik, apotek, dan unit perkreditan mikro. Pemerintah pusat juga akan membuka rekrutmen manajer profesional dengan kriteria kompetensi kognitif dan emosional yang tinggi.
“Kita sedang mendesain sumber daya terbaik untuk dihadirkan di desa agar terjadi transfer pengetahuan kepada warga setempat,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, menekankan pentingnya revitalisasi peran koperasi sebagai entitas bisnis yang berbasis kekeluargaan. Menurutnya, prinsip kekeluargaan sering kali disalahartikan, sehingga mengaburkan profesionalisme.
“Harus dikembalikan bahwa koperasi didirikan sebagai bisnis. Jangan sampai atas nama keluarga, utang tidak dibayar dan yang menagih pun merasa tidak enak,” tegas Rektor. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

