Heboh Video Pegawai SPPG di Brebes Makan Pecahan Kaca Lampu, Pihak Pengelola Beri Tanggapan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8

Foto: Heboh Video Pegawai SPPG Makan Pecahan Kaca Lampu (Sumber: Instagram)
Brebes, Kabarjatengterkini.com – Heboh pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggunan, Kabupaten Brebes, melakukan aksi debus dengan memakan pecahan lampu neon.
Aksi ini turut direkam, bahkan sempat beredar di media sosial dengan narasi yang dinilai menyudutkan.
Menanggapi hal tersebut, Mitra SPPG Kubangsari menyampaikan bahwa video tersebut memang direkam oleh karyawannya. Meski demikian, video itu sudah dipotong dan diedit, kemudian disematkan narasi yang berpotensi mengundang kontroversi.
“Itu memang relawan SPPG sini. Aslinya bukan seperti itu. Video yang viral sudah dipotong dan diedit. Kemudian diberi narasi negatif yang menimbulkan kebencian,” kata perwakilan mitra SPPG, Umar, Kamis (11/6/2026), dikutip Detik.
Diketahui, pegawai yang muncul di video itu bernama Alfajar yang bertugas di distribusi makanan, kemudian direkam oleh asisten lapangan (aslap) SPPG Kubangsari, Dheny. Alfajar sendiri sebelumnya pernah bekerja sebagai pesulap dan penampil debus.
Video asli berdurasi 58 detik, berisi aksi debus dan sulap, kemudian diunggah ke Instagram resmi SPPG dengan lagu tarling pantura. Namun, kemudian diubah latar belakang musiknya menjadi lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ yang sempat viral.
“Asli orang sini, cuma dulu kerja sebagai pemain debus dan sulap keliling. Kemudian berhenti setelah bergabung menjadi relawan,” terang Dheny.
“Sebenarnya ada adegan sulap, tapi dipotong. Kemudian diberi narasi negatif yang menyudutkan SPPG. Lagunya juga sudah beda, karena aslinya lagu khas tarling pantura,” ujar dia lagi.
Menurutnya, rekannya tersebut beraksi debus dan sulap untuk memberikan hiburan pada relawan lainnya.
“Jadi tidak betul video ini untuk menakuti pihak lain. Ini murni hiburan setelah selesai kerja,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

