Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
  • visibility 96

Kabarjatengterkini.com— Kelalaian dalam mengawasi anak kembali memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan di Thailand. Sedikitnya delapan orang biksu dilaporkan tewas setelah ditabrak oleh sebuah mobil bak terbuka (pick-up) yang dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki yang baru berusia 11 tahun.

Insiden maut ini terjadi di Provinsi Mukdahan, wilayah timur laut Thailand, dan langsung memicu gelombang duka sekaligus kecaman dari publik.

Niat suci puluhan biksu yang tengah melakukan perjalanan spiritual keagamaan (dhutanga) tersebut seketika berubah menjadi jerit tangis dan kepanikan di pinggir jalan. Keberadaan anak di bawah umur di balik kemudi kendaraan roda empat sekali lagi menyoroti lemahnya pengawasan orang tua terhadap keselamatan jalan raya.

Kronologi Insiden Maut di Wilayah Mueang

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Peristiwa mengerikan ini berlangsung di salah satu ruas jalan utama di wilayah Mueang, Provinsi Mukdahan.

Saat itu, kondisi lalu lintas sebenarnya relatif normal sebelum mobil bak terbuka yang melaju tak terkendali mengubah situasi menjadi ladang pembantaian.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh otoritas keamanan, kecelakaan bermula saat sekelompok biksu yang terdiri atas 34 orang sedang berjalan kaki beriringan secara tertib di bahu jalan.

Mereka diketahui tengah melakukan perjalanan ziarah jarak jauh. Rombongan religius ini berjalan kaki dari Provinsi Mukdahan dengan tujuan akhir ke Provinsi Ubon Ratchathani untuk menghadiri ritual keagamaan.

Namun, di tengah perjalanan, mobil bak terbuka yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam barisan para biksu tersebut dari arah belakang tanpa sempat melakukan pengereman yang berarti. Benturan keras itu membuat tubuh para korban terlempar beberapa meter ke aspal dan area rumput di pinggir jalan.

Data Korban: Lima Tewas di Tempat, Tujuh Kritis

Otoritas keamanan dan tim medis setempat melaporkan bahwa dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal. Lima orang biksu ditemukan tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera kepala berat dan trauma hantaman keras yang mereka derita.

Sementara itu, tiga biksu lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan darurat menuju rumah sakit terdekat.

Selain delapan korban tewas, tim medis mencatat ada tujuh biksu yang kini dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif (ICU) akibat luka berat dan patah tulang. Di sisi lain, 20 biksu lainnya dilaporkan selamat, meskipun mereka harus mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka ringan, lecet, serta mengalami syok berat (trauma psikologis) setelah menyaksikan rekan-rekan mereka tergilas kendaraan.

Kronologi Nekat: Bocah Ambil Kunci Mobil Tanpa Izin

Penyebab di balik kecelakaan ini membuat publik Thailand menggeleng-geleng kepala sekaligus geram. Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, pengemudi mobil bak terbuka tersebut ternyata adalah seorang anak di bawah umur yang sama sekali belum layak—baik secara hukum, psikologis, maupun fisik—untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Bocah berusia 11 tahun tersebut diketahui sengaja memanfaatkan kelengahan orang tuanya untuk membawa kabur mobil bak terbuka milik ayahnya dari rumah tanpa izin. Anak tersebut kemudian mengendarai mobil itu sendirian ke arah kota. Diduga karena belum memiliki kemampuan mengontrol kendaraan dalam kecepatan tinggi, bocah tersebut kehilangan kendali penuh atas setir mobil sebelum akhirnya menghantam rombongan biksu yang sedang berjalan kaki.

Suasana Evakuasi yang Mencekam

Seorang polisi lalu lintas setempat yang melintas sesaat setelah kejadian menggambarkan betapa mencekamnya situasi pasca-tabrakan. Ia melihat tubuh para biksu yang jubahnya bernoda darah tergeletak berserakan di jalanan, sementara warga sekitar dan pengendara lain mulai berkerumun mencoba memberikan pertolongan pertama dengan alat seadanya. Isak tangis dari para biksu yang selamat terdengar memecah keheningan siang itu.

Melihat situasi darurat dan skala kecelakaan yang begitu besar, petugas tersebut langsung bergerak cepat menghubungi markas kepolisian setempat, pihak rumah sakit regional, serta mengerahkan regu penyelamat (rescue) berskala besar untuk mempercepat proses evakuasi para korban ke pusat layanan kesehatan terdekat. Ambulans hilir mudik menyalakan sirine di sepanjang jalur Mueang guna menyelamatkan nyawa korban yang masih tersisa.

Hukum Menanti: Fokus Penyelidikan pada Kelalaian Orang Tua

Pihak kepolisian Thailand menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden maut ini. Mengingat pelaku utama masih berusia 11 tahun dan dilindungi oleh undang-undang peradilan anak, fokus pemeriksaan kini juga diarahkan tajam pada tanggung jawab moral dan hukum orang tua bocah tersebut.

Orang tua pelaku dinilai melakukan kelalaian fatal karena tidak menyimpan kunci kendaraan di tempat yang aman, sehingga membiarkan anak di bawah umur dengan mudah menguasai kendaraan roda empat di jalan raya yang ramai. Di bawah hukum Thailand, orang tua dapat menghadapi tuntutan pidana atau perdata jika terbukti membiarkan anak mereka melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain.

Tragedi ini memicu kembali perdebatan nasional di Thailand mengenai penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat serta pentingnya kampanye kesadaran bagi para orang tua agar tidak sekali-kali mengizinkan anak di bawah umur menyentuh kemudi kendaraan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perundungan atau bullying di institusi pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak mental dan fisik korban, namun juga berdampak pada moral masyarakat. Menanggapi isu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng menggalakkan program Pondok Pesantren Ramah Anak. Program tersebut juga didukung oleh United Nations Children’s […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Petani Jateng Bisa Ajukan Asuransi Gagal Panen Jika Berisiko Terdampak Banjir

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Petani di Jawa Tengah diminta untuk mengajukan asuransi gagal panen jika lahan pertaniannya berisiko terdampak banjir. Pengajuan bisa disampaikan ke pemerintah kabupaten, kemudian dilanjutkan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng. Hal tersebut merupakan arahan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk melindungi petani dari risiko alam yang disebabkan cuaca ekstrem di wilayah […]

  • ketahanan pangan jateng

    Pemprov Kolaborasi dengan Swasta untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 185
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan pihak swasta untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Hal ini juga dilakukan guna memudahkan masyarakat dalam mengakses produk pangan berkualitas. Kali ini, PT HM Sampoerna Tbk melalui Sampoerna Retail Community (SRC) digandeng sebagai mitra distribusi pangan. Kolaborasi ini juga melibatkan Perum Bulog dan Asosiasi Pedagang Pasar […]

  • fosil

    Penemuan Fosil Paus Purba Janjucetus dullardi Ungkap Evolusi Paus 25 Juta Tahun Lalu

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penemuan fosil paus purba berusia sekitar 25 juta tahun di pantai Australia membuka wawasan baru tentang evolusi paus yang awalnya bukanlah raksasa laut lembut seperti yang kita kenal sekarang. Spesies baru ini dinamai Janjucetus dullardi, seekor paus kecil namun buas yang menunjukkan bentuk adaptasi dan gaya hidup predator laut purba yang unik. Fosil […]

  • kpk

    KPK Bongkar Sisi Gelap Koruptor: 81% Uang Korupsi Dipakai Manjakan Sugar Baby!

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kasus korupsi di Indonesia kini tidak hanya berkutat pada angka kerugian negara yang fantastis, tetapi juga mulai menyingkap sisi gelap gaya hidup pelakunya. Fakta terbaru yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa aliran dana hasil korupsi kini merambah ke ranah personal yang lebih luas, termasuk membiayai gaya hidup mewah para wanita simpanan […]

  • korban

    KAI Tanggung Seluruh Biaya Korban Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur: 6 Meninggal, 80 Luka-Luka

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Dunia transportasi tanah air berduka. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengonfirmasi terjadinya kecelakaan hebat yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden memilukan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan puluhan orang mengalami luka-luka. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, data resmi […]

expand_less