Pemprov Jateng Ungkap 3 Poin Utama untuk Dorong Pembangunan Daerah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8

Foto: Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memaparkan konsep Trisula Pembangunan untuk mendorong pembangunan daerah. Hal itu terdiri dari peningkatan kualitas SDM, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan penurunan kemiskinan.
Konsep ini dinilai mampu melahirkan program pembangunan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Ketiga poin utama tersebut juga ditopang dengan tata kelola pemerintahan dan perencanaan pembangunan yang konsisten.
Penjelasan tentang Trisula Pembangunan itu disampaikan pada penilaian tahap III ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026. Luthfi mengaku optimistis menghadapi penilaian tahap III PPD 2026, setelah berhasil masuk tiga besar nasional.
“Kita tetap optimistis. Ini memberikan semangat dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Tengah,” kata Luthfi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Adapun beberapa program Pemprov Jateng di sektor peningkatan SDM di antaranya program Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan. Sejak 2025, program tersebut telah menjangkau lebih dari 128 ribu sasaran.
Sementara, dalam penanganan kemiskinan, intervensi dilakukan mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan rumah, peningkatan keterampilan, hingga memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.
“Misalnya mengentaskan kemiskinan, mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan menjadi prioritas utama,” terang Luthfi.
Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun, sedangkan selama semester tahun 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah sudah mencapai Rp59,94 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada semester I 2026 tercatat sebesar 5,80 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan tercatat 9,21 persen dan tingkat pengangguran terbuka 4,3 persen. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

