Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 120 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 120 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
  • visibility 20

Kabarjatengterkini.com– Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami gejala yang diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (1/9/2026).

Sedikitnya 120 santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah lantaran proses evakuasi terus dilakukan hingga malam hari.

Informasi yang dihimpun, para santri sebelumnya mengikuti aktivitas seperti biasa di lingkungan pondok pesantren. Setelah melaksanakan salat zuhur, mereka kemudian mulai mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program MBG.

Namun, beberapa jam berselang, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak seperti biasanya. Gejala mulai dirasakan ketika memasuki waktu salat asar.

Kondisi tersebut kemudian semakin mengkhawatirkan setelah magrib. Para santri yang mengalami keluhan kesehatan mulai dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 120 santri telah dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

Rinciannya, 80 santri menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo, 19 santri di RS Siti Hajar, 12 santri di RS Delta Surya, dan 9 santri di RS Pusura Gelam.

Jumlah tersebut masih merupakan data sementara. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap santri lain yang mengalami keluhan serupa.

Puluhan Ambulans Keluar-Masuk Ponpes

Situasi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam sempat dipenuhi aktivitas evakuasi. Puluhan ambulans terlihat keluar-masuk kawasan pesantren untuk membawa santri yang membutuhkan penanganan medis.

Para santri yang mengalami gejala kemudian mendapatkan pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit. Petugas medis juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi masing-masing korban untuk menentukan penanganan lebih lanjut.

Di tengah situasi tersebut, suasana di sekitar pondok pesantren menjadi ramai. Sejumlah orang tua dan wali santri berdatangan dan berkumpul di luar gerbang pesantren.

Mereka menunggu informasi mengenai kondisi anak-anak mereka yang sedang menjalani pemeriksaan maupun perawatan di rumah sakit.

Kekhawatiran para wali santri semakin meningkat lantaran jumlah santri yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan terus bertambah.

Pesantren Dijaga Personel TNI

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam mendapat penjagaan dari personel TNI. Pengamanan dilakukan ketika proses evakuasi dan penanganan para santri masih berlangsung.

Penjagaan tersebut juga dilakukan untuk membantu mengatur situasi di sekitar pesantren yang dipadati ambulans serta keluarga santri.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penelusuran mengenai kejadian yang menyebabkan ratusan santri mengalami gejala kesehatan secara bersamaan.

Makanan yang dikonsumsi para santri diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa makanan MBG tersebut menjadi penyebab keracunan.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk terhadap sampel makanan, kondisi kesehatan para santri, serta faktor lain yang mungkin berkaitan dengan munculnya gejala secara bersamaan.

Penyebab Keracunan Masih Diselidiki

Kasus dugaan keracunan makanan di lingkungan pesantren ini menjadi perhatian karena melibatkan jumlah santri yang cukup besar.

Petugas terkait perlu melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan pangan yang dikonsumsi para santri dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

Selain itu, kondisi para santri yang mendapatkan perawatan juga akan menjadi bahan untuk mengetahui apakah gejala yang dialami memiliki pola yang sama dan berkaitan dengan konsumsi makanan tertentu.

Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi dan penanganan medis terhadap santri masih berlangsung. Data jumlah korban juga masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Pihak berwenang diharapkan segera memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kondisi para santri serta hasil pemeriksaan terhadap makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam aspek keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Masyarakat kini menantikan hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah kejadian di Pondok Pesantren Manbaul Hikam benar-benar berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain yang menjadi penyebab para santri mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Desalinasi Air Bersih Dibangun di Kawasan Pesisir Pantura

    6 Desalinasi Air Bersih Dibangun di Kawasan Pesisir Pantura

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak enam desalinasi air bersih telah dibangun di kawasan pesisir pantai utara (Pantura) Jawa Tengah. Titik-titik tersebut tersebar di beberapa daerah, yakni Pati, Demak, Pekalongan, dan Brebes. Adapun program bantuan desalinasi air bersih dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah dan corporate social responsibility (CSR). “Ada tiga titik bantuan […]

  • Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Seorang pengemudi di Sleman nyaris dihajar warga usai menabram seorang pria diduga debt collector. Awalnya, pengemudi mobil berinisial S (31) bersama wanita berinisial SK (39) tengah makan di rumah makan Padang Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Senin (7/7/2025). Namun saat hendak pergi, mereka didatangi pria diduga debt collector. “Saat hendak meninggalkan lokasi, […]

  • kasus

    TNI Telusuri Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Janji Transparansi dan Profesionalisme

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut menelusuri kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang sempat menggegerkan publik. Langkah ini diambil untuk menanggapi opini yang berkembang di masyarakat yang mengaitkan institusi TNI dengan insiden tersebut. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa TNI telah melakukan […]

  • garmin

    Garmin Indonesia dan Divers Clean Action Bersinergi dalam Ocean Clean Up di Kepulauan Seribu

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com– Garmin Indonesia bersama Divers Clean Action (DCA) resmi menginisiasi kegiatan Ocean Clean Up sebagai bentuk nyata komitmen terhadap keberlanjutan ekosistem laut Indonesia. Program ini tidak hanya fokus pada pembersihan sampah di garis pantai, tetapi juga menyasar sampah yang tersembunyi di dasar laut, yang selama ini sulit terjangkau dan menjadi ancaman besar bagi biota […]

  • bnpb

    BNPB Sebut 103 Selamat dan 49 Hilang dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al-Khoziny

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memberikan informasi terbaru terkait perkembangan pencarian korban pasca ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Sabtu (4/10/2025), Suharyanto menyebutkan bahwa total 118 orang telah ditemukan, dengan rincian 103 orang selamat, 14 meninggal, dan 49 lainnya masih […]

  • pesantren

    Pesantren di Jawa Tengah Diharapkan Bisa Sediakan Layanan Kesehatan untuk Santri

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Pesantren di Jawa Tengah diharapkan bisa menyediakan layanan kesehatan untuk para santri. Layanan kesehatan tersebut bisa berupa klinik atau lainnya. Hal ini disampaikan oleh Taj Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo XVII, Cabang Kabupaten Tegal baru-baru ini. Menurutnya, layanan kesehatan di pesantren dibutuhkan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan […]

expand_less