Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » 5 Jenis Attachment Style dan Dampaknya pada Hubungan

5 Jenis Attachment Style dan Dampaknya pada Hubungan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
  • visibility 583

Kabarjatengterkini.com– Attachment style atau gaya keterikatan adalah pola perilaku dan cara seseorang berinteraksi dalam hubungan emosional, terutama dalam konteks hubungan romantis dan persahabatan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog John Bowlby dan dikembangkan oleh Mary Ainsworth. Memahami attachment style sangat penting karena dapat memengaruhi cara kita membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Artikel ini akan mengulas 5 jenis attachment style utama serta dampaknya pada hubungan.

Apa itu Attachment Style?

Attachment style terbentuk sejak masa kanak-kanak berdasarkan interaksi dengan pengasuh utama, seperti orang tua atau wali. Pola ini kemudian terbawa hingga dewasa dan memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan interpersonal. Attachment style berperan dalam menentukan bagaimana seseorang merasakan keamanan, kepercayaan, dan cara menghadapi konflik dalam hubungan.

5 Jenis Attachment Style

  1. Secure Attachment (Keterikatan Aman)
    Orang dengan gaya keterikatan ini merasa nyaman dengan kedekatan dan keintiman. Mereka mudah mempercayai pasangan dan mampu mengekspresikan kebutuhan serta emosi secara sehat. Mereka juga mampu mandiri tanpa merasa takut ditinggalkan. Individu dengan secure attachment biasanya memiliki hubungan yang stabil, harmonis, dan penuh pengertian.
  2. Anxious-Preoccupied Attachment (Keterikatan Cemas-Tergantung)
    Orang dengan gaya ini cenderung merasa khawatir akan ditinggalkan dan sering membutuhkan kepastian dari pasangan. Mereka bisa menjadi sangat bergantung secara emosional dan mudah merasa cemas jika pasangannya tidak segera membalas pesan atau tidak menunjukkan perhatian. Dampaknya, hubungan bisa terasa penuh ketegangan dan tidak stabil karena rasa takut kehilangan terus menghantui.
  3. Dismissive-Avoidant Attachment (Keterikatan Menghindar)
    Individu dengan gaya ini cenderung menghindari kedekatan emosional dan lebih mandiri secara berlebihan. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan keintiman dan sulit membuka diri. Dalam hubungan, mereka sering terlihat dingin atau acuh tak acuh, yang dapat menyebabkan jarak emosional dengan pasangan.
  4. Fearful-Avoidant Attachment (Keterikatan Takut-Menghindar)
    Gaya ini merupakan kombinasi antara keinginan untuk dekat dengan orang lain dan ketakutan akan penolakan atau rasa sakit. Individu dengan fearful-avoidant attachment sering bingung antara mendekat dan menjauh. Mereka bisa menunjukkan perilaku kontradiktif, seperti sangat ingin dicintai tetapi sulit mempercayai pasangan, sehingga hubungan mereka sering penuh drama dan ketidakpastian.
  5. Disorganized Attachment (Keterikatan Tidak Teratur)
    Attachment style ini biasanya muncul akibat pengalaman traumatis atau pengabaian di masa kecil. Orang dengan gaya ini cenderung memiliki pola perilaku yang tidak konsisten dalam hubungan, kadang sangat ingin dekat tapi juga takut dan bingung dengan emosi sendiri. Mereka berisiko mengalami masalah besar dalam membangun kepercayaan dan stabilitas hubungan.

Dampak Attachment Style pada Hubungan

  1. Kualitas Komunikasi
    Attachment style memengaruhi cara seseorang berkomunikasi. Misalnya, mereka yang memiliki secure attachment lebih terbuka dan jujur dalam menyampaikan perasaan, sementara yang anxious atau avoidant cenderung sulit mengungkapkan kebutuhan secara jelas sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
  2. Kepercayaan dan Rasa Aman
    Orang dengan secure attachment merasa nyaman dan percaya dengan pasangannya, sehingga lebih mudah membangun hubungan yang sehat. Sebaliknya, mereka yang memiliki anxious atau fearful attachment cenderung merasa tidak aman, yang dapat menimbulkan konflik dan rasa curiga berlebihan.
  3. Penanganan Konflik
    Attachment style juga menentukan cara seseorang menghadapi konflik. Individu dengan secure attachment cenderung menyelesaikan masalah dengan diskusi terbuka, sedangkan avoidant mungkin menghindar dan anxious bisa menjadi terlalu emosional atau menuntut perhatian berlebihan.
  4. Kemandirian dan Ketergantungan
    Attachment style yang sehat (secure) memungkinkan seseorang untuk mandiri sekaligus dekat dengan pasangan. Namun, gaya anxious membuat seseorang terlalu bergantung, dan avoidant justru terlalu menutup diri sehingga hubungan bisa menjadi tidak seimbang.
  5. Kemungkinan Bertahan dalam Hubungan
    Pasangan dengan attachment style yang saling kompatibel, terutama yang secure, biasanya memiliki peluang lebih besar untuk bertahan lama. Sebaliknya, perbedaan gaya attachment yang ekstrem bisa menimbulkan gesekan terus-menerus dan meningkatkan risiko putus.

Cara Mengelola Attachment Style untuk Hubungan yang Sehat

Meskipun gaya keterikatan terbentuk sejak masa kanak-kanak, pola ini bukanlah sesuatu yang tetap dan tidak bisa berubah. Berikut beberapa cara untuk mengelola attachment style:

  • Kesadaran Diri
    Mengetahui dan memahami gaya attachment diri sendiri adalah langkah pertama. Dengan kesadaran ini, seseorang bisa lebih bijak dalam menghadapi dinamika hubungan.
  • Terapi dan Konseling
    Terapi psikologis seperti terapi kognitif atau terapi pasangan dapat membantu mengatasi pola keterikatan yang tidak sehat.
  • Komunikasi Terbuka
    Berlatih komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan sangat penting untuk memperkuat hubungan dan mengurangi kecemasan.
  • Membangun Kepercayaan
    Melakukan hal-hal kecil yang konsisten dapat membantu membangun rasa aman dan kepercayaan dalam hubungan.
  • Memberi Ruang dan Mandiri
    Menyeimbangkan kebutuhan akan kedekatan dengan ruang pribadi membantu menjaga hubungan tetap sehat.

Attachment style memainkan peran penting dalam dinamika hubungan interpersonal, terutama hubungan romantis. Memahami lima jenis attachment style—secure, anxious-preoccupied, dismissive-avoidant, fearful-avoidant, dan disorganized—memberikan wawasan yang berharga untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis.

Dengan mengenali dan mengelola gaya keterikatan, seseorang dapat meningkatkan kualitas komunikasi, membangun kepercayaan, dan menghadapi konflik dengan cara yang konstruktif. Pada akhirnya, pemahaman tentang attachment style dapat membantu menciptakan hubungan yang penuh cinta, pengertian, dan stabilitas.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor Unsoed dan 2 Wakilnya Kena OTT KPK Dugaan Suap Seleksi Mahasiswa Baru

    Rektor Unsoed dan 2 Wakilnya Kena OTT KPK Dugaan Suap Seleksi Mahasiswa Baru

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Rektor Universitas Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, terlibat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini berkaitan dengan dugaan suap pada proses seleksi mahasiswa baru di kampus tersebut. “Diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut,” kata juru bicara (jubir) KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026), dikutip Detik. OTT KPK dilakukan pada Kamis (20/8/2026) […]

  • Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar/semarangkota

    Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya mengkampanyekan kanal Lapor Semar Solusi AWP kepada masyarakat. Dengan menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Undip, Pemkot Semarang meluncurkan kampanye agresif dengan tagar provokatif #ngadudilaporsemar guna mendongkrak awareness dan partisipasi publik. Plt. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Drs. Yudi Hardianto Wibowo mengatakan bahwa melalui kampanye tersebut, diharapkan layanan Lapor […]

  • Heboh Foto Pocong Resahkan Warga Purbalingga, Polisi: Hasil Editan Anak-anak

    Heboh Foto Pocong Resahkan Warga Purbalingga, Polisi: Hasil Editan Anak-anak

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Purbalingga, Kabarjatengterkini.com – Heboh isu pocong berkeliaran di media sosial yang meresahkan warga Purbalingga, salah satunya di Desa Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga. Setelah ditelusuri, ternyata isu tersebut merupakan hoaks. Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, menyebutkan bahwa foto penampakan pocong yang tersebar di media sosial itu merupakan hasil editan. Foto tersebut diduga direkayasa oleh anak […]

  • pati

    Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tuntut KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bupati Sudewo

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Ratusan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggeruduk Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin pagi (1/9/2025). Aksi tersebut dipimpin oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMBP). Mereka menuntut agar KPK segera menangkap Bupati Pati, Sudewo, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalur […]

  • kolaborasi

    Telkomsel Kolaborasi dengan TikTok dan GoPay Luncurkan SIMPATI TikTok: Dorong Kreativitas dan UMKM Digital

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Dalam langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperluas inklusi digital di Indonesia, Telkomsel resmi meluncurkan kartu perdana edisi khusus bernama SIMPATI TikTok, hasil kolaborasi dengan TikTok dan GoPay. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung kreativitas masyarakat, kreator konten, serta pelaku UMKM dalam memanfaatkan konektivitas digital secara optimal. Melalui peluncuran produk ini, Telkomsel […]

  • tanda

    5 Tanda Gula Darah Tinggi yang Bisa Muncul Saat Bangun Tidur

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Memulai hari dengan tubuh yang sehat adalah impian setiap orang. Namun, bagi sebagian orang, bangun tidur bisa menjadi tanda peringatan bahwa ada masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, seperti kadar gula darah yang tinggi. Gula darah tinggi, atau hiperglikemia, adalah kondisi yang seringkali terjadi pada penderita diabetes, namun juga bisa muncul pada orang yang tidak […]

expand_less