Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » 5 Jenis Attachment Style dan Dampaknya pada Hubungan

5 Jenis Attachment Style dan Dampaknya pada Hubungan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
  • visibility 474

Kabarjatengterkini.comAttachment style atau gaya keterikatan adalah pola perilaku dan cara seseorang berinteraksi dalam hubungan emosional, terutama dalam konteks hubungan romantis dan persahabatan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog John Bowlby dan dikembangkan oleh Mary Ainsworth. Memahami attachment style sangat penting karena dapat memengaruhi cara kita membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Artikel ini akan mengulas 5 jenis attachment style utama serta dampaknya pada hubungan.

Apa itu Attachment Style?

Attachment style terbentuk sejak masa kanak-kanak berdasarkan interaksi dengan pengasuh utama, seperti orang tua atau wali. Pola ini kemudian terbawa hingga dewasa dan memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan interpersonal. Attachment style berperan dalam menentukan bagaimana seseorang merasakan keamanan, kepercayaan, dan cara menghadapi konflik dalam hubungan.

5 Jenis Attachment Style

  1. Secure Attachment (Keterikatan Aman)
    Orang dengan gaya keterikatan ini merasa nyaman dengan kedekatan dan keintiman. Mereka mudah mempercayai pasangan dan mampu mengekspresikan kebutuhan serta emosi secara sehat. Mereka juga mampu mandiri tanpa merasa takut ditinggalkan. Individu dengan secure attachment biasanya memiliki hubungan yang stabil, harmonis, dan penuh pengertian.
  2. Anxious-Preoccupied Attachment (Keterikatan Cemas-Tergantung)
    Orang dengan gaya ini cenderung merasa khawatir akan ditinggalkan dan sering membutuhkan kepastian dari pasangan. Mereka bisa menjadi sangat bergantung secara emosional dan mudah merasa cemas jika pasangannya tidak segera membalas pesan atau tidak menunjukkan perhatian. Dampaknya, hubungan bisa terasa penuh ketegangan dan tidak stabil karena rasa takut kehilangan terus menghantui.
  3. Dismissive-Avoidant Attachment (Keterikatan Menghindar)
    Individu dengan gaya ini cenderung menghindari kedekatan emosional dan lebih mandiri secara berlebihan. Mereka mungkin merasa tidak nyaman dengan keintiman dan sulit membuka diri. Dalam hubungan, mereka sering terlihat dingin atau acuh tak acuh, yang dapat menyebabkan jarak emosional dengan pasangan.
  4. Fearful-Avoidant Attachment (Keterikatan Takut-Menghindar)
    Gaya ini merupakan kombinasi antara keinginan untuk dekat dengan orang lain dan ketakutan akan penolakan atau rasa sakit. Individu dengan fearful-avoidant attachment sering bingung antara mendekat dan menjauh. Mereka bisa menunjukkan perilaku kontradiktif, seperti sangat ingin dicintai tetapi sulit mempercayai pasangan, sehingga hubungan mereka sering penuh drama dan ketidakpastian.
  5. Disorganized Attachment (Keterikatan Tidak Teratur)
    Attachment style ini biasanya muncul akibat pengalaman traumatis atau pengabaian di masa kecil. Orang dengan gaya ini cenderung memiliki pola perilaku yang tidak konsisten dalam hubungan, kadang sangat ingin dekat tapi juga takut dan bingung dengan emosi sendiri. Mereka berisiko mengalami masalah besar dalam membangun kepercayaan dan stabilitas hubungan.

Dampak Attachment Style pada Hubungan

  1. Kualitas Komunikasi
    Attachment style memengaruhi cara seseorang berkomunikasi. Misalnya, mereka yang memiliki secure attachment lebih terbuka dan jujur dalam menyampaikan perasaan, sementara yang anxious atau avoidant cenderung sulit mengungkapkan kebutuhan secara jelas sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
  2. Kepercayaan dan Rasa Aman
    Orang dengan secure attachment merasa nyaman dan percaya dengan pasangannya, sehingga lebih mudah membangun hubungan yang sehat. Sebaliknya, mereka yang memiliki anxious atau fearful attachment cenderung merasa tidak aman, yang dapat menimbulkan konflik dan rasa curiga berlebihan.
  3. Penanganan Konflik
    Attachment style juga menentukan cara seseorang menghadapi konflik. Individu dengan secure attachment cenderung menyelesaikan masalah dengan diskusi terbuka, sedangkan avoidant mungkin menghindar dan anxious bisa menjadi terlalu emosional atau menuntut perhatian berlebihan.
  4. Kemandirian dan Ketergantungan
    Attachment style yang sehat (secure) memungkinkan seseorang untuk mandiri sekaligus dekat dengan pasangan. Namun, gaya anxious membuat seseorang terlalu bergantung, dan avoidant justru terlalu menutup diri sehingga hubungan bisa menjadi tidak seimbang.
  5. Kemungkinan Bertahan dalam Hubungan
    Pasangan dengan attachment style yang saling kompatibel, terutama yang secure, biasanya memiliki peluang lebih besar untuk bertahan lama. Sebaliknya, perbedaan gaya attachment yang ekstrem bisa menimbulkan gesekan terus-menerus dan meningkatkan risiko putus.

Cara Mengelola Attachment Style untuk Hubungan yang Sehat

Meskipun gaya keterikatan terbentuk sejak masa kanak-kanak, pola ini bukanlah sesuatu yang tetap dan tidak bisa berubah. Berikut beberapa cara untuk mengelola attachment style:

  • Kesadaran Diri
    Mengetahui dan memahami gaya attachment diri sendiri adalah langkah pertama. Dengan kesadaran ini, seseorang bisa lebih bijak dalam menghadapi dinamika hubungan.
  • Terapi dan Konseling
    Terapi psikologis seperti terapi kognitif atau terapi pasangan dapat membantu mengatasi pola keterikatan yang tidak sehat.
  • Komunikasi Terbuka
    Berlatih komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan sangat penting untuk memperkuat hubungan dan mengurangi kecemasan.
  • Membangun Kepercayaan
    Melakukan hal-hal kecil yang konsisten dapat membantu membangun rasa aman dan kepercayaan dalam hubungan.
  • Memberi Ruang dan Mandiri
    Menyeimbangkan kebutuhan akan kedekatan dengan ruang pribadi membantu menjaga hubungan tetap sehat.

Attachment style memainkan peran penting dalam dinamika hubungan interpersonal, terutama hubungan romantis. Memahami lima jenis attachment style—secure, anxious-preoccupied, dismissive-avoidant, fearful-avoidant, dan disorganized—memberikan wawasan yang berharga untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis.

Dengan mengenali dan mengelola gaya keterikatan, seseorang dapat meningkatkan kualitas komunikasi, membangun kepercayaan, dan menghadapi konflik dengan cara yang konstruktif. Pada akhirnya, pemahaman tentang attachment style dapat membantu menciptakan hubungan yang penuh cinta, pengertian, dan stabilitas.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

    Pajak Kendaraan Listrik Masih Dikaji, Pemprov Lebih Dulu Mantapkan Raperdanya

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penerapan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk kendaraan listrik masih dilakukan pembahasan. Pembahasan tersebut bakal dilakukan oleh Pemprov bersama dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah. Hal ini turut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menyiapkan peraturan daerah (Perda) terkait pajak daerah dan […]

  • Ajang PADI 2025 di Temanggung Kumpulkan Transaksi Hingga Rp6,377 Miliar

    Ajang PADI 2025 di Temanggung Kumpulkan Transaksi Hingga Rp6,377 Miliar

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Temanggung, Kabarjatengterkini.com – Ajang Pekan Agro Inovasi dan Digitalisasi (PADI) 2025 di Kabupaten Temanggung berhasil mengumpulkan pengunjung sebanyak 133.444 orang dengan transaksi senilai Rp6,377 miliar sejak digelar pada 18 Juli hingga 22 Juli 2025. Ketua Panitia PADI 2025, Shofyan Adi Cahyono menyampaikan bahwa gelaran PADI 2025 diikuti oleh 186 stan dari stakeholder, UMKM, institusi pemerintah, […]

  • 5.000 Desa Ditargetkan Jadi Desa Ekspor Guna Dukung Pemerataan Ekonomi

    5.000 Desa Ditargetkan Jadi Desa Ekspor Guna Dukung Pemerataan Ekonomi

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 5.000 desa di seluruh Indonesia ditargetkan menjadi Desa Ekspor untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional. Adapun komoditas-komoditas yang diekspor perdana meliputi kopi, kemiri, ikan, hingga kentang. “Kita punya program Desa Ekspor. Target kita insyaallah ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah banyak melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, […]

  • 4 Daerah di Jateng Bakal Jadi Percontohan Program Tanam 1 Panen 4 Kali

    Program Tanam 1 Panen 4 Kali Bakal Diuji Coba di 4 Daerah Jateng

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 141
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Empat daerah di Jawa Tengah akan menjadi tempat percontohan program budidaya padi Tanam 1 Panen 4 Kali (T1P4K). Di antaranya di Kendal, Sragen, Banjarnegara, dan satunya antara Banyumas atau Cilacap. Program T1P4K tersebut diperkenalkan oleh delegasi Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin). Sebelumnya, program itu telah diuji coba di Jawa Barat […]

  • jateng

    Tim Penggerak PKK Jateng Aktif Edukasi Guna Cegah Kekerasan Seksual dan Bullying

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Tim Penggerak PKK aktif melakukan edukasi mengenai pencegahan pernikahaan dini hingga kekerasan seksual dan perundungan. Edukasi ini disebarluaskan melalui program Pandu Cinta. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyebutkan bahwa program Pandu Cinta diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying). […]

  • pati

    Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Makin Banyak Santri Berani Bersuara, Korban Kini Jadi 3

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PATI, Kabarjatengterkini.com – Kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus bergulir. Pihak kepolisian mengungkapkan adanya fakta baru yang cukup mengejutkan. Jumlah santriwati yang menjadi korban kebejatan oknum pimpinan ponpes, Kiai Ashari, kini resmi bertambah. Jika sebelumnya hanya ada satu orang korban yang […]

expand_less