Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 93 Warga Gaza Tewas Ditembak Saat Antre Bantuan, PBB: Tragedi Kemanusiaan Terus Berulang

93 Warga Gaza Tewas Ditembak Saat Antre Bantuan, PBB: Tragedi Kemanusiaan Terus Berulang

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 230

Kabarjatengterkini.com – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Jalur Gaza. Sebanyak 93 warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel saat mereka tengah mengantre bantuan kemanusiaan, Minggu (20/7). Insiden memilukan ini terjadi di berbagai titik distribusi bantuan, menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza.

Juru bicara badan tersebut, Mahmud Basal, mengatakan bahwa penembakan berlangsung di beberapa wilayah, termasuk di Gaza utara, Rafah, dan Khan Yunis. Dari total korban tewas, 80 orang ditembak di wilayah utara Gaza, 9 orang tewas di dekat Rafah, dan 4 lainnya gugur di sekitar Khan Yunis.

“Warga sipil yang tengah mengantre makanan menjadi sasaran tembakan brutal,” ujar Mahmud Basal dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP.

Militer Israel Bantah Laporan, Klaim Beri Tembakan Peringatan

Menanggapi laporan tersebut, pihak militer Israel membantah jumlah korban yang disebutkan Badan Pertahanan Sipil Gaza. Mereka mengklaim bahwa pasukan di lapangan hanya melepaskan tembakan peringatan terhadap kerumunan yang dinilai “berpotensi membahayakan”.

Namun, kesaksian dari berbagai sumber di lokasi, termasuk lembaga internasional, justru menunjukkan kondisi yang jauh berbeda.

Konvoi Bantuan WFP Juga Jadi Sasaran Tembakan

World Food Programme (WFP), lembaga pangan milik PBB, melaporkan bahwa konvoi bantuan yang terdiri dari 25 truk pembawa makanan diserang saat melintasi wilayah perbatasan menuju Gaza. Konvoi tersebut membawa bantuan vital untuk warga sipil yang kelaparan akibat blokade dan konflik yang berkepanjangan.

“Konvoi bertemu dengan kerumunan warga sipil yang kelaparan dan langsung menjadi sasaran tembakan,” tulis pernyataan WFP.

Sejak akhir Mei 2025, lebih dari 800 warga Palestina dilaporkan tewas di lokasi distribusi bantuan, menurut data yang dikumpulkan oleh PBB. Ironisnya, kematian ini seolah telah menjadi “kejadian biasa” di tengah penderitaan panjang rakyat Palestina.

Saksi Mata: “Mereka Menembak Seperti Memburu Binatang”

Kondisi tragis yang terjadi di lapangan dikuatkan oleh kesaksian Qasem Abu Khater, warga Gaza City berusia 36 tahun. Ia menjadi saksi mata bagaimana pasukan Israel menembaki warga yang hanya ingin mendapatkan makanan.

“Karena kelangkaan makanan, warga menyerbu pusat bantuan. Tapi saat kami berdesak-desakan, mereka mulai menembak. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana tank-tank menembakkan peluru secara acak ke arah kami,” kata Qasem dengan suara bergetar.

Ia juga menyebut penembak jitu Israel melepaskan tembakan dari jarak jauh, menargetkan warga sipil seperti sedang berburu hewan.

“Puluhan orang gugur di depan mata saya. Tak satu pun bisa diselamatkan. Kami hanya ingin makanan,” tambahnya.

Gaza di Ambang Kehancuran Kemanusiaan

Situasi di Gaza semakin mengkhawatirkan. Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 38.000 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu, jutaan lainnya terpaksa mengungsi, kehilangan tempat tinggal, dan hidup dalam kekurangan.

Blokade terhadap pasokan makanan, air bersih, listrik, dan obat-obatan membuat krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Bantuan dari dunia internasional pun sulit masuk karena pembatasan akses yang diberlakukan Israel.

PBB menyebut kelaparan ekstrem kini terjadi di berbagai wilayah Gaza. Banyak anak-anak menderita gizi buruk akut, sementara fasilitas kesehatan tidak lagi mampu melayani jumlah korban yang terus bertambah setiap harinya.

Seruan Internasional untuk Gencatan Senjata

Tragedi terbaru ini kembali memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan, LSM internasional, dan sejumlah negara. Mereka mendesak gencatan senjata segera serta akses tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pernyataan sebelumnya, menyebut Gaza sebagai “kuburan anak-anak” dan mendesak masyarakat internasional untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan warga sipil.

Penembakan terhadap warga Palestina yang tengah antre bantuan di Gaza bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga cermin dari kegagalan komunitas global untuk menghentikan kekerasan yang terus berlangsung. Dengan lebih dari 90 orang tewas hanya dalam satu hari, suara dunia untuk gencatan senjata permanen dan penghentian blokade Gaza semakin mendesak.

Selama dunia hanya mengutuk tanpa tindakan nyata, korban dari kekerasan ini akan terus bertambah, dan kemanusiaan akan terus terluka.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produk Fashion Desainer Lokal Diharapkan Tembus Pasar Global

    Produk Fashion Desainer Lokal Diharapkan Tembus Pasar Global

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 209
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Produk busana dari desainer lokal diharapkan naik kelas hingga tembus pasar global. Dalam upaya tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng turut mendorong adanya pendampingan kepada para pelaku bisnis dan pengrajin. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, pendampingan tersebut bisa dengan memfasilitasi pameran produk dan gelaran berbagai […]

  • SPPG Sebelah Kandang Babi di Sragen Bakal Direlokasi, Terindikasi Melanggar SOP

    SPPG Sebelah Kandang Babi di Sragen Bakal Direlokasi, Terindikasi Melanggar SOP

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banaran, Sambungmacan, Sragen, diputuskan relokasi. Dapur MBG tersebut dipindahkan ke lokasi lain karena terindikasi menyalahi SOP dari Badan Gizi Nasional (BGN). Adapun bentuk pelanggaran SOP tersebut bahwasanya SPPG tidak boleh didirikan berdekatan dengan area peternakan hewan. Namun, pihak pemilik tetap melakukan pembangunan meski tahu lokasi tersebut bersebelahan dengan […]

  • Tips Menyeduh Kopi Jadi Lebih Sehat

    Tips Menyeduh Kopi Jadi Lebih Sehat

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Kopi merupakan salah satu minuman favorit banyak orang. Meski demikian, minuman ini sering kali disalahpahami karena dianggap tidak baik bagi kesehatan lambung dan menjadi penyebab insomnia. Namun, perlu diketahui bahwa banyak ahli kesehatan yang meyakini bahwa kopi juga merupakan salah satu yang paling sehat jika diseduh dan dinikmati dengan cara yang benar. Lantas, bagaimana cara […]

  • Pemkot Semarang Percepat Penguatan Tanggul dengan Sandbag dan Pemasangan Trucuk Bambu

    Pemkot Semarang Percepat Penguatan Tanggul dengan Sandbag dan Pemasangan Trucuk Bambu

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempercepat penguatan tanggul di sejumlah wilayah yang dianggap kritis. Adapun fokus utamanya di Rowosari, Sampangan, Mayangsari, hingga di kawasan Perumahan Dinar Indah, Meteseh. Penguatan tanggul dilakukan tak hanya dengan pemasangan sandbag, namun juga trucuk bambu untuk menguatkan struktur. Di Perumahan Dinar Indah, penguatan tanggul dilakukan di sepanjang 30 […]

  • 600 Orang dari Kelompok Rentan Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng

    600 Orang dari Kelompok Rentan Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 97
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 600 orang dari kelompok rentan mendapatkan bantuan berupa beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Adapun yang termasuk kelompok rentan meliputi buruh tani, penggali kubur, janda, tukang parkir, ojek pangkalan, dan lainnya. Diketahui, setiap penerima mendapatkan bantuan beras beberat 10kg, sehingga total bantuan yang digelontorkan sebanyak 6 ton. Penyerahan bantuan […]

  • Provinsi Jateng Disebut Punya Potensi Besar dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

    Provinsi Jateng Disebut Punya Potensi Besar dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor ekonomi Syariah. Terlebih, Pemprov Jateng telah memasukkan muatan ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Dukungan Jawa Tengah terhadap penguatan ekonomi syariah ini luar biasa,” kata Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat baru-baru […]

expand_less