Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Pemakaman Prajurit Zaman Perunggu Berusia 3.800 Tahun di Azerbaijan

Penemuan Pemakaman Prajurit Zaman Perunggu Berusia 3.800 Tahun di Azerbaijan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
  • visibility 126

Kabarjatengterkini.com- Azerbaijan kembali menjadi sorotan dunia arkeologi setelah para peneliti berhasil menemukan sebuah makam Zaman Perunggu yang diperkirakan berusia sekitar 3.800 tahun. Situs pemakaman yang unik ini berisi jenazah seorang prajurit bertubuh jangkung yang memegang sebuah tombak bercabang empat, sebuah artefak langka yang menunjukkan statusnya sebagai pejuang dan kemungkinan pemimpin militer di zamannya.

Lokasi dan Ciri Khas Pemakaman

Makam prajurit ini ditemukan di dataran Ceyranchol yang terpencil dan berangin, tak jauh dari perbatasan barat Azerbaijan dengan Georgia dan Armenia. Situs ini merupakan bagian dari cagar budaya dan sejarah Keshikchidagh, kawasan yang sudah lama dikenal dengan keberadaan gua-gua alami yang dibentuk manusia, kastil bersejarah, serta biara-biara Kristen awal yang tersebar di wilayah tersebut.

Pemakaman tersebut adalah sebuah kurgan, yaitu jenis makam berupa gundukan tanah yang dibangun di atas makam bawah tanah. Kurgan menjadi salah satu ciri khas budaya Zaman Perunggu dan banyak ditemukan di wilayah Eurasia. Di dalam kurgan biasanya terdapat jenazah manusia, serta sejumlah artefak seperti peralatan rumah tangga, senjata, dan hewan peliharaan seperti kuda.

Struktur Makam dan Isi Temuannya

Pemakaman yang ditemukan memiliki ukuran kurgan selebar 28 meter dan tinggi lebih dari 2 meter. Ruang pemakaman ini terbagi menjadi tiga bagian oleh dinding pembatas. Bagian pertama berisi jenazah prajurit dan beberapa peralatan serta senjata miliknya, termasuk tombak bercabang empat yang menjadi simbol statusnya. Bagian kedua dipenuhi dengan bejana tembikar yang mewah, sedangkan bagian ketiga ditemukan kosong.

Analisis arkeologis menunjukkan bahwa jasad pria tersebut memiliki tinggi sekitar 2 meter, yang terbilang sangat tinggi untuk standar zaman itu. Ia diperkirakan hidup sekitar tahun 1800 SM, pada era Zaman Perunggu pertengahan. Keberadaan perhiasan perunggu di sekitar pergelangan kakinya, manik-manik kaca, alat obsidian, dan sejumlah kendi gerabah bertatahkan memperkuat dugaan bahwa pria ini adalah sosok yang penting dalam masyarakatnya.

Kepercayaan dan Ritual Zaman Perunggu

Penemuan beberapa kendi yang berisi sisa tulang hewan yang tampaknya telah dimasak untuk konsumsi mengindikasikan adanya ritual “makanan untuk akhirat”. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat kala itu tentang adanya dunia lain setelah kematian, di mana arwah prajurit tersebut dianggap masih membutuhkan bekal dan perlengkapan untuk kehidupan di alam baka.

Menurut para arkeolog, tata letak dan isi makam ini mengisyaratkan bahwa pria tersebut bukan hanya sekadar prajurit biasa, melainkan kemungkinan besar seorang pemimpin militer yang dihormati. Hal ini diperkuat oleh temuan tombak bercabang empat yang merupakan artefak langka dan bergaya khas, hanya ditemukan di sejumlah kecil situs di wilayah tersebut.

Signifikansi dan Konteks Arkeologis

Azerbaijan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan situs kurgan dari berbagai periode, terutama dari Zaman Perunggu sekitar tahun 3.300 hingga 1.200 SM, serta beberapa yang berasal dari Zaman Besi. Penemuan makam ini menambah data penting tentang budaya material, struktur sosial, dan kepercayaan masyarakat kuno di wilayah Kaukasus.

Cagar alam Keshikchidagh sendiri merupakan pusat penting dalam kajian arkeologi. Dalam lima tahun terakhir, lebih dari 2.000 akademisi, arkeolog, dan sukarelawan telah melakukan penggalian dan penelitian di kawasan ini, yang dikenal sebagai wilayah kaya artefak bersejarah dan struktur prasejarah yang unik.

Kontribusi Penemuan bagi Dunia Arkeologi

Temuan makam prajurit jangkung dengan perlengkapan unik ini memberikan wawasan baru terkait kehidupan masyarakat Zaman Perunggu di Azerbaijan dan sekitarnya. Informasi mengenai gaya makam, artefak yang ditemukan, serta ritual pemakaman membantu para peneliti memahami bagaimana struktur sosial dan kepercayaan spiritual masyarakat kala itu terbentuk.

Lebih jauh, penemuan ini juga memberikan gambaran tentang teknologi dan seni pengerjaan logam, terutama pembuatan tombak bercabang empat yang menjadi simbol kekuatan dan status. Keberadaan perhiasan, manik-manik, dan kendi gerabah bertatahkan menunjukkan tingkat kemajuan seni dan budaya yang tinggi di wilayah tersebut pada masa itu.

Penemuan makam prajurit Zaman Perunggu berusia 3.800 tahun di dataran Ceyranchol, Azerbaijan, merupakan bukti penting perkembangan peradaban manusia di wilayah Kaukasus. Situs ini tidak hanya menambah khazanah arkeologi regional, tapi juga memperkaya pemahaman global tentang budaya dan sejarah kuno.

Pemerintah Azerbaijan dan komunitas arkeolog internasional terus berkomitmen untuk menggali lebih banyak rahasia di cagar budaya Keshikchidagh, demi melestarikan warisan sejarah yang sangat berharga ini bagi generasi mendatang.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • pear cake

    5 Rahasia Pear Cake Versi Ringan, Teksturnya Lembut dan Rasanya Nggak Enek

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pear cake atau kue pir dikenal dengan teksturnya yang lembut, aroma buah yang segar, serta rasa manis alami yang tidak berlebihan. Kue ini cocok dijadikan camilan sehat di rumah, teman minum teh, atau hidangan spesial untuk keluarga. Kabar baiknya, pear cake juga bisa dibuat versi ringan lebih rendah gula dan lemak tanpa mengorbankan rasa. […]

  • posyandu

    Posyandu di Jateng Diharapkan Menerapkan 6 Standar Pelayanan Minimum

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di seluruh Provinsi Jawa Tengah diharapkan menerapkan enam standar pelayanan minimum (SPM). Adapun enam standar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, dan sosial. Tujuan penerapannya guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah masing-masing. “Layanan posyandu sekarang menjadi enam bidang pelayanan posyandu. Enam […]

  • 400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 400 lebih usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) telah dinyatakan bebas zat berbahaya, seperti formalin dan boraks, oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Kepala BBPOM di Semarang, Lintang Purba Jaya mengatakan, ratusan produk tersebut telah diberikan Stiker Bebas Zat Berbahaya sebagai bentuk jaminan. Tak hanya itu, pihaknya […]

  • Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati Hingga 20 Januari 2026

    Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati Hingga 20 Januari 2026

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Modifikasi cuaca di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati berlangsung mulai tanggal 15 Januari 2026 hingga 20 Januari 2026. “Hingga tanggal 20 (Januari), kita melakukan rekayasa cuaca di beberapa daerah, yang paling utama di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Jumat (16/1/2026). Modifikasi cuaca dalam rangka penanganan cuaca […]

  • brimob

    Kasus Ojol Tewas Dilindas, 7 Anggota Brimob Diperiksa

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Insiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang diduga dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat terjadi kericuhan usai aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8), mengundang perhatian publik secara luas. Peristiwa tragis ini tak hanya menuai kecaman dari masyarakat, tapi juga mendorong institusi Polri untuk segera […]

  • Jateng Bidik Posisi Tiga Besar Fornas 2025

    Jateng Bidik Posisi Tiga Besar Fornas 2025

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Tengah bakal berlaga pada Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025, di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam ajang tersebut, Jateng membidik posisi tiga besar. Ada sebanyak 869 orang, terdiri dari 770 atlet dan 99 ofisial yang berangkat. Mereka berasal dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Ajang […]

expand_less