Pendampingan UMKM Harus Dilakukan dari Hulu ke Hilir
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 21 Agu 2025
- visibility 79

Foto: Nawal Arafah Yasin di Pameran UMKM (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) masih menjadi salah satu roda penggerak perekonomian lokal. Maka dari itu, penting peran pemerintah untuk melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM agar usahanya bisa naik kelas.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin menyebutkan bahwa pendampingan harus dilakukan dari hulu ke hilir. Yakni, dimulai dari pelatihan pembuatan produk, proses kurasi, perizinan usaha, pengemasan, hingga promosi.
Salah satu upaya pendampingan yang sedang digencarkan oleh pihaknya adalah proses kurasi produk. Proses kurasi ini bertujuan untuk memastikan produk UMKM berkualitas, sehingga bisa bersaing dengan produk lainnya yang dikenal secara nasional maupun internasional.
Dalam hal ini, Dekranasda Jateng bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Tengah.
“Kurasi ini kita kerja samakan dengan BI (Bank Indonesia). Produk-produk yang terkurasi dengan baik, diberikan penguatan, kemudian bisa memasarkannya secara global,” kata Nawal Arafah Yasin dalam siniar yang disiarkan di kanal YouTube IndaGo Disperindag Jateng, Rabu (20/8/2025).
Tak hanya kurasi, pihaknya juga berupaya memperlebar peluang sinergi produk UMKM dengan mitra potensial dengan melakukan business matching. Mereka turut menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jateng dalam hal ini.
“Untuk business matching, kita kerja sama dengan Kadin untuk mendatangkan buyer-buyer-nya, kemudian bisa membeli produk produk UMKM di Jawa Tengah ini,” lanjut dia.
Sementara itu, terkait promosi, pihaknya berupaya memperbanyak event pameran dan studi banding.
“Tidak haya di Jawa Tengah, tapi juga masuk di event-event di provinsi lain, di mal-mal sudah kita lakukan. Di samping itu, kita mengadakan studi banding, kemarin pernah kita studi banding di Padang,” tutur Nawal. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

