150 KK di Jateng Terima Bantuan Perbaikan RTLH, Total Alokasi Lebih dari Rp3 M
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 13 Sep 2025
- visibility 95

Foto: Penyerahan bantuan perbaikan RTLH secara simbolis, di Hotel Candi Indah, Kota Semarang, Jumat (12/9/2025) (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Jawa Tengah menerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah provinsi (pemprov) dan Baznas. Jumlah bantuan yang telah digelontorkan lebih dari Rp3 miliar.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, bantuan tersebut harapannya bisa membantu warga mengentaskan diri dari kemiskinan ekstrem. Ini juga menjadi upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah.
“Begitu bantuan perbaikan RTLH diterima, tiga bulan ke depan mereka harus bangkit dan tidak miskin ekstrem lagi,” kata dia saat penyerahan bantuan secara simbolis, di Hotel Candi Indah, Kota Semarang, Jumat (12/9/2025).
Selama tiga bulan ke depan, penerima bantuan juga akan diintervensi melalui bidang kesehatan, pendidikan anak, pekerjaan, kebutuhan pokok, serta indikator kemiskinan lainnya. Intervensi itu dilakukan baik oleh Pemprov Jateng, maupun pemerintah daerah masing-masing.
Diketahui, selama tahun 2025, Pemprov Jateng menganggarkan bantuan perbaikan RTLH sebanyak 17 ribu unit rumah. Untuk mencapai target ini, pihaknya berkolaborasi dengan seluruh stakeholder, termasuk Baznas Jateng dan pihak swasta melalui CSR.
Ketua Baznas Provinsi Jateng, Ahmad Darodji mengatakan, penerimaan zakat, infak, dan sedekah Baznas Jawa Tengah tahun ini mencapai Rp110 miliar. Sebanyak 50 persen penerimaan tersebut dialokasikan untuk kegiatan konsumtif, seperti bantuan bencana, bantuan masjid dan musala, bantuan ke pondok pesantren, serta beasiswa.
Sedangkan, 50 persen lainnya untuk kegiatan produktif, termasuk program-program pengentasan kemiskinan. Misalnya, pelatihan 23 mata pencaharian, bantuan modal dan pendampingan UMKM, hingga perbaikan RTLH.
Bantuan perbaikan RTLH sebanyak 300-an unit telah disalurkan selama 2025, kemudian ditargetkan mencapai 752 unit akhir tahun nanti.
“Untuk pengentasan kemiskinan ada beberapa program. Di antaranya pelatihan 23 mata pencaharian, tahun ini sudah 14 ribu yang dilatih. Kemudian bantuan modal UMKM dan pendampingan, tahun ini ada sebanyak 16 ribu. Pengentasan kemiskinan ekstrem ada stunting, perbaikan RTLH, dan jambanisasi,” jelas Darodji. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

