Gaet Champion Lokal, Pemprov Terus Upayakan Harga Cabai di Pasar Stabil
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025
- visibility 121

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (Sumber: Pemprov jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengendalikan harga cabai di pasar. Sampai saat ini, terpantau harga cabai keriting di Jawa Tengah tetap berkisar di angka sekitar Rp50 ribu.
Tak hanya itu, harga cabai keriting dan cabai rawit juga disebut memengaruhi deflasi pada Agustus 2025, masing-masing minus 0,01 persen dan minus 0,07 persen. Hal ini tak lapas dari peran peran petani, serta pengendalian harga lewat pembentukan dan pelatihan champion cabai lokal.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para champion bisa membantu para petani cabai di masing-masing daerah agar lebih sejahtera. Seperti yang diketahui, Jawa Tengah merupakan salah satu sentra cabai nasional.
“Para champion yang sudah dilantik hari ini kembali ke daerah masing-masing. Tugasnya, memastikan petani kita lebih sejahtera,” ujar dia, Senin (22/9/2025).
Champion juga didorong untuk membuka pasar di luar Jawa Tengah dan mendorong BUMD untuk mengawal dan mewujudkan rencana tersebut. Sementara, bagi petani, Pemprov juga memberikan dukungan permodalan melalui program kredit lunak berbunga rendah.
“Kalau harga turun, cabai bisa diekspor ke provinsi lain, seperti ke Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Dengan begitu petani tetap bisa menikmati harga yang layak,” katanya.
Hingga saat ini, terdapat 15 champion lokal di Jawa Tengah, sementara enam di antaranya sudah difasilitasi greenhouse, sehingga produksi tidak lagi tergantung cuaca.
Dengan pembentukan champion, Pemprov Jateng berharap bisa menahan 20 persen produksi cabai, sehingga harga tidak sepenuhnya dikendalikan oleh pengepul dari luar daerah. Petani juga didorong hilirisasi, serta pengembangan aplikasi lelang cabai agar harga ditentukan. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

