Pemprov Jateng Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Pengentasan Kemiskinan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025
- visibility 119

Foto: Pemprov Jateng Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Pengentasan Kemiskinan (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berkolaborasi dengan civitas akademik dalam pengentasan kemiskinan. Kali ini, pihaknya menggandeng Soegijapranata Catholic University (SCU) untuk mendukung program prioritas di Jawa Tengah.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa kerja sama dengan pihak perguruan tinggi merupakan salah satu bentuk government collaborative (kolaborasi pemerintahan). Kerja sama ini dianggap penting karena riset kampus dibutuhkan dalam inovasi dan eksplorasi pembangunan.
“Kami rangkul semua untuk kegiatan eksplorasi dan inovasi,” kata dia, Senin (22/9/2025).
Lebih lanjut, ia mencontohkan jenis kerja sama antara pihak kampus dan pemerintah dalam rangka pembangunan daerah, yakni melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. KKN Tematik merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dengan menekankan isu tertentu, termasuk kemiskinan.
“Salah satu yang bagus itu KKN tematik, karena bisa sesuai dengan kebutuhan daerah. Satu lagi lewat desa binaan, untuk mengawal kemiskinan,” tandasnya.
Sejauh ini baru 44 rektor yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemprov Jateng. Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan jumlah itu akan terus bertambah, seiring komitmen dari perguruan tinggi untuk ikut membangun Jawa Tengah.
Sementara itu, Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho mengatakan bahwa kerja sama kampusnya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah terjalin lama. Adapun sejumlah program pengentasan kemiskinan yang dilakukan, seperti inovasi rumah apung di Demak, sensus RTLH dan stunting.
Terkait inovasi rumah apung, sudah ada dua prototipe yang dimanfaatkan masyarakat yang terdampak rob di Kabupaten Demak. Rencananya, ke depan akan ditambah lagi melalui kerja sama dengan Pemprov Jateng dan Pemkab Demak.
“Prototipe yang sudah dihuni ada dua unit, ini akan dikembangkan lagi, kalau tidak salah delapan lagi. Kami yang buat desainnya, Bupati bilang akan mengembangkan menjadi delapan unit lagi,” jelasnya.
Selain itu, bersama dengan Pemprov Jateng, mereka akan memberikan beasiswa kepada anak dari keluarga miskin dan miskin esktrem. Program tersebut nanti dikemas dalam Soegija Care, yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

