Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Ular Piton Burma Muntahkan Rusa Utuh Akibat Cuaca Ekstrem, Ilmuwan Temukan Fakta Mengejutkan di Florida

Ular Piton Burma Muntahkan Rusa Utuh Akibat Cuaca Ekstrem, Ilmuwan Temukan Fakta Mengejutkan di Florida

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
  • visibility 70

Kabarjatengterkini.com – Sebuah kejadian langka terjadi di kawasan konservasi Big Cypress National Preserve, Florida, Amerika Serikat. Seekor ular piton burma (Python bivittatus) tercatat memuntahkan seekor rusa ekor putih (Odocoileus virginianus) secara utuh setelah suhu di wilayah tersebut turun drastis hingga hampir 10 derajat Celsius.

Fenomena mengejutkan ini berhasil terekam oleh para ilmuwan dari U.S. Geological Survey (USGS) dan National Park Service, yang tengah mempelajari dampak piton sebagai spesies invasif di Florida. Kejadian langka ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Ecology and Evolution edisi Juli 2025.

Cuaca Dingin Jadi Pemicu Muntahnya Makanan oleh Piton Burma

Ular piton burma adalah reptil berdarah dingin, yang artinya metabolisme dan kemampuan pencernaan mereka sangat bergantung pada suhu lingkungan. Ketika suhu turun hingga 9,4°C pada malam hari — penurunan drastis di Florida — kemampuan ular untuk mencerna mangsanya pun melemah.

“Piton berdarah dingin tidak bisa mencerna makanan dengan baik saat cuaca dingin. Mangsanya bisa membusuk lebih cepat daripada bisa dicerna. Untuk menghindari infeksi bakteri, ular akan memuntahkan kembali makanannya,” jelas Mark Sandfoss, ahli biologi dari USGS.

Sandfoss menambahkan bahwa perilaku seperti ini sebelumnya hanya diamati di laboratorium, dan ini adalah kali pertama para peneliti menyaksikannya langsung di alam liar.

Rusa Ekor Putih Jadi Korban Utama Piton Invasif

Ular piton burma telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem Florida sejak masuk pada akhir 1970-an, diduga berasal dari perdagangan hewan eksotik. Dengan ukuran yang bisa mencapai lebih dari 5 meter dan berat hingga 100 kg, piton burma mampu memangsa hewan besar seperti rusa ekor putih, yang juga merupakan mangsa utama panther Florida (Puma concolor coryi) — spesies langka yang dilindungi.

Dalam kasus ini, para ilmuwan sedang melacak beberapa piton betina berukuran besar dengan alat pelacak GPS. Salah satu piton teridentifikasi memiliki perut membuncit, menandakan baru saja menelan mangsa besar, kemungkinan seekor rusa.

Namun, beberapa hari setelah suhu ekstrem terjadi, perut ular tersebut mulai menyusut. Tak jauh dari tempat ular bersembunyi, ditemukan bangkai rusa yang hampir utuh — menjadi bukti bahwa ular tersebut memuntahkannya kembali.

“Fenomena ini mengejutkan dan memperkuat kekhawatiran bahwa piton semakin mengancam populasi rusa lokal,” ungkap Travis Mangione, penulis utama studi dari National Park Service.

Konsekuensi Biologis dan Ekologis yang Kompleks

Walau kejadian ini menyelamatkan hidup sang ular dari keracunan bakteri, para ilmuwan mengingatkan bahwa dampaknya terhadap ekosistem tetap serius. Rusa merupakan bagian penting dari rantai makanan, dan penurunan populasinya akan berdampak pada predator asli seperti panther Florida.

Selain itu, piton yang gagal mencerna rusa tersebut akan kehilangan cadangan energi besar yang biasanya dibutuhkan untuk reproduksi atau bertahan hidup dalam jangka panjang.

“Ini bukan hanya soal satu ular yang muntah. Ini tentang bagaimana spesies invasif seperti piton mengubah dinamika predator dan mangsa di Florida,” lanjut Mangione.

Penemuan Ini Bantu Pahami Batas Persebaran Piton di AS

Tak hanya soal dampak ekologis, peristiwa ini juga memberikan informasi penting bagi ilmuwan tentang batas toleransi suhu piton burma, yang dapat membantu dalam prediksi penyebaran spesies invasif ini ke wilayah lain di Amerika Serikat.

“Kita belum pernah menghadapi spesies invasif berdarah dingin sebesar ini. Pengetahuan tentang bagaimana mereka bereaksi terhadap iklim sangat penting untuk mengendalikan penyebarannya,” ujar Sandfoss.

Piton Burma: Ancaman Serius di Alam Liar Florida

Ular piton burma bukanlah spesies asli Amerika. Mereka masuk ke ekosistem Florida melalui peliharaan yang dilepaskan ke alam liar atau kabur dari penangkaran. Karena tidak memiliki predator alami di wilayah tersebut, populasinya terus meningkat dan mulai mengancam berbagai satwa asli.

Departemen Konservasi Florida bahkan telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan populasi ular ini, termasuk pemburuan legal, penelitian intensif, hingga pelatihan anjing pelacak untuk mendeteksi keberadaan piton di rawa-rawa.

Namun, kasus terbaru ini menunjukkan bahwa tantangan dalam mengatasi invasi piton burma jauh dari kata selesai.

Penemuan ular piton burma yang memuntahkan rusa utuh di Florida merupakan peristiwa langka dan penting secara ilmiah. Selain menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem memengaruhi perilaku reptil berdarah dingin, kejadian ini juga menyoroti dampak destruktif spesies invasif terhadap keseimbangan ekosistem.

Para ilmuwan berharap temuan ini dapat membantu merumuskan strategi konservasi yang lebih baik dan memperkuat kebijakan pengendalian spesies asing di wilayah sensitif seperti Florida Everglades dan Big Cypress.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geliatkan Ekonomi Sektor Pariwisata, Pemprov Jateng Bakal Hadirkan Lebih Banyak Ajang Sport Tourism

    Geliatkan Ekonomi Sektor Pariwisata, Pemprov Jateng Bakal Hadirkan Lebih Banyak Ajang Sport Tourism

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 119
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) berupaya menghadirkan lebih banyak ajang wisata olahraga (sport tourism) di Jawa Tengah. Pihaknya akan mendukung gelaran tersebut, baik di level lokal, nasional, maupun internasional. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, M Masrofi menyampaikan bahwa ajang sport tourism saat ini banyak digemari oleh anak-anak muda, sehingga menjadi […]

  • kuhp baru

    Resmi Berlaku, KUHP Baru Dinilai Lebih Keras dari Hukum Kolonial Belanda

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi berlaku mulai Jumat, 2 Januari 2026. Pemberlakuan regulasi pidana nasional ini menandai berakhirnya penggunaan Wetboek van Strafrecht (WvS), hukum pidana warisan kolonial Belanda yang telah digunakan selama puluhan tahun di Indonesia. Namun, meski telah disahkan sejak 2022, kehadiran KUHP baru justru menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, […]

  • tontonan

    Tontonan ‘Tung Tung Sahur’ hingga ‘Tralarelo’: Seru atau Bahaya Bikin Otak Rusak?

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Di era digital saat ini, anak-anak zaman sekarang punya tontonan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Video-video seperti “Tung Tung Sahur”, “Balerina Cappuccino”, “Tralarelo Tralala”, dan berbagai klip absurd dengan suara aneh dan visual kacau, menjadi sajian favorit di layar ponsel mereka. Konten-konten ini diputar berulang-ulang, sampai-sampai orang tua pun mulai hafal nama-nama konten […]

  • jeffrey

    Profil Jeffrey Epstein, Miliarder di Balik Skandal Besar

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan global. Kasusnya bahkan disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar yang pernah mengguncang dunia. Tidak hanya ramai dibahas di luar negeri, warganet Indonesia pun ikut menyoroti sosok kontroversial ini. Perhatian publik semakin meningkat setelah dokumen raksasa yang dikenal sebagai “Epstein Files” dirilis. Berkas tersebut dikabarkan mencapai sekitar tiga juta […]

  • Pelaku Edit Foto Cabul Chiko Resmi Jadi Tersangka

    Pelaku Edit Foto Cabul Chiko Resmi Jadi Tersangka

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 58
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Heboh kasus editing foto tak senonoh yang menyeret alumnus SMA Negeri 11 Semarang, Chiko Raditya Agung Putra, beberapa waktu lalu. Kini, pelaku telah ditetapkan tersangka kasus pelecehan seksual berbasis digital. Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto menyebutkan, penetapan tersangka kepada Chiko dilakukan usai gelar perkara pada Senin (10/11/2025). Gelar […]

  • pisang goreng

    Resep Pisang Goreng China Klasik dengan Karamel Wijen: Camilan Renyah Manis ala Oriental

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pisang goreng adalah salah satu camilan favorit di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa ada versi pisang goreng khas China yang tak kalah lezat dan unik? Ya, pisang goreng China klasik dengan karamel wijen merupakan sajian pencuci mulut yang terkenal di restoran-restoran Chinese food klasik, terutama dalam sajian penutup (dessert). Resep ini […]

expand_less