Transisi ke Industri Hijau Masih Bertahap, Pemprov Jateng Mulai Manfaatkan CNG
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 3 Okt 2025
- visibility 66

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Transisi menuju industri hijau dipersiapkan secara bertahap. Sebagai awal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) lebih dulu memanfaatkan energi alternatif berupa panel surya dan Compressed Natural Gas (CNG).
“Transisi energinya bertahap. Kita dorong kawasan industri untuk menggunakan energi terbarukan. Saat ini juga sudah menuju penggunaan CNG di Jawa Tengah,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno pada Kamis (2/10/2025).
Salah satu BUMD yang memasok produk CNG salah satunya adalah PT Jateng Petro Energi (JPEN). Energi ini dipasok mulai dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), rumah tangga, hingga sektor hotel, restoran, dan catering.
Ia menyebutkan, CNG dinilai lebih ramah lingkungan, serta tersedia di dalam negeri dalam jumlah yang besar. Percepatan implementasi industri hijau ini dilakukan sebagai upaya peningkatan daya saing produk ekspor.
Meski dinilai lebih ramah lingkungan, pihaknya mengingatkan agar setiap perusahaan tetap tertib dalam perizinan dan kepatuhan Amdal. Tujuannya, agar pertumbuhan industri sejalan dengan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia mengatakan turut mendukung percepatan implementasi industri hijau. Salah satunya melalui program Rengganis Pintar
Rengganis Pintar merupakan sistem yang mewadahi forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau, untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya, untuk industri kecil menengah (IKM).
“Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

