Alexandr Wang Serukan Remaja Fokus pada “Vibe-Coding” untuk Kuasai Teknologi AI dan Masa Depan Karier
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sab, 4 Okt 2025
- visibility 73

Kabarjatengterkini.com – Alexandr Wang, Chief AI Officer Meta, baru-baru ini memberikan pernyataan yang memicu perhatian dalam dunia teknologi.
Dalam sebuah wawancara di podcast TBPN, Wang menyerukan agar generasi muda, terutama remaja, fokus menghabiskan waktu mereka untuk belajar dan berlatih dalam dunia “vibe-coding.”
Vibe-coding sendiri merupakan pendekatan baru dalam pengembangan perangkat lunak yang melibatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan kode hanya dengan menggunakan bahasa alami, seperti bahasa Inggris atau Indonesia.
Menurut Wang, saat ini adalah waktu yang tepat bagi remaja untuk memanfaatkan kemajuan teknologi AI, terutama dalam bidang pemrograman, karena potensi besar yang dimiliki oleh AI dalam menulis kode.
Wang bahkan menyarankan agar remaja berusia 13 tahun menghabiskan seluruh waktunya untuk mempelajari dan berlatih vibe-coding jika mereka ingin meraih kesuksesan di dunia teknologi.
Apa Itu Vibe-Coding dan Mengapa Itu Penting?
Vibe-coding adalah pendekatan pengkodean baru di mana seorang pemrogram memberikan instruksi dalam bahasa sehari-hari untuk menghasilkan kode secara otomatis menggunakan AI.
Dengan menggunakan alat pembuat kode berbasis AI seperti Replit atau Cursor, bahkan orang tanpa keahlian pengkodean dapat membuat aplikasi dan perangkat lunak baru hanya dengan mengetikkan perintah atau instruksi sederhana.
Dalam wawancaranya, Wang menyatakan bahwa AI kini memiliki kemampuan luar biasa untuk menulis kode, yang menandakan terobosan besar dalam dunia teknologi.
“Jika kamu berusia 13 tahun, kamu harus menghabiskan seluruh waktumu untuk vibe-coding. Begitulah seharusnya kamu menjalani hidup,” ujar Wang.
Baginya, kemampuan AI dalam menulis kode merupakan momen revolusioner yang akan mengubah wajah industri teknologi dalam beberapa tahun ke depan.
Peluang Besar untuk Generasi Muda
Wang percaya bahwa remaja yang serius ingin berkarier di dunia teknologi harus memanfaatkan alat-alat AI ini untuk mempelajari dan mengembangkan keterampilan pengkodean mereka.
“Jika kamu mendedikasikan 10.000 jam untuk mempelajari dan berlatih menggunakan perangkat AI, itu akan memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang,” jelas Wang.
Menurutnya, dalam lima tahun ke depan, teknologi AI akan semakin berkembang hingga mencapai titik di mana model AI mampu menulis “seluruh kode” yang pernah ia kerjakan.
Hal ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi yang pesat, tetapi juga menciptakan peluang bagi siapa saja, terutama para remaja, untuk lebih mudah terlibat dalam pengembangan perangkat lunak tanpa harus memiliki latar belakang rekayasa komputer yang mendalam.
Perubahan Peran Insinyur di Era AI
Seiring dengan berkembangnya kemampuan AI dalam menulis kode, Wang memprediksi bahwa peran seorang insinyur perangkat lunak akan berubah drastis.
“Saya pikir pada dasarnya, peran seorang insinyur sekarang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya,” ujar Wang. Dengan adanya AI yang dapat menghasilkan kode dengan cepat dan efisien, insinyur perangkat lunak akan lebih fokus pada pengembangan ide dan inovasi, sementara AI akan menangani sebagian besar pekerjaan teknis yang sebelumnya memerlukan keterampilan pengkodean tingkat tinggi.
Meta AI Labs: Menjadi Pusat Kecerdasan Super
Sebagai Chief AI Officer di Meta, Wang juga berbicara tentang perjalanan dan pencapaiannya dalam membangun Meta Superintelligence Labs (MSL), yang berfokus pada pengembangan AI. Ia mengungkapkan bahwa tim MSL yang lebih kecil dan lebih berbakat ini telah berhasil menciptakan berbagai inovasi luar biasa dalam waktu singkat.
“Tim kami lebih kecil dan lebih berbakat daripada lab lainnya. Lab lainnya mungkin 10 kali lebih besar, dan tim kami hanya terdiri dari sekitar 100 ilmuwan AI,” ungkap Wang.
Wang sebelumnya juga dikenal sebagai pendiri ScaleAI, sebuah perusahaan teknologi yang bergerak dalam pelabelan data dan diakuisisi oleh Meta pada tahun 2025 dengan nilai investasi sebesar 14,3 juta dolar AS.
Dengan pengalamannya di ScaleAI dan Meta, Wang berkomitmen untuk memajukan penelitian dan pengembangan AI demi menciptakan kecerdasan super yang dapat bermanfaat bagi masyarakat global.
Meneladani Bill Gates: Belajar Keterampilan Teknologi Sejak Dini
Wang tidak hanya menyarankan remaja untuk menguasai teknologi AI, tetapi juga untuk mengikuti jejak para tokoh teknologi besar seperti Bill Gates. Gates, yang dikenal sebagai pendiri Microsoft, memulai perjalanan kariernya di bidang teknologi sejak usia muda, dan hal itu terbukti membawa kesuksesan besar bagi dirinya.
Wang percaya bahwa, seperti Bill Gates, remaja harus meluangkan waktu mereka untuk mempelajari keterampilan teknologi yang relevan, termasuk menggunakan alat pengodean berbasis AI.
Masa Depan Teknologi Ada di Tangan Remaja
Vibe-coding menawarkan peluang besar bagi generasi muda yang ingin memasuki dunia teknologi dengan cara yang lebih mudah dan efisien.
Dengan menggunakan alat pembuat kode AI, siapa saja dapat mulai menciptakan aplikasi atau perangkat lunak baru tanpa perlu menjadi seorang ahli pengkodean. Alexandr Wang meyakini bahwa remaja yang memanfaatkan perkembangan ini sekarang akan memiliki keuntungan besar di masa depan.
Dengan peran AI yang semakin dominan dalam dunia pengkodean, para remaja yang menghabiskan waktunya untuk mengasah keterampilan dalam vibe-coding akan menjadi pionir dalam industri teknologi.
Ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang ingin meraih kesuksesan dalam dunia yang semakin bergantung pada kecerdasan buatan.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

