Kader PKK Terima Pelatihan Pijat Bayi, Bermanfaat Kembangkan Motorik dan Kognitif
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 11 Okt 2025
- visibility 75

Foto: Kader PKK Terima Pelatihan Pijat Bayi (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pijat bayi disebut bermanfaat bagi kesehatan bayi, setidaknya bisa diberikan 10 hari atau 2 minggu setelah lahir. Gerakan pijat bayi disebut memberikan manfaat pada kesehatan, perkembangan motorik, dan kognitif bayi.
Praktik pijat bayi tersebut dianjurkan untuk menggunakan minyak dari bahan alami tanpa bahan kimia untuk mengurangi risiko alergi. Terlebih, kulit bayi dianggap masih sensitif dan paparan bahan kimia berpotensi membahayakan kesehatan bayi.
“Pijat bayi yang dilakukan dengan menggunakan bahan alami, menjaga kesehatan bayi dari risiko paparan bahan kimia yang mungkin membahayakan bagi kesehatan dan kecerdasan bayi,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jateng, Nawal Arafah Yasin.
Selain itu, rutinitas ini dianjurkan untuk dilakukan oleh orang tua kandung bayi sendiri dengan pengawasan terapis pijat. Hal ini ditujukan guna memperkuat ikatan emosional, kasih sayang, serta komunikasi antara ibu dan anak.
Menurut Nawal, sentuhan pada tubuh bayi tidak hanya memberikan rasa rileks, tetapi juga merangsang produksi hormon endorfin. Hormon tersebut berperan dalam pertumbuhan otak dan organ lainnya.
Ia menjelaskan, ada dua tantangan terkait pijat bayi, yakni minimnya pengetahuan dan keahlian tentang teknik pemijatan yang aman, serta penggunaan minyak atau obat-obatan yang berisiko terhadap kesehatan bayi.
“Sehingga teknik pemijatan yang tidak aman atau salah bagi bayi, ditambah dengan penggunaan minyak yang membahayakan, tentu dapat mengancam kualitas SDM Indonesia di masa mendatang,” ungkap Nawal.
Maka dari itu, saat ini, pihaknya menggencarkan program Tulus Hati bagi kader PKK dan Posyandu untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang cara atau teknik pijat bayi yang benar, aman, dan mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
“Saya percaya jika program ini dijalankan dengan penuh komitmen dan ketulusan. Maka manfatnya akan sangat luas, bukan hanya bagi bayi dan keluarga, tapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan,” ucap Bunda Forum Anak Nasional Jateng tersebut.
Program ini juga mendapat dukungan dari RSI Sultan Agung Semarang. Pihaknya juga siap menerjunkan dokter-dokter profesional sebagai tutor pelatihan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, edukasi teknik pijat bayi bisa dilakukan secara hibrid, atau secara luring dan daring. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

