Angka Kematian Ibu di Jateng Sebanyak 245 Kasus, Speling Bakal Kian Digencarkan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 13 Okt 2025
- visibility 79

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Kasus kematian ibu di Jawa Tengah tahun ini berada di angka 245 kasus per September, sementara tahun 2024 lalu mencapai 320 kasus. Dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI), program Speling akan semakin digencarkan.
“Tahun ini Alhamdulillah sudah ada penurunan, tetapi kami ingin lebih signifikan lagi,” Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar.
Speling atau Dokter Spesialis Keliling di Jateng diterapkan untuk mendukung program cek kesehatan gratis (CKG). Speling dengan CKG diintegrasikan guna meningkatkan kesadaran cek kesehatan, sekaligus percepatan penanganan medis yang membutuhkan dokter spesialis.
Yunita menjelaskan, program Speling mendatangkan dokter spesialis kandungan, sehingga ibu hamil dapat mengetahui kemungkinan risiko saat kehamilan maupun persalinan. Jika berisiko, maka akan diberikan rujukan ke fasilitas kesehatan lain, seperti puskesmas atau rumah sakit.
“Jadi pemeriksaan ibu hamil dengan USG dua kali, dan minimal enam kali melakukan pemeriksaan ke dokter,” terang Yunita lebih lanjut.
Sementara itu, terkait tuberculosis (TBC), Yunita menjelaskan fokusnya bukan pada penurunan jumlah kasus, tetapi pada peningkatan penemuan dan tingkat kesembuhan pasien kasus. Jateng menargetkan 107 ribu kasus TBC tahun ini.
“Kesembuhan itu harus 90 persen dari kasus yang ditemukan. Sekarang sudah 86 persen,” katanya.
Selain itu, untuk mencegah penularan, keluarga juga mendapat program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
“Satu pasien TBC harus ditelusuri minimal delapan kontak erat. Tujuannya, supaya penularannya cepat dihentikan,” tambahnya.
“Keluarga yang kontak erat itu minum obat. Nah, namanya TPT. Obat itu juga diberikan oleh Puskesmas dalam hal ini, untuk bisa diminum,” kata dia lagi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

