Pemprov Siapkan Bantuan Korban Tanah Longsor Banjarnegara, Capai Rp700 Juta
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025
- visibility 82

Foto: Pemprov Siapkan Bantuan Korban Tanah Longsor Banjarnegara (Sumber: Pemprov Jateng)
Banjarnegara, Kabarjatengterkini.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan hutan pinus Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Musibah tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan lebih dari 20 orang hilang.
Pada Minggu (16/11/2025), longsoran berdiameter sekitar 100 meter membawa material tanah, batu, dan kayu, menghantam permukiman warga di RT 1 hingga RT 4 RW 03. Sebanyak 823 jiwa mengungsi ke pos pengungsian di halaman Kantor Kecamatan Pandanarum.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara terpadu. Sampai saat ini, proses evakuasi dan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun tetap terus dilakukan oleh tim SAR.
“Informasi awal berkembang 800-an masyarakat terdampak. Ada 26 yang masih (terjebak) di hutan karena kejadiannya mendadak. Ada juga yang mungkin tertimbun,” tegas Luthfi.
Sementara itu, sejumlah pihak, terdiri dari BPBD Jateng dan Kabupaten Banjarnegara, relawan, TNI-Polri, dan Forkopimcam telah mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, pos lapangan, serta layanan kesehatan darurat.
Sejumlah bantuan darurat juga telah disalurkan, antara lain logistik permakanan, selimut dan matras, higien kit, family kit, kids ware, air mineral, hingga perangkat ATK. Bantuan dari Pemprov telah disiapkan sebanyak Rp700 juta.
“Untuk Banjarnegara, kami siapkan (lebih dari) Rp700 juta. Sebelumnya, (bantuan) hampir Rp400 juta untuk wilayah Cilacap,” katanya.
Luthfi mengingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat banyaknya wilayah yang rawan longsor.
“Jawa Tengah ini minimarket bencana. Ada daerah-daerah tertentu yang harus diantisipasi Batang, Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Brebes–Bumiayu, Magelang, Temanggung. Potensi gerakan tanah tinggi. Harus ada pencegahan dini,” kata dia lagi.
Lebih lanjut, Pemprov juga akan menggelar rapat terbatas untuk memperkuat mitigasi jangka menengah dan panjang. Adapun dana bantuan yang telah masuk dari OPD dan BUMD Provinsi Jawa Tengah, tercatat senilai Rp385,48 juta. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

