Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diamankan KPK Terkait Dugaan Suap Proyek
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Kam, 11 Des 2025
- visibility 52

Kabarjatengterkini.com – Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Rabu (10/12/2025) malam, menyusul penangkapan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Tengah.
Ardito digiring penyidik KPK sekitar pukul 20.15 WIB dengan mengenakan jaket bomber loreng gelap, celana panjang hitam, dan topi putih. Di tangan kiri ia membawa sebuah pouch, sementara tangan kanan menarik koper biru gelap.
“Alhamdulillah, sehat,” ujar Ardito singkat saat memasuki gedung. Ia juga menegaskan tidak mencoba melarikan diri selama operasi senyap berlangsung. “Saya di rumah aja,” katanya, membantah kabar bahwa ia sempat bersembunyi.
Pemeriksaan 1 x 24 Jam
Setibanya di gedung KPK, Ardito dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan selama 1 x 24 jam untuk menentukan status hukumnya. KPK akan memutuskan apakah Ardito tetap berstatus saksi atau dinaikkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
KPK sendiri berencana menggelar jumpa pers pada Kamis (11/12/2025) untuk memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus ini. Langkah ini menunjukkan komitmen lembaga antirasuah dalam menjaga transparansi proses hukum terhadap pejabat publik yang terindikasi melakukan praktik korupsi.
Dugaan Suap Proyek di Lampung Tengah
Penangkapan Ardito Wijaya dilakukan karena dugaan keterlibatan dalam praktik suap terkait proyek-proyek di Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan hal ini.
“(Terkait) suap proyek,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, tanpa merinci proyek yang diduga menjadi objek suap. Selain Ardito, KPK juga mengamankan sejumlah pejabat Pemkab Lampung Tengah dan pihak swasta yang diduga ikut terlibat dalam praktik suap tersebut. “(Dan ditangkap) beberapa pihak terkait,” tambah Fitroh.
Operasi tangkap tangan ini menjadi bagian dari upaya KPK dalam memberantas praktik korupsi yang melibatkan pejabat daerah dan pihak swasta. Penindakan melalui OTT dilakukan untuk memastikan bukti transaksi suap dan keterlibatan semua pihak terkait bisa segera diamankan.
Reaksi Publik dan Media
Penangkapan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menjadi sorotan media nasional dan masyarakat. Dugaan keterlibatan kepala daerah dalam praktik suap proyek selalu menjadi isu hangat karena berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah dan pengelolaan anggaran negara.
Pengamatan terhadap kasus ini juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Keterlibatan pejabat publik dalam suap proyek dapat menghambat pembangunan, merugikan keuangan negara, dan merusak citra pemerintahan daerah di mata masyarakat.
Langkah KPK Selanjutnya
Setelah menjalani pemeriksaan awal, status hukum Ardito Wijaya akan ditentukan berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari OTT dan hasil penyidikan lanjutan. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk memutuskan apakah Ardito akan ditetapkan sebagai tersangka atau tetap berstatus saksi.
KPK juga telah menyiapkan jumpa pers untuk menginformasikan hasil pemeriksaan dan perkembangan kasus ini kepada publik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterbukaan informasi sekaligus memastikan masyarakat mendapat penjelasan resmi dari lembaga antirasuah.
Selain itu, pihak KPK kemungkinan akan mendalami keterlibatan pejabat lainnya dan pihak swasta yang ikut terkait. Hal ini penting untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam dugaan suap proyek dapat diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dampak Dugaan Suap terhadap Pemerintahan Daerah
Kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Lampung Tengah menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pemerintah. Praktik suap dapat menimbulkan kerugian finansial bagi daerah, memperlambat pembangunan infrastruktur, dan mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Selain itu, OTT ini diharapkan menjadi peringatan bagi pejabat publik lain agar mematuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek dan anggaran pemerintah. KPK terus menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap korupsi, termasuk di tingkat pemerintahan daerah.
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, kini berada di Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lanjutan terkait dugaan suap proyek. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya KPK memberantas korupsi di tingkat daerah dan memastikan akuntabilitas pejabat publik.
Dengan OTT ini, lembaga antirasuah menunjukkan keseriusannya dalam menindak praktik suap yang merugikan negara dan masyarakat.
Masyarakat menanti hasil pemeriksaan 1 x 24 jam yang akan menentukan apakah Ardito naik status menjadi tersangka. KPK juga akan mengungkap lebih rinci keterlibatan pihak lain yang diamankan dalam operasi ini, sebagai bagian dari upaya menegakkan hukum secara transparan dan menyeluruh.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

