1.200 Akademisi dari Perguruan Tinggi se-Indonesia Diundang ke Istana Kepresidenan Hari Ini
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- visibility 19

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto (Sumber: ig)
Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1.200 terdiri dari guru besar, dekan, dan rektor perguruan tinggi se-Indonesia diundang ke Istana Kepresidenan hari ini, Kamis (15/1/2025). Pertemuan itu disebut akan membahas mengenai geopolitik Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa undangan kepada para akademisi tersebut berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto. Di sana, Prabowo akan menyampaikan pandangan dan rencana ke depannya, termasuk di sektor pendidikan.
“Untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan Beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” terang Pras, dikutip CNN Indonesia.
Pras menyebutkan, pendidikan merupakan pondasi dan faktor kunci untuk mencapai cita-cita jangka panjang negara di berbagai sektor lainnya. Ini termasuk dalam rangka menyongsong swasembada pangan, energi, dan perbaikan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu pondasi, dan faktor kunci. Jadi, selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia,” lanjut dia.
Sesi dialog hari ini akan dikhususkan di bidang sosial dan humaniora mulai pukul 09.00 WIB. Adapun isu-isu yang akan dibahas di antaranya mengenai pemenuhan tenaga dokter hingga peningkatan kualitas perguruan tinggi.
“Berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita, yang berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100.000. Nah, ini kan kita harus cari cara bagaimana untuk bisa mempercepat (itu),” terang Pras.
“Kita sedang menghitung dan berpikir bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap perguruan tinggi negeri kita, karena kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa, dan salah satunya melalui pendidikan di tingkat universitas sehingga kalau memungkinkan kita sedang mencoba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” jelasnya lagi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

