Pekerja Asal Jateng Bakal Disiapkan Bekerja pada Level Manajer di Perusahaan Jepang
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 21

Foto: kunjungan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito di Jateng (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pekerja asal Jawa Tengah bakal dilatih agar siap menduduki jabatan manajer di perusahaan-perusahaan Jepang. Hal ini bisa tercapai lewat kolaborasi Pemprov Jateng bersama pihak Jepang.
“Pemerintah Prefektur Kagawa menyampaikan ketertarikannya terhadap sumber daya manusia (SDM) Jawa Tengah,” kata Wakil Gubernur Taj Yasin, Jumat (23/1/2026) malam.
“Bahkan, mereka berharap pekerja dari Jateng tidak hanya bekerja dalam jangka waktu tertentu, tetapi juga dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi head manager di perusahaan-perusahaan Jepang,” lanjut dia.
Menurut pejabat yang kerap dipanggil Gus Yasin tersebut, masyarakat Jawa Tengah harus memiliki etos kerja dan kemampuan (skill) yang mumpuni agar semakin diakui di tingkat internasional. Faktor ini pula yang menjadi indikator penilaian dari pihak Jepang.
“Kami terus melakukan standarisasi kompetensi, sertifikasi, dan penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi, agar selaras dengan kebutuhan industri global,” ujarnya.
Jawa Tengah menghasilkan 245 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) per tahunnya dari berbagai bidang keahlian strategis, mulai dari manufaktur hingga pelayanan keperawatan lansia. Hal tersebut menjadi modal kuat untuk mendukung kebutuhan industri Jepang.
Selain itu, pekerja migran asal Jateng di Jepang disebut mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, jumlahnya tercatat sebanyak 3.760 orang, kemudian naik sekitar 52 persen menjadi 5.712 orang pada tahun 2025.
Sebelumnya, dalam kunjungan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, Pemprov Jateng juga membahas tentang upaya peningkatan investasi Jepang. Pihaknya mendorong agar industri-industri Jepang semakin banyak berinvestasi di Jawa Tengah.
“Kami berharap industri-industri Jepang bisa semakin banyak masuk ke Jawa Tengah. Kami siap memberikan dukungan penuh berupa kemudahan investasi,” tegasnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Syamsudin Isnaeni, menyambut baik upaya penyerapan tenaga kerja melalui jalur pendidikan. Adapun upaya pemerintah dalam menangkap peluang kerja di Jepang dengan pelatihan bahasa.
“Kami akan mulai menyiapkan pelatihan bahasa Jepang, khususnya di SMK, untuk anak-anak yang memang memiliki cita-cita atau keinginan bekerja di Jepang,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

