Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Temuan Mengejutkan: Manusia Purba Sudah Tinggal di Sulawesi Sejak 1,5 Juta Tahun Lalu

Temuan Mengejutkan: Manusia Purba Sudah Tinggal di Sulawesi Sejak 1,5 Juta Tahun Lalu

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 366

Kabarjatengterkini.com — Selama ini, Pulau Flores dikenal sebagai rumah bagi spesies manusia purba berpostur mungil yang dijuluki Hobbit, atau secara ilmiah dikenal sebagai Homo floresiensis. Namun, sebuah penemuan arkeologi terbaru di Sulawesi mengguncang pemahaman lama tentang jejak awal migrasi manusia purba di kawasan Asia Tenggara.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature mengungkap bahwa manusia purba telah hidup di Sulawesi sejak 1,04 hingga 1,48 juta tahun yang lalu. Temuan ini menjadikan Sulawesi sebagai salah satu lokasi tertua jejak keberadaan manusia purba di Indonesia, bahkan lebih tua dari artefak serupa yang ditemukan di Flores.

Temuan Alat Batu di Ladang Jagung Sulawesi Selatan

Penemuan ini berasal dari tujuh alat batu dari batu chert yang ditemukan di sebuah ladang jagung di Sulawesi Selatan. Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Adam Brumm, seorang arkeolog dari Griffith University, Australia, bersama peneliti Indonesia Budianto Hakim.

Melalui analisis sedimen serta fosil rahang babi yang ditemukan di lokasi yang sama, usia alat batu tersebut diperkirakan berada dalam rentang 1,04 hingga 1,48 juta tahun, menempatkan Sulawesi sebagai titik potensial awal migrasi manusia purba sebelum mereka mencapai Pulau Flores.

“Saya rasa ini adalah satu keping teka-teki yang memperkuat teori bahwa Sulawesi adalah titik awal migrasi manusia purba ke Flores,” ujar Dr. Brumm seperti dikutip dari IFL Science.

Lebih Tua dari Temuan di Flores

Sebelumnya, alat-alat batu di Flores diperkirakan berusia sekitar 1,02 juta tahun. Kini, dengan penemuan baru dari Sulawesi yang lebih tua, muncul hipotesis baru bahwa para manusia purba di Flores mungkin berasal dari Sulawesi, bukan langsung dari daratan Asia Tenggara seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Flores memang telah lama menjadi pusat perhatian para arkeolog setelah ditemukannya fosil Homo floresiensis, spesies manusia purba berpostur mungil yang hidup sekitar 60.000 hingga 100.000 tahun lalu. Spesies mungil serupa, Homo luzonensis, juga ditemukan di Filipina, tepatnya di Pulau Luzon.

Namun, temuan di Sulawesi memperluas cakupan wilayah Wallacea, zona biogeografi yang memisahkan Asia dan Australia, sebagai koridor penting migrasi manusia awal.

Masih Banyak Misteri Tersisa

Meski penemuan ini sangat penting, para peneliti masih menghadapi sejumlah pertanyaan besar. Hingga kini, belum ditemukan fosil manusia purba di Sulawesi yang bisa mengungkap siapa sebenarnya pembuat alat-alat batu tersebut.

“Tanpa fosil manusia, kita belum bisa memastikan apakah mereka adalah Homo erectus, Homo floresiensis, atau mungkin spesies lain yang belum diketahui,” jelas Brumm.

Hipotesis utama saat ini menyebut bahwa Homo floresiensis adalah keturunan Homo erectus yang mengalami island dwarfism—fenomena evolusi di mana spesies yang terisolasi di pulau-pulau cenderung menyusut ukurannya karena tekanan lingkungan.

Apakah manusia purba di Sulawesi juga mengalami evolusi serupa? Apakah mereka terkait dengan Homo floresiensis? Semua pertanyaan ini masih menunggu jawaban dari temuan fosil yang lebih lengkap.

Bagaimana Manusia Purba Bisa Tiba di Sulawesi?

Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana manusia purba bisa mencapai Pulau Sulawesi, mengingat lokasi geografisnya yang terpisah oleh lautan.

Dr. Brumm meragukan bahwa manusia purba dari era itu memiliki kemampuan navigasi laut seperti manusia modern. Ia bahkan menduga bahwa perjalanan melintasi laut pertama manusia bisa saja terjadi secara tidak sengaja, mirip dengan bagaimana hewan seperti monyet atau tikus tersebar secara alami ke pulau-pulau.

“Mungkin mereka terdampar akibat arus laut atau hanyut di atas rakit alami, bukan karena kemampuan membuat perahu,” katanya.

Menjawab Sejarah Migrasi Manusia di Asia Tenggara

Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa kepulauan Indonesia bagian timur, khususnya Wallacea, memainkan peran penting dalam jalur migrasi awal manusia purba antara Asia dan Australia.

Namun demikian, masih banyak misteri tentang interaksi antarspesies manusia di wilayah ini. Ketika manusia modern (Homo sapiens) pertama kali tiba di Sulawesi sekitar 65.000 tahun lalu, tidak diketahui apakah populasi manusia purba sebelumnya masih ada atau telah punah.

“Apa yang terjadi ketika Homo sapiens tiba di Sulawesi? Apakah mereka bertemu dengan populasi manusia purba yang lebih tua? Apakah terjadi interaksi, atau bahkan kawin silang?” tutur Brumm.

Penemuan alat batu prasejarah berusia hingga 1,5 juta tahun di Sulawesi membuka babak baru dalam studi evolusi manusia dan migrasi prasejarah di Asia Tenggara. Bukti ini tidak hanya menjadikan Sulawesi sebagai lokasi penting dalam sejarah manusia, tetapi juga menantang pemahaman lama tentang asal-usul spesies seperti Homo floresiensis.

Meskipun banyak misteri yang masih belum terpecahkan, satu hal kini jelas: Sulawesi menyimpan kunci penting dalam memahami perjalanan panjang manusia dari Afrika menuju Asia dan Pasifik.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • pear cake

    5 Rahasia Pear Cake Versi Ringan, Teksturnya Lembut dan Rasanya Nggak Enek

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pear cake atau kue pir dikenal dengan teksturnya yang lembut, aroma buah yang segar, serta rasa manis alami yang tidak berlebihan. Kue ini cocok dijadikan camilan sehat di rumah, teman minum teh, atau hidangan spesial untuk keluarga. Kabar baiknya, pear cake juga bisa dibuat versi ringan lebih rendah gula dan lemak tanpa mengorbankan rasa. […]

  • pola tidur

    Pola Tidur Siang Disebut Bikin Makin Cerdas, Ini Dampak Biphasic Sleep bagi Kesehatan Otak

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Jakarta— Tidur siang sering kali dipandang sebagai kebiasaan anak-anak atau tanda kemalasan. Namun, riset terbaru mengungkap bahwa pola tidur biphasic (dua kali sehari) yang mencakup tidur siang singkat justru dapat memberikan manfaat besar bagi kecerdasan dan kesehatan otak. Konsep biphasic sleep—yakni membagi waktu tidur dalam dua periode, biasanya tidur malam dan tidur siang singkat—kini […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

    Walkot Semarang Ungkap Banjir di Perum Dinar Indah Meteseh karena Luapan Kali Babon

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Banjir kiriman melanda wilayah Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Kota Semarang, pada Sabtu (14/3/2025) malam hingga Minggu (15/3/2026) pagi. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyebutkan, sebelum banjir daerah hulu dilanda hujan intensitas tinggi. Hal itu menyebabkan tanggul sungai Kali Babon meluap, sehingga menggenangi wilayah yang lebih rendah, dan masuk ke permukiman warga. “Penyebab […]

  • Konferensi Bunda PAUD Kota Semarang /semarangkota

    Agustina Ungkap Angka Partisipasi PAUD Kota Semarang di Atas Rata-rata

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina mengungkapkan bahwa angka partisipasi PAUD di Kota Semarang berada di atas rata-rata provinsi yaitu 97 persen. Menurutnya, ini merupakan capaian membanggakan dalam layanan pendidikan anak usia dini mengingat rata-rata tingkat provinsi masih sekitar 50 persen. Keberhasilan ini juga menunjukkan jika masyarakat Semarang semakin sadar akan pentingnya pendidikan bagi […]

  • pembacokan

    Kasus Pembacokan di Tambakromo Pati: Korban Mengaku Diteror Sejak Tahun 2025

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Seorang pria di Pati, berinisial MAY atau A, diduga tega meneror dan membacok perempuan karena ditolak taaruf. Akibat perbuatannya, korban berinisial DS mengalami luka berat hingga dirawat di rumah sakit. Peristiwa itu terjadi di rumah korban Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (23/07/2026). Awalnya, pelaku masuk melalui pintu belakang rumah dengan membawa linggis […]

  • Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, beberkan sejumlah inovasi di tingkat OPD guna mendukung kesejahteraan. Inovasi-inovasi tersebut ada di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pendidikan, hingga teknologi. Adapun inovasi di bidang pertanian yang menjadi kekuatan utama, sesuai dengan slogan Pati Bumi Mina Tani, adalah program 10 ton per hektare. Risma menyampaikan bahwa […]

expand_less