Madrasah dan Pesantren Didorong Penguatan Pendidikan Berbasis AI
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 27 Jan 2026
- visibility 29

Foto: Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (Sumber: ig)
Kabarjatengterkini.com – Madrasah dan Pesantren di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, didorong terus menerapkan strategi pendidikan dengan penguatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pelatihan AI oleh Microsoft.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, target pelatihan AI oleh Microsoft sebanyak 50 ribu peserta. Sementara, saat ini, pelatihan tersebut sudah menyasar kepada 15.000 peserta di 1.300 madrasah dan pesantren.
“Targetnya 50.000 peserta. Jadi ini kita genjot terus,” kata Gibran.
Kecerdasan buatan (AI) dinilai bisa membantu para siswa dalam belajar dan mempelajari sesuatu yang baru. AI bisa digunakan sebagai alat bantu, sekaligus memperluas jangkauan sumber literasi generasi muda.
Tak hanya penguatan AI di madrasah dan pesantren, pemerintah juga menegaskan komitmen pendidikan di Indonesia Timur, terutama wilayah Papua, yang menjadi salah satu faktor pemerataan pembangunan di Indonesia.
“Pembangunan di Papua ini terus kita kejar di tahun 2026, dan seterusnya,” tegas Gibran.
Pihaknya juga menargetkan pembangunan 20 RS di Papua hingga 2029 demi meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Selain sektor kesehatan, pengembangan fasilitas olahraga juga diperhatikan, mengingat besarnya potensi generasi muda Papua di bidang olahraga.
Selain beberapa program tersebut, pihaknya juga memastikan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, tetap berjalan secara konsisten. Beberapa di antaranya, meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, hingga Kampung Nelayan.
“Dengan program-program ini, kami optimistis persoalan inflasi, gini rasio, dan ketimpangan bisa ditekan,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

