Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 13

Grobogan, Kabarjatengterkini.com – Terungkap penyebab padamnya Api Abadi Mrapen sejak awal tahun 2026 yang lalu. Kobaran api tersebut bisa mati karena saluran gas di bawahnya tersumbat dengan lumpur.

“Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” kata Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, Selasa (3/2/2026), dikutip Detik.

Ia menjelaskan, gasnya tidak mati sepenuhnya, melainkan muncul hanya sedikit. Kapasitas gas yang menyuplai sumber api pun masih cukup banyak. Namun, karena saluran gas tersebut terhalang lumpur, jadi api yang dihasilkan pun menjadi tersendat.

Nantinya, pihak ESDM Jateng akan melakukan perawatan dengan membersihkan saluran gasnya. Ia menargetkan proses ini rampung sekitar satu minggu sampai dengan kondisi Api Abadi mrapen kembali berfungsi normal.

“Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula,” ujar Dwi.

“Nanti akan segera dilakukan treatment, mudah-mudahan seminggu ini bisa normal seperti sedia kala,” pungkasnya.

Pembersihan dilakukan dengan metode flushing atau membersihkan agar lumpur yang menyumbat bisa mengalir.

“Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi),” ungkap Dwi.

Diberitakan sebelumnya, Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan padam sejak awal tahun 2026. Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Cabdin ESDM) Wilayah Kendeng Selatan langsung berkoordinasi dengan Dinas ESDM Induk.

Lewat koordinasi tersebut, pihaknya melakukan pengecekan awal ke lokasi. Survei tersebut dijadwalkan pada hari Selasa (3/2/2026) untuk mengetahui penyebab pasti padamnya Api Abadi Mrapen.

“Segera untuk minggu depan akan dijadwalkan tinjau lokasi dan survei awal terhadap padamnya api Mrapen. InshaAllah dijadwalkan Selasa,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Besar, Pemprov Rencanakan Tambah Kawasan Industri di Jateng

    Potensi Besar, Pemprov Rencanakan Tambah Kawasan Industri di Jateng

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berencana menambah kawasan industri di beberapa daerah. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mengembangkan iklim investasi di Jateng. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Ahmad Luthfi bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kawasan industri di Cilacap dan Kebumen. Selain itu, Kawasan Industri Kendal (KIK) juga akan diperluas. […]

  • brebes

    Perusahaan China Bangun Pabrik Tekstil di Brebes, Bisa Serap 6 Ribu Tenaga Kerja

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 204
    • 0Komentar

    KabarJatengTerkini.com – Perusahaan asal China PT Xinhai Knitting membangun pabrik di Brebes, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp675 miliar. Pabrik yang beroperasi di bidang tekstil tersebut diperkirakan bisa menyerap 6 ribu tenaga kerja ke depannya. Pembangunan pabrik di Desa Ciampel, Kecamatan Kersana itu disambut hangat oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Ia berharap, pembangunan dan […]

  • Pemprov Jateng Dorong Hilirisasi Industri, Bisa Tingkatkan Nilai Tambah dan Pendapatan

    Pemprov Jateng Dorong Hilirisasi Industri, Bisa Tingkatkan Nilai Tambah dan Pendapatan

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Hilirisasi industri dianggap bisa meningkatkan nilai tambah (value added) produk yang ditawarkan. Nantinya, hal ini secara kumulatif bisa berdampak pada peningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno dalam Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan (Pusaka Jateng 2025). Hilirisasi ini bisa dilakukan pada komoditas utama ekspor Indonesia, seperti […]

  • Gubernur Jawa Tenga, Ahmad Luthfi.

    Pemprov Jateng Bakal Tanggung Proses Pemulangan Jenazah Korban Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan akan menanggung seluruh proses pemulangan korban meninggal dunia pada insiden kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak, Kota Semarang. “Langkah yang kita lakukan terkait dengan kecelakaan lalu lintas ini memang kewenangan kepolisian, tapi saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk memastikan bahwa dari 34 penumpang, […]

  • Bupati Rembang Sampaikan 4 Tujuan Pembangunan Daerah 2026 dalam Nota Keuangan RAPBD

    Bupati Rembang Sampaikan 4 Tujuan Pembangunan Daerah 2026 dalam Nota Keuangan RAPBD

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Melalui penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026, Bupati Rembang, Harno menguraikan empat tujuan terkait pembangunan daerah tahun 2026. Empat tujuan tersebut, di antaranya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, pertumbuhan pendapatan dan produktivitas masyarakat serta mewujudkan keamanan yang ditopang melalui pembangunan infrastruktur […]

  • sengketa

    Indonesia Menang Sengketa Perdagangan Biodiesel Melawan Uni Eropa di WTO

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Indonesia berhasil memenangkan gugatan perdagangan yang diajukan kepada Uni Eropa (UE) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), terkait penerapan bea imbalan (countervailing duties) terhadap impor biodiesel dari Indonesia. Sengketa ini dikenal dengan nama Sengketa DS618. Kemenangan ini diumumkan oleh Panel WTO yang terdiri atas perwakilan dari Afrika Selatan, Meksiko, dan Belgia pada Jumat (22/8), yang […]

expand_less