Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 47

Grobogan, Kabarjatengterkini.com – Terungkap penyebab padamnya Api Abadi Mrapen sejak awal tahun 2026 yang lalu. Kobaran api tersebut bisa mati karena saluran gas di bawahnya tersumbat dengan lumpur.

“Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” kata Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, Selasa (3/2/2026), dikutip Detik.

Ia menjelaskan, gasnya tidak mati sepenuhnya, melainkan muncul hanya sedikit. Kapasitas gas yang menyuplai sumber api pun masih cukup banyak. Namun, karena saluran gas tersebut terhalang lumpur, jadi api yang dihasilkan pun menjadi tersendat.

Nantinya, pihak ESDM Jateng akan melakukan perawatan dengan membersihkan saluran gasnya. Ia menargetkan proses ini rampung sekitar satu minggu sampai dengan kondisi Api Abadi mrapen kembali berfungsi normal.

“Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula,” ujar Dwi.

“Nanti akan segera dilakukan treatment, mudah-mudahan seminggu ini bisa normal seperti sedia kala,” pungkasnya.

Pembersihan dilakukan dengan metode flushing atau membersihkan agar lumpur yang menyumbat bisa mengalir.

“Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi),” ungkap Dwi.

Diberitakan sebelumnya, Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan padam sejak awal tahun 2026. Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Cabdin ESDM) Wilayah Kendeng Selatan langsung berkoordinasi dengan Dinas ESDM Induk.

Lewat koordinasi tersebut, pihaknya melakukan pengecekan awal ke lokasi. Survei tersebut dijadwalkan pada hari Selasa (3/2/2026) untuk mengetahui penyebab pasti padamnya Api Abadi Mrapen.

“Segera untuk minggu depan akan dijadwalkan tinjau lokasi dan survei awal terhadap padamnya api Mrapen. InshaAllah dijadwalkan Selasa,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Salurkan Bantuan pada Korban Terdampak Kebakaran Sumur Minyak Blora

    Pemprov Jateng Salurkan Bantuan pada Korban Terdampak Kebakaran Sumur Minyak Blora

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 115
    • 0Komentar

      Blora, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah salurkan bantuan kepada masyarakat terdampak insiden kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Adapun bantuan yang diserahkan totalnya Rp180 juta. Rinciannya berupa uang Rp40 juta dari Baznas Jateng untuk keluarga yang meninggal dunia dan korban luka; dan logistik dan peralatan senilai […]

  • jejak kaki

    Jejak Kaki Neanderthal Ditemukan di Portugal: Petunjuk Aktivitas Manusia Purba 78.000 Tahun Lalu

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Portugal, Kabarjatengterkini.com – Penemuan mengejutkan berhasil mengungkap jejak aktivitas manusia purba di pesisir selatan Portugal. Sepasang ilmuwan, Carlos Neto de Carvalho dan Yilu Zhang, secara tak sengaja menemukan jejak kaki Neanderthal kuno di pantai Monte Clérigo, tepat menjelang diberlakukannya lockdown COVID-19 pertama pada Maret 2020. Penemuan ini menjadi temuan penting dalam bidang arkeologi dan paleontologi, memperluas […]

  • bolu pandan

    Resep Bolu Pandan Lapis Keju Mini yang Lembut dan Wangi

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Bolu pandan lapis keju mini adalah salah satu kue yang sangat digemari karena teksturnya yang lembut, aroma pandan yang harum, serta tambahan lapisan keju yang memberikan cita rasa gurih dan lezat. Kue ini cocok dinikmati saat santai bersama keluarga atau sebagai hidangan istimewa untuk berbagai acara. Jika Anda ingin membuat bolu pandan lapis keju […]

  • Kemensos Sudah Salurkan Rp4 Miliar ke Korban Banjir Jateng

    Kemensos Sudah Salurkan Rp4 Miliar ke Korban Banjir Jateng

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak banjir di Jawa Tengah, termasuk di Semarang dan sekitarnya. Adapun jumlah bantuan yang disalurkan mencapai Rp4 miliar. Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menjelaskan, bantuan itu berupa makanan siap saji, pakaian layak untuk lansia, makanan anak-anak, hingga obat-obatan. Selain itu, dibangun pula […]

  • Kawasan Dataran Tinggi Dieng Ditetapkan Sebagai Geopark Nasional

    Kawasan Dataran Tinggi Dieng Ditetapkan Sebagai Geopark Nasional

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 114
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Kawasan Dataran Tinggi Dieng ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Kementerian ESDM RI lewat Surat Keputusan Nomor 172.K/GL.01/MEM.G/2025 yang diterbitkan pada tanggal 7 Mei 2025. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin berharap, penetapan Taman Geopark Nasional Dieng bisa mendorong pengembangan pariwisata di Jawa Tengah. Sehingga, pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan […]

  • Ratusan Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santuan di Bulan Ramadan

    Ratusan Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santuan di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 300 mualaf se-Kabupaten Pati menerima santunan dan paket bingkisan di momen bulan Ramadan 1447 Hijriah ini. Paket bantuan itu berupa beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, teh, mi instan 5 bungkus, 1 buah sajadah, dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Santunan dan paket Ramadan itu […]

expand_less