Profil Jeffrey Epstein, Miliarder di Balik Skandal Besar
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- visibility 14

Kabarjatengterkini.com- Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan global. Kasusnya bahkan disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar yang pernah mengguncang dunia. Tidak hanya ramai dibahas di luar negeri, warganet Indonesia pun ikut menyoroti sosok kontroversial ini.
Perhatian publik semakin meningkat setelah dokumen raksasa yang dikenal sebagai “Epstein Files” dirilis. Berkas tersebut dikabarkan mencapai sekitar tiga juta halaman dan berisi berbagai informasi penting terkait jaringan perdagangan seks yang melibatkan Epstein.
Yang membuat masyarakat semakin geger, dokumen itu juga memuat nama sejumlah tokoh berpengaruh dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski begitu, kemunculan nama dalam dokumen tidak selalu berarti keterlibatan dalam tindak kejahatan, sehingga banyak pihak masih menunggu kejelasan fakta hukum.
Lantas, siapa sebenarnya Jeffrey Epstein?
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein lahir dan dibesarkan di New York, Amerika Serikat. Pada pertengahan 1970-an, ia sempat bekerja sebagai guru matematika dan fisika di Dalton School, sebuah sekolah swasta bergengsi di Manhattan.
Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang keuangan, Epstein perlahan membangun karier di dunia ekonomi. Ia pernah bekerja sebagai broker, investor, hingga pemodal berbagai usaha besar. Dalam waktu relatif singkat, namanya dikenal di kalangan elite finansial.
Epstein juga dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan jarang tampil di media. Namun, kehidupan pribadinya kerap menarik perhatian karena hubungannya dengan sejumlah wanita terkenal. Salah satunya adalah Eva Birgitta Andersson-Dubin, pemenang Miss Swedia 1980.
Di balik citra pengusaha sukses, Epstein ternyata menyimpan sisi gelap. Hingga akhir hayatnya, ia dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual yang kasusnya mengguncang dunia.
Awal Terungkapnya Kejahatan Epstein
Kasus Jeffrey Epstein mulai terkuak pada 2005. Saat itu, orang tua seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di rumah mewah Epstein di Palm Beach, Florida.
Penyelidikan polisi kemudian menemukan berbagai bukti mencurigakan, termasuk foto-foto gadis muda yang tersebar di dalam rumah. Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.
Pada 2008, Epstein divonis bersalah karena meminta layanan prostitusi dari gadis di bawah umur. Ia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara. Namun, keputusan hukum tersebut menuai kritik karena Epstein hanya menjalani sekitar 13 bulan sebelum akhirnya dibebaskan.
Banyak pihak menilai hukuman itu terlalu ringan mengingat beratnya kejahatan yang dilakukan.
Kekayaan Jeffrey Epstein
Menurut laporan Forbes, kekayaan Jeffrey Epstein mencapai sekitar 578 juta dolar Amerika Serikat saat ia meninggal pada 2019. Jika dikonversikan dengan kurs Rp16.770 per dolar AS pada awal Februari 2026, jumlah itu setara dengan kurang lebih Rp9,6 triliun.
Sumber kekayaan Epstein sebagian besar dikaitkan dengan hubungan bisnisnya bersama para miliarder. Dua nama yang paling sering disebut adalah Les Wexner dan Leon Black.
Les Wexner, CEO Victoria’s Secret, dilaporkan membayar Epstein sekitar 200 juta dolar AS dalam rentang waktu 1991 hingga 2007 sebelum hubungan keduanya berakhir karena konflik.
Sementara itu, Leon Black, pendiri perusahaan ekuitas swasta Apollo Global Management, diketahui membayar Epstein sekitar 170 juta dolar AS antara 2012 hingga 2017.
Selain itu, Epstein juga memiliki hubungan finansial dengan bank besar JPMorgan Chase. Lembaga keuangan tersebut mengizinkan Epstein menarik dana tunai dalam jumlah besar selama periode 1998 hingga 2013.
Meski pernah bekerja sama, sejumlah tokoh tersebut kemudian menyatakan penyesalan atas hubungan mereka dengan Epstein setelah kasusnya terungkap ke publik.
Apa Itu Epstein Files?
Epstein Files adalah kumpulan dokumen besar yang berkaitan dengan kasus perdagangan seks Jeffrey Epstein serta kaki tangannya, Ghislaine Maxwell. Berkas ini berisi berbagai data penting, mulai dari catatan perjalanan, daftar kontak, rekaman komunikasi, hingga email.
Dokumen tersebut diyakini mampu mengungkap jaringan luas yang diduga terhubung dengan Epstein, termasuk interaksinya dengan para tokoh dunia dari berbagai bidang.
Sebenarnya, Epstein Files telah lama menjadi perhatian publik, terutama setelah Epstein ditemukan meninggal dunia di sel tahanannya pada Agustus 2019. Saat itu, ia tengah menghadapi dakwaan serius terkait perdagangan seks.
Kematian Epstein pun memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi. Banyak orang mempertanyakan bagaimana seorang tahanan dengan pengawasan ketat bisa meninggal secara misterius.
Mengapa Kasus Ini Kembali Viral?
Kembalinya Epstein Files ke ruang publik membuat rasa penasaran masyarakat kembali memuncak. Banyak yang berharap dokumen tersebut dapat membuka tabir jaringan kejahatan yang selama ini dianggap sulit disentuh hukum.
Selain itu, keterkaitan nama-nama besar membuat kasus ini tidak hanya menjadi isu kriminal, tetapi juga skandal internasional yang berdampak pada dunia politik, bisnis, dan sosial.
Hingga kini, kasus Jeffrey Epstein masih meninggalkan banyak pertanyaan. Meski pelaku utamanya telah meninggal, penyelidikan terhadap jaringan serta pihak-pihak yang mungkin terlibat terus menjadi sorotan.
Satu hal yang pasti, skandal ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi di lingkaran kekuasaan sekalipun — dan transparansi hukum tetap menjadi kunci untuk mengungkap kebenaran.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

