Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Bumirejo Pati Pasang Spanduk
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 8

Foto: warga Desa Bumirejo Pati protes jalan rusak tak kunjung diperbaiki (Sumber: kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Warga Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, protes jalan rusak di wilayahnya tak kunjung diperbaiki. Padahal, kerusakan jalan sepanjang satu kilometer itu sudah terjadi selama satu tahun lebih.
Aksi unjuk rasa dilakukan dengan memasang spanduk di sepanjang jalan sejak 3 hari lalu. Spanduk itu bertuliskan, “Kami nggak butuh janji kami butuh bukti”, “Dalan Rusak Sepanjang Masa”, serta “#Piye Kabare Perangkat”.
Warga desa bernama Roni menjelaskan bahwa jalan rusak itu merupakan kewenangan pihak pemerintah kabupaten. Warga setempat juga pernah mengadukan masalah itu ke kepala desa, namun tak kunjung ada penanganan.
“Ini katanya kepala desa, jalan ini milik kabupaten. Warga sudah pernah mengadu ke Pak Lurah,” ujar Roni.
Ia menjelaskan, tujuan pemasangan spanduk di sepanjang jalan itu untuk menyampaikan protes dan sindiran kepada para pemangku kebijakan. Harapannya, jalan di Desa Bumirejo itu dapat segera diperbaiki.
“Harapannya diperbaiki, supaya tidak ada kecelakaan. Kalau halus kan enak,” terang dia.
Kepala Desa Bumirejo, Abdul Hadi, menjelaskan pihaknya sudah mengirim surat permintaan perbaikan jalan rusak di Dukuh Blado, Desa Bumirejo, kepada DPUTR Pati sebanyak dua kali. Pemerintah menjanjikan jalan rusak diperbaiki menggunakan APBD Perubahan 2026 ini.
“Kami sudah ketemu Pak Riyoso sudah dijanjikan untuk diperbaiki di perubahan nanti bulan November informasinya seperti itu,” ucapnya.
Ia menjelaskan, jalan di area itu rusak sejak sebelum Lebaran 2026, dan sudah diperbaiki setelahnya. Namun, jalan itu kembali mengalami kerusakan selama musim hujan.
“Itu rusaknya jelang lebaran, waktu lebaran sudah kami perbaiki untuk hanya perbaikan. Terus ada musim hujan rusak lagi, kami hanya bisa merawat membantu seperti itu,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

