Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 28 Agu 2025
- visibility 119

Foto: Wagub Jateng Taj Yasin (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Perundungan atau bullying di institusi pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak mental dan fisik korban, namun juga berdampak pada moral masyarakat.
Menanggapi isu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng menggalakkan program Pondok Pesantren Ramah Anak. Program tersebut juga didukung oleh United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menyayangkan masih ada kasus kekerasan dan bullying terjadi di Jawa Tengah (Jateng). Maka dari itu, pihaknya terus berupaya menjadikan Jateng zero bullying (nol perundungan).
“Kita dituntut untuk zero bullying di Jawa Tengah, baik di sekolah maupun di pesantren,” kata dia, Rabu (27/8/2025).
Diketahui, jumlah pondok pesantren (Ponpes) di Jateng mencapai 5.364 lembaga, dengan jumlah santri mencapai 520.014 orang. Untuk menyukseskan program, ia mengimbau Ponpes di Jateng membentuk Satgas penanganan kekerasan yang beroperasi secara transparan.
Sementara itu, Kanwil Kemenag Jateng juga akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengawal program ini dengan baik. Adapun sasaran edukasi program Pondok Pesantren Ramah Anak, ditujukan kepada tenaga pendidik, santri, hingga orang tua. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

