Hasil Panen Melon The Blues di Desa Brangkal Sragen Diharap Bisa Dukung Program MBG
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 29 Sep 2025
- visibility 127

Foto: Panen perdana melon The Blues di Desa Brangkal Sragen (Sumber: Dok. Pemkab Sragen)
Sragen, Kabarjatengterkini.com – Panen perdana melon varietas The Blues diharapkan bisa mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sragen. Apalagi, buah melon merupakan salah satu jenis buah yang kaya akan nutrisi bermanfaat bagi anak.
Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Suroto menyampaikan, panen perdana dilakukan di lahan BUMDes Maju Lancar, Dukuh Cikalan, Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong baru-baru ini. Lahan itu merupakan lahan sewa seluas 250 meter persegi yang dikontrak selama lima tahun
“Panen ini adalah bukti nyata komitmen Pemkab Sragen memperkuat ketahanan pangan. Saya mengajak camat, lurah, dan kepala desa bersama masyarakat, mendukung program MBG, agar kebutuhan buah dan sayur untuk anak-anak bisa dipenuhi dari Sragen sendiri,” kata dia, Minggu (28/9/2025).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah berupaya mendukung produksi para petani. Salah satunya, dengan membangun infrastruktur irigasi yang mengalirkan air ke tempat-tempat pembudidayaan. Hal ini berdampak pada peningkatan hasil produksi.
“Dulu mencari air saja harus ke sendang atau sungai. Sekarang, alhamdulillah, berkat pembangunan nasional, minimal 70 persen lahan sudah bisa panen tiga kali setahun. Ini harus kita jaga dan kelola dengan baik,” ujarnya.
Untuk panen perdana ini, hasilnya diperkirakan mencapai 1 ton dengan harga jual ditetapkan Rp25 ribu per kilogram. Ini juga akan menjadi model pengembangan budidaya melon di Brangkal sekaligus mendukung pasokan buah untuk program MBG di wilayah Gemolong
Wabup Sragen meminta kepada pemerintah desa dan petani untuk melakukan evaluasi setiap waktu panen. Tujuannya, agar budidaya melon berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan program MBG.
“Agribisnis harus ditata, dikelola, dan dihitung dengan baik. Manfaatkan permodalan seperti KUR Pertanian agar produktivitas terus meningkat,” imbuhnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

