Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kapal Nelayan Surya Bahari Rawasaban Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 5 Nelayan Masih Hilang

Kapal Nelayan Surya Bahari Rawasaban Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 5 Nelayan Masih Hilang

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
  • visibility 228

Kabarjatengterkini.com– Sebuah kapal nelayan bernama Surya Bahari Rawasaban dilaporkan tenggelam di perairan antara Pulau Bokor dan Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.

Insiden tersebut melibatkan delapan nelayan yang tengah beroperasi di wilayah perairan Kepulauan Seribu. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan upaya penyelamatan yang telah dilakukan.

Kronologi Kejadian

Kapal Surya Bahari Rawasaban berangkat dari Muara, Jakarta pada Senin malam (6/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Kepulauan Seribu.

Saat tengah beroperasi di sekitar Pulau Bokor dan Pulau Dapur, kapal tersebut mengalami kecelakaan dan tenggelam sekitar pukul 03.00 WIB pada Selasa pagi.

Menurut Muhammad Yohan, insiden tenggelamnya kapal tersebut terjadi di lokasi yang cukup jauh dari daratan, membuat proses evakuasi menjadi lebih kompleks.

“Kapal berangkat dari Muara pada Senin malam pukul 21.00 WIB dan tenggelam sekitar pukul 03.00 WIB dini hari di sekitar Pulau Bokor dekat Pulau Dapur,” ujar Yohan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (8/10/2025).

Proses Penyelamatan dan Pencarian Korban

Dari delapan nelayan yang berada di kapal tersebut, tiga orang telah berhasil diselamatkan, sementara lima lainnya masih dalam pencarian. Tim penyelamat yang terdiri dari petugas BPBD DKI Jakarta, SAR, serta pihak terkait lainnya, segera melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal patroli dan alat bantu lain yang tersedia.

BPBD DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Basarnas, Polair, dan TNI AL, untuk memperluas area pencarian. Mengingat kondisi cuaca yang dinamis dan perairan yang cukup berbahaya, upaya pencarian memerlukan perhatian ekstra.

“Kami memperluas area pencarian untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat, mengingat medan perairan Kepulauan Seribu yang cukup sulit,” kata Yohan.

Cuaca di perairan Kepulauan Seribu pada saat kejadian dilaporkan cukup buruk, dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang membuat proses penyelamatan menjadi lebih menantang.

“Cuaca memang menjadi faktor yang memperlambat pencarian, namun kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar operasi pencarian dan penyelamatan bisa berjalan maksimal,” tambah Yohan.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

BPBD DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada pencarian korban yang masih hilang, namun juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan tim penyelamat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat di wilayah perairan tersebut. Oleh karena itu, BPBD bersama tim SAR terus memonitor situasi dan melakukan tindakan preventif untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

Selain itu, pihak Polisi Perairan (Polair) juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan membantu dalam proses evakuasi korban. Mereka bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut untuk memastikan area perairan tetap aman bagi tim penyelamat.

Kerugian Materiil Masih Dalam Pendataan

Terkait dengan kerugian materiil yang ditimbulkan akibat tenggelamnya kapal Surya Bahari Rawasaban, Yohan mengatakan bahwa pihak BPBD DKI Jakarta masih melakukan pendataan.

Estimasi kerugian materiil baru akan diketahui setelah seluruh pencarian selesai dilakukan. Namun, yang menjadi prioritas utama saat ini adalah upaya penyelamatan lima nelayan yang masih hilang.

“Fokus utama kami saat ini adalah menemukan korban yang belum ditemukan. Estimasi kerugian materiil masih dalam pendataan, dan akan kami laporkan setelah semua korban ditemukan,” kata Yohan.

Kondisi Perairan Kepulauan Seribu

Perairan Kepulauan Seribu memang dikenal memiliki tantangan tersendiri bagi para nelayan dan kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.

Cuaca yang sering berubah secara mendadak, gelombang tinggi, serta lokasi yang cukup jauh dari daratan menjadikan wilayah ini cukup berisiko, terutama bagi kapal-kapal kecil yang tidak dilengkapi dengan alat navigasi modern atau sistem deteksi cuaca yang memadai.

Selain itu, Kepulauan Seribu yang terdiri dari banyak pulau dan perairan yang relatif tersebar, sering menjadi lokasi beroperasinya para nelayan tradisional. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan persiapan yang lebih matang bagi nelayan yang bekerja di wilayah tersebut.

Hingga kini, upaya pencarian lima nelayan yang masih hilang terus dilakukan oleh tim penyelamat yang telah dikerahkan. Masyarakat diminta untuk tetap mengikuti informasi yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya.

Pihak kepolisian dan instansi yang terlibat juga mengimbau agar nelayan dan masyarakat yang berada di sekitar Kepulauan Seribu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Semoga lima nelayan yang masih hilang segera ditemukan dengan selamat, dan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan saat beroperasi di perairan yang berisiko tinggi.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • brebes

    Perusahaan China Bangun Pabrik Tekstil di Brebes, Bisa Serap 6 Ribu Tenaga Kerja

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 371
    • 0Komentar

    KabarJatengTerkini.com – Perusahaan asal China PT Xinhai Knitting membangun pabrik di Brebes, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp675 miliar. Pabrik yang beroperasi di bidang tekstil tersebut diperkirakan bisa menyerap 6 ribu tenaga kerja ke depannya. Pembangunan pabrik di Desa Ciampel, Kecamatan Kersana itu disambut hangat oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Ia berharap, pembangunan dan […]

  • Jumlah Desa Mandiri Melonjak Selama Setahun, Pemprov Sebut Indikasi Pemerataan Pembangunan

    Jumlah Desa Mandiri Melonjak Selama Setahun, Pemprov Sebut Indikasi Pemerataan Pembangunan

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jumlah desa mandiri di Jawa Tengah mengalami lonjakan sejak 2025. Diketahui, pada akhir tahun 2025 mencapai 2.208 desa dari 1.530 desa pada tahun 2024. Lonjakan jumlah desa mandiri tersebut mengindikasikan keberhasilan pembangunan desa selama setahun terakhir. Harapannya, pembangunan desa di Jawa Tengah semakin merata, sehingga turut mendukung peningkatan kesejahteraan warganya. “Lonjakan desa mandiri […]

  • Pemkot Semarang Siapkan Penanganan Jangka Pendek-Panjang Terkait Dampak Jebolnya Tanggul Kali Plumbon

    Pemkot Semarang Siapkan Penanganan Jangka Pendek-Panjang Terkait Dampak Jebolnya Tanggul Kali Plumbon

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul Kali Plumbon, Mangkang. Terkait hal ini, pihaknya bersama pihak terkait menyiapkan langkah-langkah penanganan pascabencana. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, penanganan tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Setelah itu, baru dilanjutkan pembangunan dan penguatan infrastruktur tanggul sungai dan relokasi. “Penanganan […]

  • makam

    Makam Raja Pertama Caracol Ditemukan Setelah 40 Tahun Penggalian: Tonggak Baru Arkeologi Peradaban Maya

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Setelah lebih dari 40 tahun penggalian intensif, para arkeolog akhirnya berhasil menemukan makam Raja Te K’ab Chaak, raja pertama dari kota kuno Caracol, salah satu pusat peradaban Maya terbesar dan paling berpengaruh di dataran rendah Amerika Tengah pada abad ke-6 dan ke-7. Penemuan ini menjadi momen penting dalam dunia arkeologi, mengingat Caracol telah […]

  • good governance

    Wali Kota Semarang Minta Pengelolaan APBD Berdasarkan Prinsip Good Governance

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng minta pengelolaan anggaran daerah berdasarkan prinsip good governance. Artinya, setiap pengeluaran rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan dengan berasaskan transparansi, akuntabilitas, serta berorientasi pada kebermanfaatan bersama. “Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD digunakan dengan penuh tanggung jawab, berorientasi pada kepentingan publik, dan […]

  • kpk

    KPK Ungkap Keterlibatan Tim Sukses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan mengungkap dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo, beserta tim suksesnya. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 19 Januari 2026 berhasil mengamankan Sudewo, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga menyeret beberapa anggota […]

expand_less