Perusahaan China Bakal Bangun Pabrik di Tegal, Hadirkan Nilai Investasi Rp50 M
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025
- visibility 114

Foto: Perusahaan China Bakal Bangun Pabrik di Tegal, Hadirkan Nilai Investasi Rp50 M (Sumber: Pemprov Jateng)
Tegal, Kabarjatengterkini.com – Sebuah perusahaan asing asal China bakal bangun pabrik di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Kota Tegal. Nilai investasi yang dilakukan oleh PT Teng Fei Glory Indonesia tersebut mencapai Rp50 miliar.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono berharap, hadirnya perusahaan yang bergerak di bidang industri alas kaki dan sepatu olahraga tersebut bisa mendorong geliat ekonomi di wilayahnya. Selain itu, berdampak pada terbukanya lapangan kerja dan pengurangan angka kemiskinan.
“Kami terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah dan kompetitif. Kehadiran PT Teng Fei Glory Indonesia menjadi bukti, bahwa Tegal siap menjadi rumah bagi industri berorientasi ekspor dan padat karya,” ujarnya.
“Penyerapan tenaga kerja, juga upaya pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Tegal,” lanjut dia.
Menurut informasi, pabrik tersebut bakal dibangun di atas lahan seluas 2,93 hektare. Proyek tersebut diproyeksikan menyerap 3.000 orang tenaga kerja Indonesia (TKI), dan 15 orang tenaga kerja Asing (TKA).
Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal telah memastikan proyek tersebut telah melalui proses verifikasi dan pendampingan, serta memenuhi seluruh persyaratan teknis dan zonasi.
Senada, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa investasi penting untuk pembangunan daerah. Adapun kemudahan sistem dan pengembangan kawasan industri menjadi langkah pemprov untuk menarik lebih banyak investor menanamkan modal di Jateng.
“Hanya 15 persen kekuatan pembangunan berasal dari PAD, sisanya dari investasi. Maka, kami terus memperkuat ekosistem investasi melalui OSS, NSPK, dan pengembangan kawasan industri,” tegasnya.
Sebagai informasi, hingga triwulan III tahun ini, Jawa Tengah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp66,13 triliun, atau setara dengan 84,42 persen dari target Rp78,5 triliun. PMA berkontribusi Rp29,27 triliun (44,3 persen) dan PMDN Rp36,86 triliun (55,7 persen). (*)
- Penulis: Anisya Gusti

