Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jateng Upayakan Pengentasan Kemiskinan dengan Collaborative Governance

Jateng Upayakan Pengentasan Kemiskinan dengan Collaborative Governance

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 98

Kabarjatengterkini.com – Angka kemiskinan masih menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Berbagai langkah telah dilakukan untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya, mulai dari pemberian bantuan hingga peluang investasi untuk memperluas lapangan pekerjaan.

Ahmad Luthfi mengatakan bahwa dalam upaya pengentasan kemiskinan, penting untuk menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Menurutnya, permasalahan tersebut membutuhkan sinergitas lintas sektor.

Di Kabupaten Pati sendiri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat daerah, sama-sama turut berperan dalam hal upaya pengentasan kemiskinan. Pendekatan ini sering kali disebut dengan istilah collaborative governance.

“Pemerintah provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus menerapkan collaborative governance (pemerintahan kolaboratif) dengan seluruh stakeholder, termasuk instansi vertikal. Dan Babinsa adalah mitra strategis kami di lapangan,” ujar Luthfi.

Diketahui, Pemkab Pati memberikan operasional Rp300 ribu per bulan untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ditambah Rp200 ribu dari Pemprov Jateng, sehingga total sebesar Rp500 ribu per bulan. Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga mendapat tambahan Rp250 ribu huna mendukung peningkatan produktivitas pertanian warga miskin.

Pemprov Jateng juga mengalokasikan perbaikan untuk 995 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) khusus di Pati, Program tersebut tidak terbatas pada pembangunan rumah, tetapi terintegrasi dengan intervensi kesehatan, pendidikan, peningkatan pendapatan, dan perlindungan sosial.

“Tiga pilar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa, memantau langsung masyarakat miskin. Intervensinya bukan hanya bantuan sosial, tetapi rumahnya kita perbaiki, sanitasi kita siapkan, pekerjaannya dibantu, dan pendidikan anak-anaknya kita jamin,” terang Luthfi.

“Kalau pola ini diterapkan seluruh kabupaten/kota, tidak akan ada lagi masyarakat miskin ekstrem di Jawa Tengah. Prinsipnya sederhana, kita keroyok bareng-bareng,” tegasnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • muktamar

    Muktamar X PPP Ricuh: Mardiono vs Agus Suparmanto Saling Klaim Kemenangan

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berlangsung pada 27-29 September 2025 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, berakhir ricuh dan memunculkan dualisme kepemimpinan di tubuh partai berlambang Ka’bah ini. Kericuhan tersebut menyebabkan tiga kader PPP terluka akibat pukulan dan lemparan kursi dalam insiden yang dipicu oleh persaingan dua kubu, yakni kubu Mardiono dan […]

  • Embung Alastuwo, di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

    Sambut Musim Kemarau, Pemprov Jateng Pastikan Embung Berfungsi Optimal

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menginstruksikan pengecekan seluruh embung dan irigasi di masing-masing wilayah dalam rangka antisipasi musim kemarau kering. Pengecekan secara berkala dilakukan guna memastikan kebutuhan air baku untuk rumah tangga dan lahan pertanian terpenuhi selama musim kemarau. Dengan demikian, musim kemarau kering yang diprediksi mulai bulan April 2026 tidak mengganggu […]

  • dprd

    Aksi Demo di Pati Berakhir Usai DPRD Janji Penuhi Tuntutan Massa

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pada Jumat sore, 19 September 2025, Gedung DPRD Pati menjadi pusat perhatian setelah sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar demonstrasi besar-besaran. Massa yang berkumpul sekitar pukul 16.00 WIB menuntut berbagai hal, termasuk pengunduran diri Bupati Pati, Sudewo, serta penuntasan proses Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Sudewo. Demonstrasi yang […]

  • Ribuan Hektare Sawah di Jepara Gagal Panen, Kerugian Belum Bisa Diklaim Asuransi Pertanian

    Ribuan Hektare Sawah di Jepara Gagal Panen, Kerugian Belum Bisa Diklaim Asuransi Pertanian

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jepara, Kabarjatengterkini.com – Ribuan hektare sawah di Jepara gagal panen hingga terancam kerugian hingga Rp25,2 miliar karena bencana banjir yang melanda sejak pertengahan Januari 2026. Mirisnya, kerugian tersebut belum bisa diklaim lewat asuransi pertanian. Menurut data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara per 21 Januari, total lahan sawah terdampak banjir capai 3.921 hektare. […]

  • Calon Jemaah Haji 2026 Pati Gelombang II Berangkat Tanggal 7 Hingga 21 Mei

    Calon Jemaah Haji 2026 Pati Gelombang II Berangkat Tanggal 7 Hingga 21 Mei

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Pati tahun 2026 gelombang II direncanakan pada tanggal 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara ini, akan melayani lima kloter dari kloter 49 hingga 53. Rinciannya, kloter 49 merupakan kloter gabungan bersama Kabupaten Rembang, sedangkan kloter 50 hingga 53 bergabung dengan Kota Surakarta. “Saya mengucapkan selamat kepada Bapak […]

  • Perusahaan di Indonesia Diimbau Terapkan WFA Jelang Akhir Tahun 2025

    Perusahaan di Indonesia Diimbau Terapkan WFA Jelang Akhir Tahun 2025

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI imbau perusahaan menerapkan work from anywhere (WFA) pada karyawan jelang akhir tahun atau selama momen pergantian tahun baru 2025 ke 2026. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menghendaki kebijakan WFA bisa diterapkan mulai tanggal 29-31 Desember 2025. Hal ini ditujukan untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Kami […]

expand_less