Pemkab Rembang Gandeng Unicef untuk Cegah Pernikahan Dini
- account_circle Ilham Wiji
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025
- visibility 72

Foto : Bupati Rembang Harno beserta jajarannya melakukan foto bersama dengan Unicef, Kamis (20/11/2025). (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)
Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah menggandeng United Nation International Children’s Emergency Fund (Unicef) untuk mencegah pernikahan dini.
Bupati Rembang, Harno menyambut baik kedatangan Unicef. Pihaknya berharap ke depan bisa memperbaiki permasalahan pernikahan dini di Kabupaten Rembang.
“Kami sangat senang dengan kehadiran Unicef yang ada di Kabupaten Rembang karena untuk memperbaiki permasalahan-permasalahan termasuk ada perkawinan dini dan bagaimana untuk menjaga anak-anak kita perlu ada sosialisasi,” ujar Harno usai Unicef melakukan kunjungan kerja di ruang rapat Bupati, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa dukungan pendidikan sampai tingkat tinggi bisa mencegah pernikahan dini.
“Untuk mencegah terjadinya termasuk pernikahan dini agar anak-anak kita bisa pendidikannya sampai minimal SLTA,” jelasnya.
Perwakilan Ketua Unicef Jawa Tengah, Arie Rukmantara menjelaskan bahwa strategi mencegah pernikahan dini yakni dimulai dari tingkat desa.
“Strateginya adalah dari tingkat desa, kita pertama mencegah budaya kekerasan, termasuk kategori UNICEF itu perkawinan anak yang dipaksakan adalah tindakan kekerasan,” kata Arie.
Selain itu, dia juga meminta kepada orang tua untuk memperhatikan penggunaan handphone terhadap anak-anak. Orang tua diharapkan bisa memberikan pemahaman konten yang baik dan buruk.
“Karena literasi internetnya tinggi harus bisa membedakan konten yang tidak harus dikonsumsi dan mana yang harus dikonsumsi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Arie menyatakan bahwa kesejahteraan remaja untuk diperbaiki. Pasalnya hal itu merupakan langkah strategis untuk mencegah pernikahan dini.
“Ketiga yang belum diketahui oleh banyak orang di Indonesia adalah kesejahteraan remaja inilah yang lebih strategis,” pungkasnya. (Adv)
- Penulis: Ilham Wiji

