Muncul Aduan Dugaan Pengeroyokan di Keraton Solo saat Penyerahan SK Kemendikbud
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- visibility 61

Foto: Keraton Solo (Sumber: istimewa)
Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Muncul aduan dugaan pengeroyokan di Keraton Solo sebelum penyerahan SK dari Kementerian Kebudayaan pada Minggu (18/1/2026) lalu. Pengeroyokan itu ditargetkan terhadap salah satu anggota tim keamanan Pakubuwono XIV Purboyo.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta Ajun Komisaris Sudarmianto membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya sampai saat ini masih mendalami laporan itu, namun pihaknya akan memanggil dua pihak, baik pelapor maupun terlapor.
“Iya benar ada aduan itu. Kejadiannya sebelum acara penyerahan SK dari Kementerian Kebudayaan,” kata Sudarmianto, Senin (19/1/2026).
“Dalam waktu dekat kami akan panggil kedua pihak untuk penyelesaian perkara,” ujarnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Tim Keamanan Pakubuwono XIV Puruboyo, Ardi Sasongko melaporkan seorang cucu Pakubuwono XIII inisial BRM S atas dugaan pengeroyokan terhadap anggota tim keamanan inisial RP (23).
Menurut laporan, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.20 WIB di Bangsal Siaga Pulisen, Ndalem Ageng Keraton Surakarta. Saat itu, tim keamanan tengah berjaga menjelang prosesi serah terima SK Kementerian Kebudayaan.
“Situasi tiba-tiba ricuh tanpa komando. Terjadi saling dorong dan kata-kata kasar. Salah satu penjaga kami kemudian mengalami kekerasan,” kata Ardi.
SK yang dimaksud adalah terbitan Menteri kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tentang penunjukan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Sementara itu, korban diduga mengalami luka robek di bagian belakang kepala, memar di dada kiri, serta tangan kiri. Diketahui, laporan tersebut terdaftar dalam Surat Bukti Pengaduan Nomor STBP/65/I/2026/Reskrim disertai barang bukti berupa pakaian dan rekaman video. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

