Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 20 Tahun Mandek, Insentif Guru Honorer Naik di Era Presiden Prabowo

20 Tahun Mandek, Insentif Guru Honorer Naik di Era Presiden Prabowo

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
  • visibility 110

Kabarjatengterkini.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius pada kesejahteraan guru, termasuk guru honorer yang telah lama menunggu kenaikan insentif.

Kebijakan terbaru ini menjadi sorotan karena selama lebih dari 20 tahun insentif guru honorer tidak mengalami perubahan signifikan.

“Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif, tetapi nominalnya stagnan. Baru di era Presiden Prabowo, insentif ini naik menjadi Rp400 ribu per bulan,” ujar Teddy saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Kenaikan Tunjangan Guru Non-ASN

Selain guru honorer, pemerintah juga menaikkan tunjangan bagi guru non-aparatur sipil negara (non-ASN). Jika sebelumnya tunjangan sebesar Rp1,5 juta, kini nominalnya meningkat menjadi Rp2 juta per bulan.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan, penghargaan, dan profesionalisme guru sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

“Pemerintah ingin memastikan guru merasa dihargai dan mendapatkan insentif yang layak, sehingga mereka bisa fokus pada pendidikan anak-anak bangsa,” tambah Teddy.

Penyaluran Tunjangan Kini Langsung ke Rekening Guru

Perubahan tidak hanya terjadi pada nominal tunjangan, tetapi juga pada mekanisme penyalurannya. Sebelumnya, dana tunjangan guru disalurkan melalui pemerintah daerah dan diterima setiap tiga bulan sekali. Kini, atas instruksi Presiden, tunjangan tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru setiap bulan.

“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi agar setiap bulan tunjangan langsung diberikan ke guru. Sistem ini sudah berjalan, dan semua dikoordinasikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen),” jelas Teddy.

Langkah ini diyakini dapat mempermudah guru dalam mengelola keuangan mereka dan memastikan tunjangan tepat waktu, sehingga berdampak positif pada motivasi dan kinerja guru di lapangan.

Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan Tidak Terganggu

Seskab Teddy Indra Wijaya juga menekankan bahwa meskipun terjadi penyesuaian kebijakan, seluruh program pendidikan yang sudah berjalan tetap dilanjutkan. Pemerintah memastikan tidak ada program pendidikan yang dihentikan atau dikurangi, baik yang menyasar siswa, sekolah, maupun guru.

“Seluruh program pendidikan tetap berjalan, bahkan beberapa program ditambah. Fokusnya lebih detail, tidak hanya pada guru, tetapi juga siswanya dan sekolahnya. Ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor pendidikan secara menyeluruh,” ujar Teddy.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional, sekaligus memotivasi guru honorer dan non-ASN untuk tetap profesional dalam menjalankan tugasnya.

Guru Sebagai Garda Terdepan Pembangunan Bangsa

Menurut Teddy, kebijakan ini juga selaras dengan visi jangka panjang pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Guru ditempatkan sebagai garda terdepan dalam pembangunan bangsa, dengan peran strategis dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas.

“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan kecerdasan anak-anak bangsa. Oleh karena itu, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru harus terus ditingkatkan, termasuk melalui kenaikan insentif dan tunjangan,” ungkap Teddy.

Peningkatan insentif guru honorer dan non-ASN ini dianggap sebagai bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya dalam memperkuat sektor pendidikan, memastikan guru mendapatkan penghargaan layak, dan menempatkan pendidikan sebagai prioritas nasional.

Dengan langkah ini, diharapkan guru honorer dan non-ASN merasa lebih dihargai, termotivasi, dan dapat memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa di seluruh Indonesia.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Dugderan Diupayakan Dapat Status Warisan Budaya

    Pasar Dugderan Diupayakan Dapat Status Warisan Budaya

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Gelaran Pasar Dugderan bakal diupayakan mendapatkan status sebagai warisan budaya. Pasalnya, festival ini sudah menjadi tradisi tahunan di Kota Semarang sejak masa kolonial Belanda dalam menyambut bulan Ramadan. Hal ini turut diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, pelaksanaan Pasar Dugderan tidak hanya sebatas hiburan semata, melainkan upaya melestarikan nilai sejarah […]

  • jokowi

    Buka Suara Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Jokowi: Saya Siap Bawa Ijazah Asli ke Sidang

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait langkah tegas Polda Metro Jaya yang melakukan penangkapan dan penahanan terhadap pakar telematika Roy Suryo serta dr Tifa. Kedua tokoh tersebut terjerat kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik keaslian ijazah milik Jokowi. Menanggapi situasi yang tengah menyedot perhatian publik […]

  • 2 Ribu ASN Brebes Beli Aplikasi Presensi Ilegal Seharga Rp250 Ribu

    2 Ribu ASN Brebes Beli Aplikasi Presensi Ilegal Seharga Rp250 Ribu

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Brebes, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak lebih dari 2 ribu aparatur sipil negara (ASN) membeli aplikasi presensi ilegal seharga Rp250 ribu. Aplikasi tersebut memungkinkan ASN melakukan manipulasi catatan kehadiran dengan sistem jarak jauh. “Ada aplikasi resmi tapi hanya bisa dipakai dari radius 50 meter. Sementara yang ilegal ini dapat dipakai absen meski orangnya di luar kota sekalipun,” […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti

    Agustina Dorong Mahasiswa Sebarluaskan Literasi tentang Koperasi

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendorong insan intelektual, termasuk mahasiswa, agar ikut berperan dalam meningkatkan literasi perkoperasian di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Agustina saat menghadiri agenda Gerakan Literasi Perkoperasian bertajuk ‘Arah Baru Generasi Muda Peduli Koperasi’ di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Senin (18/5/2026). Menurutnya, literasi perkoperasian dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan […]

  • jadi

    Jepang Kembali Jadi Favorit Wisatawan Internasional

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jepang kembali mencuri perhatian dunia internasional. Dalam berbagai survei dan jajak pendapat pariwisata global, Jepang dinobatkan sebagai negara yang paling ingin dikunjungi kembali oleh wisatawan mancanegara. Negara matahari terbit ini dinilai sukses memadukan keindahan alam, budaya tradisional yang terjaga, kemajuan teknologi, dan keramahan warganya. Dengan daya tarik yang unik dan pengalaman berwisata yang […]

  • jateng

    Pengelolaan Sampah Jadi Program Prioritas di Jateng, Pemprov Imbau Gunakan Metode RDF

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pengelolaan sampah jadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah. Sejumlah upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) guna menangani permasalahan sampah di wilayahnya, salah satunya dengan metode RDF. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebutkan, pihaknya telah mengundang investor untuk membantu dalam mengelola sampah di Jawa Tengah. Kendati demikian, pihaknya mengalami tantangan […]

expand_less