Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pawai Sound Horeg di Mulyorejo, Kota Malang, Ricuh: Adu Pukul Pecah Antara Peserta dan Warga

Pawai Sound Horeg di Mulyorejo, Kota Malang, Ricuh: Adu Pukul Pecah Antara Peserta dan Warga

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 305

Kabarjatengterkini.com – Pawai sound horeg yang digelar di wilayah Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Minggu (13/7), diwarnai insiden kericuhan antara peserta pawai dengan warga. Ketegangan ini bahkan berujung adu pukul, yang mengakibatkan seorang warga mengalami luka di bagian pelipis.

Menurut keterangan resmi dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, kericuhan bermula ketika rombongan peserta pawai nomor urut 2, yang berasal dari warga Jalan Imam Sujono RT 02 RW 04, Kelurahan Mulyorejo, melintas di Jalan Budi Utomo. Di saat yang bersamaan, seorang warga bernama Rumini (55 tahun) tiba-tiba berteriak di jalan, meminta agar sound system yang digunakan peserta pawai segera dimatikan.

“Kejadian bermula saat peserta kirab budaya nomor urut 2 lewat di Jalan Budi Utomo. Tiba-tiba ada warga atas nama Rumini berteriak-teriak meminta sound dimatikan karena merasa terganggu,” ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, saat dikonfirmasi pada Selasa (15/7).

Melihat sang istri berteriak di tengah jalan, suami Rumini, Moh Amin (57 tahun), keluar dari rumah untuk mencoba menenangkan situasi. Namun, tindakan Moh Amin justru memicu ketegangan. Ia dilaporkan mendorong salah satu peserta pawai, yang membuat peserta lain dari rombongan yang sama terpancing emosi.

“Mengetahui istrinya berteriak, Moh Amin keluar dan mendorong salah satu peserta kirab budaya. Tak terima dengan tindakan tersebut, peserta lainnya langsung bereaksi hingga terjadi pemukulan,” jelas Yudi.

Akibat insiden tersebut, Moh Amin mengalami luka di bagian pelipis. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga sekitar dan nyaris membuat suasana pawai berubah menjadi chaos. Namun, pihak panitia dan aparat keamanan yang berada di lokasi segera meredakan situasi agar tidak semakin memanas.

Sound System Pawai Sudah Diatur Panitia

Dalam klarifikasinya, Yudi menegaskan bahwa penggunaan sound system selama pawai sebenarnya telah diatur oleh panitia. Masing-masing peserta hanya diizinkan membawa satu unit mobil pikap dengan batas maksimal 6 subwoofer berukuran 18 inci (2 mata). Aturan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban dan mengurangi kebisingan selama acara berlangsung.

“Untuk penggunaan sound sudah ada aturan dari panitia. Peserta hanya diperbolehkan membawa mobil pikap dengan maksimal 6 subwoofer berukuran 18 inci. Tidak boleh lebih dari itu,” tegasnya.

Namun demikian, ketegangan yang terjadi menunjukkan bahwa masih ada ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan kenyamanan warga sekitar.

Mediasi dan Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Pihak Kelurahan Mulyorejo segera bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Pada hari yang sama, kedua belah pihak, yaitu keluarga Moh Amin dan perwakilan peserta pawai dari RT 02 RW 04, difasilitasi untuk melakukan mediasi di kantor kelurahan. Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan damai.

“Pada hari itu juga sudah dilakukan mediasi di Kelurahan Mulyorejo. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” tutur Yudi.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, perwakilan warga RT 02 RW 04 memberikan kompensasi kepada Moh Amin yang mengalami luka. Uang kompensasi sebesar Rp 2 juta telah diserahkan langsung dan diterima oleh pihak keluarga korban.

“Sesuai permintaan korban, warga memberikan kompensasi sebesar dua juta rupiah, dan uang tersebut sudah diterima,” tambah Yudi.

Evaluasi Penyelenggaraan Pawai Sound Horeg

Insiden kericuhan ini menjadi perhatian publik, terutama terkait penyelenggaraan pawai sound horeg di tengah permukiman padat. Banyak warga mulai mempertanyakan kembali efektivitas pengaturan teknis dan sosial selama pawai berlangsung.

Pawai budaya yang digelar dengan semangat kebersamaan dan hiburan seharusnya mampu menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, bukan justru menimbulkan konflik. Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia penyelenggara dan pemerintah setempat agar lebih memperhatikan dampak sosial dari kegiatan serupa di masa mendatang.

Masyarakat juga diminta untuk menjaga kondusivitas dan mengutamakan dialog dalam menyikapi ketidaknyamanan yang mungkin muncul selama pelaksanaan acara-acara publik.

Kericuhan dalam pawai sound horeg di Mulyorejo, Kota Malang, menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Penyelenggara, peserta, dan warga harus saling menghormati agar tradisi budaya seperti kirab dan pawai bisa tetap berlangsung tanpa menimbulkan gesekan. Dengan mediasi yang telah dilakukan dan penyelesaian kekeluargaan, diharapkan ketegangan tidak berlanjut dan kerukunan di lingkungan masyarakat tetap terjaga.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Daerah di Semarang Jadi Langganan Banjir, Mobile Pump Jadi Solusi Sementara

    2 Daerah di Semarang Jadi Langganan Banjir, Mobile Pump Jadi Solusi Sementara

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah daerah di Semarang dan sekitarnya terendam genangan air akibat curah hujan tinggi akhir-akhir ini. Adapun daerah yang terdampak banjir adalah Kaligawe dan Genuk pada Rabu (22/10/2025) lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penanganan dan pendampingan kepada para korban yang terdampak. Pihaknya telah menyiapkan dapur […]

  • nepal

    Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Kathmandu, Nepal – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Nepal setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial dan dianggap gagal menangani praktik korupsi yang semakin merajalela. Aksi protes yang dipimpin oleh generasi muda, terutama Gen Z Nepal, berubah menjadi bentrokan berdarah yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka. Demo yang berlangsung pada Senin […]

  • Pemkot dan DPRD Semarang Dorong Masyarakat Optimalkan Aplikasi SDGs

    Pemkot dan DPRD Semarang Dorong Masyarakat Optimalkan Aplikasi SDGs

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengoptimalkan aplikasi ‘Semarang Dalam Genggaman Saya (SDGs)’. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses informasi kota dengan lebih cepat dan mudah. SDGs mengintegrasikan tiga layanan utama, yakni Lapor Semar Solusi AWP, layanan darurat 112, hingga layanan PPID Kota Semarang. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, menyebut bahwa […]

  • Plt Bupati Sebut TMMD Punya Peran Strategis untuk Percepatan Pembangunan Daerah

    Plt Bupati Sebut TMMD Punya Peran Strategis untuk Percepatan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bertujuan untuk percepatan pembangunan daerah. Hal ini bisa dicapai dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyebutkan, salah satu TMMD Tahap 1 dilaksanakan di Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken. Ia berharap, TMMD bukan hanya diisi dengan agenda rutin, namun juga […]

  • kasus

    TNI Telusuri Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Janji Transparansi dan Profesionalisme

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut menelusuri kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang sempat menggegerkan publik. Langkah ini diambil untuk menanggapi opini yang berkembang di masyarakat yang mengaitkan institusi TNI dengan insiden tersebut. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa TNI telah melakukan […]

  • sertifikasi

    Bisakah Suatu Kawasan Kuliner Mendapat Sertifikasi Halal? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pertanyaan mengenai kemungkinan suatu kawasan kuliner mendapat sertifikasi halal semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat Muslim terhadap kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Terlebih, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim memiliki potensi besar dalam mengembangkan destinasi wisata halal, termasuk dalam sektor kuliner halal. Namun, apakah memungkinkan bagi sebuah kawasan kuliner secara kolektif […]

expand_less