Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Makin Banyak Santri Berani Bersuara, Korban Kini Jadi 3

Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Makin Banyak Santri Berani Bersuara, Korban Kini Jadi 3

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
  • visibility 55

PATI, Kabarjatengterkini.com – Kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus bergulir.

Pihak kepolisian mengungkapkan adanya fakta baru yang cukup mengejutkan. Jumlah santriwati yang menjadi korban kebejatan oknum pimpinan ponpes, Kiai Ashari, kini resmi bertambah.

Jika sebelumnya hanya ada satu orang korban yang berani bersuara dan melapor, saat ini penyidik Satreskrim Polresta Pati telah menerima laporan dari dua korban tambahan. Dengan demikian, total korban yang resmi melapor ke polisi kini berjumlah tiga orang.

Meskipun aksi bejat tersebut dilakukan dalam kurun waktu yang berbeda-beda, polisi mengonfirmasi bahwa modus operandi yang digunakan pelaku untuk menjerat para korban tetap sama. Pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan doktrin agama.

Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Psikiatri

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak cepat untuk menuntaskan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan ini.

Menurut Kompol Dika, pada Senin (18/5/2026) lalu, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap ahli psikiatri. Langkah ini diambil untuk melengkapi berkas perkara agar memiliki dasar hukum dan pembuktian yang semakin kuat.

“Sampai dengan saat ini, tambahan korban yang melapor yakni sudah ada dua orang. Jadi total saat ini ada tiga orang korban,” ujar Kompol Dika saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/5/2026).

Saat ini, pihak kepolisian tengah menunggu hasil resmi dari pemeriksaan ahli psikiatri tersebut. Begitu hasil keluar, Polresta Pati akan segera melimpahkan berkas perkara tahap pertama ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pati.

Aksi Bejat Dilakukan Sejak Tahun 2013

Berdasarkan data yang dihimpun dari pemeriksaan awal, kedua korban baru yang melaporkan Kiai Ashari ini juga berstatus sebagai santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati. Tragisnya, aksi pencabulan dan kekerasan seksual ini ternyata sudah berlangsung sejak bertahun-tahun silam.

Kompol Dika menjelaskan, peristiwa pilu yang menimpa para korban terjadi dalam rentang waktu yang berbeda:

  • Korban Pertama (FA): Menjadi pelapor awal yang membongkar kasus ini.

  • Korban Kedua: Mengalami kekerasan seksual pada tahun 2013 silam.

  • Korban Ketiga: Mengalami trauma serupa pada kurun waktu tahun 2020, saat dirinya masih aktif belajar di ponpes tersebut.

Fakta ini menunjukkan bahwa dugaan perilaku menyimpang dan kejahatan seksual yang dilakukan oleh oknum pengasuh ponpes tersebut diduga kuat telah terjadi secara berulang dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Gunakan Modus Doktrin Kepatuhan Guru dan Murid

Mengenai cara tersangka Kiai Ashari dalam melancarkan aksi bejatnya, Kompol Dika menyebutkan bahwa polisinya menemukan kesamaan pola. Modus yang digunakan kepada dua korban baru ini sama persis dengan apa yang dialami oleh pelapor pertama, yakni FA.

Tersangka diduga kuat memanfaatkan posisinya sebagai guru spiritual dan pengasuh tertinggi di pondok pesantren. Pelaku menanamkan doktrin kepatuhan mutlak antara murid terhadap guru kepada para santriwatinya.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, modus menggunakan (doktrin kepatuhan guru) itu masih sama. Korban tidak berdaya karena adanya doktrin tersebut,” tutur Kompol Dika secara mendalam.

Doktrin ini membuat para korban merasa takut, bersalah, dan tidak berani melawan atau melaporkan kejadian yang menimpanya karena takut dicap sebagai murid yang durhaka.

18 Saksi Telah Diperiksa, Termasuk Istri Tersangka

Demi mengusut tuntas kasus kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo ini secara transparan, Satreskrim Polresta Pati telah melakukan pemeriksaan maraton. Hingga hari ini, kurang lebih sudah ada 18 orang saksi yang dimintai keterangan.

Daftar saksi yang diperiksa oleh penyidik di antaranya meliputi:

  1. Saksi korban utama.

  2. Saksi-saksi yang mengetahui cerita korban.

  3. Pengurus Yayasan Ponpes Ndholo Kusumo.

  4. Saksi ahli (termasuk ahli psikologi dan psikiatri).

Tidak hanya itu, polisi juga bertindak tegas dengan memeriksa pihak keluarga inti dari tersangka Kiai Ashari. Istri tersangka serta kerabat dekat yang ikut mengelola operasional yayasan pondok pesantren tidak luput dari pemeriksaan penyidik.

Meskipun demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pihak keluarga mengaku terkejut dan mengklaim tidak mengetahui sama sekali terkait adanya rentetan peristiwa kekerasan seksual yang terjadi di dalam lingkungan pondok mereka.

Pihak Polresta Pati menegaskan akan terus mendalami kasus ini dan membuka posko pengaduan jika diduga masih ada korban-korban lain yang belum berani melapor.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jateng Bidik Posisi Tiga Besar Fornas 2025

    Jateng Bidik Posisi Tiga Besar Fornas 2025

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kontingen Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Tengah bakal berlaga pada Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025, di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam ajang tersebut, Jateng membidik posisi tiga besar. Ada sebanyak 869 orang, terdiri dari 770 atlet dan 99 ofisial yang berangkat. Mereka berasal dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Ajang […]

  • Foto: Agustina Wilujeng, Wali Kota Semarang (sumber: Instagram @agustinawilujengp)

    Agustina Tunjukkan Komitmen Pelestarian Budayanya Melalui Festival Wayang Semesta

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sebagai bentuk komitmennya dalam pelestarian seni budaya tradisional, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng selalu memberi dukungan penuh atas kesenian wayang, seperti gelaran Wayang Orang on the Street pada September lalu. Kali ini, Agustina kembali menunjukkan komitmen tersebut melalui penyelenggaraan Festival Wayang Semesta selama dua hari, pada Jumat–Sabtu (7–8/11/2025) di Lapangan Pancasila, Simpang […]

  • Camat di Boyolali Diduga Kirim Chat Mesum ke Mantan Pegawai, Sebut Salah Kirim

    Camat di Boyolali Diduga Kirim Chat Mesum ke Mantan Pegawai, Sebut Salah Kirim

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Boyolali, Kabarjatengterkini.com – Seorang camat di Boyolali diduga mengirim chat mesum ke mantan pegawainya. Terkait kejadian tersebut, yang bersangkutan telah mendapatkan sanksi berupa teguran dan peringatan. “Prinsip sudah diberikan teguran dan peringatan, mas,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M Syawalludin, Selasa (7/7/2026), dikutip Detik. Sebelumnya, camat tersebut telah dipanggil pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber […]

  • purbaya

    Menkeu Purbaya Salurkan Rp 200 Triliun ke Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI untuk Perkuat Likuiditas

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengalirkan dana sebesar Rp 200 triliun ke lima bank pelat merah, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Dana yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) ini mulai masuk ke masing-masing bank pada Jumat sore (12/9/2025). Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk […]

  • Penanganan Rob di Desa Tunggulsari Bakal Difokuskan pada Perbaikan 4 Titik Tanggul Jebol

    Penanganan Rob di Desa Tunggulsari Bakal Difokuskan pada Perbaikan 4 Titik Tanggul Jebol

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Penanganan banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, bakal difokuskan pada perbaikan empat titik tanggul jebol sepanjang 450 meter. Pekerjaan tersebut diperkirakan mulai pada Juli hingga Agustus. Hal ini disampaikan oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat melakukan kunjungan bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Selasa (23/6/2026). Menurutnya, perbaikan tanggul […]

  • Bupati dan Wali Kota di Jateng Diminta Fokus pada Pemulihan Daerah Pascademo

    Bupati dan Wali Kota di Jateng Diminta Fokus pada Pemulihan Daerah Pascademo

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 173
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah diminta untuk fokus pada percepatan pemulihan daerah pasca aksi demonstrasi yang terjadi beberapa hari lalu. Hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi baru-baru ini. Ahmad Luthfi meminta kepala daerah untuk segera melakukan perbaikan fisik bagunan yang rusak, serta fasilitas yang […]

expand_less