Tanggul Pantai Jebol, Banjir Rob di Desa Tunggulsari Pati Semakin Parah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 11

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Banjir di wilayah Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, disebabkan oleh jebolnya tanggul yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Akibatnya, rob menggenangi tambak hingga permukiman warga.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di sekitar sana tidak ada vegetasi, seperti mangrove, yang seharusnya bisa menjadi tanggul alami (bioshield) untuk mencegah rob.
“Itu karena tanggul sebelah timur perbatasan garis pantai sepanjang 110 meter kondisinya jebol,” terang dia, dikutip Detik.
“Sementara sebelah timurnya tidak ada tanaman mangrove sehingga air laut aliran rob langsung masuk ke kali masuk ke tambak sampai ke permukiman warga,” lanjut dia.
Banjir rob tersebut sudah terjadi selama dua tahun terakhir, biasanya terjadi pada bulan Mei, Juni sampai Agustus. Adapun ketinggian genangan bisa mencapai 20 sampai 50 sentimeter.
“Untuk warga 36 rumah, 50 KK dengan 90 jiwa. Dan itu sudah terjadi dua tahun terakhir sangat parah,” jelasnya.
Terkait hal ini, pihak desa berharap pemerintah daerah maupun pusat segera melakukan penanganan. Terlebih, kondisinya yang kian parah turut berdampak pada mata pencaharian dan tempat tinggal warga.
“Harapan kami pemerintah hadir, untuk meninjau kemudian memberikan program yang tepat untuk mengatasi potensi lebih parah dari rob ini, karena dampaknya sangat parah bertambah setiap tahun,” ujar Setyo.
“Kalau tidak ada penanganan lebih lanjut maka dari sektor pertanian, tambak, potensi hilangnya permukiman warga akan hilang,” tambah dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

