Pengusaha Furnitur Jepara Ditawari Perluasan Pangsa Pasar Hingga ke IKN
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 7

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pengusaha furnitur di Jepara ditawari bekerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Tawaran kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar industri furnitur dari Jawa Tengah.
“Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furnitur. Saya coba melihat potensi, apakah ada peluang kerja sama furnitur di IKN dari Jawa Tengah,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Kamis (6/8/2026).
Luthfi menilai, IKN memiliki potensi besar untuk kemajuan bisnis, mengingat wilayah tersebut akan menjadi ibukota negara. Pihaknya berharap pengrajin furnitur bisa menjajaki pasar dan menjual produknya di IKN.
Selain potensi tersebut, Luthfi juga menjajaki peluang kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, bahkan perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah. Perencanaan pembangunan di IKN masih menyisakan ruang kolaborasi.
“Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” katanya.
Sementara itu, pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.
Hingga saat ini, realisasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,25 triliun. Pihaknya juga tidak hanya membuka peluang kerja sama dari investasi, namun juga penyediaan barang dan jasa.
“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN, nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

