Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 4 Kelompok Serentak Gelar Aksi Demo di Depan Gedung DPR RI, Tuntutannya Apa Saja?

4 Kelompok Serentak Gelar Aksi Demo di Depan Gedung DPR RI, Tuntutannya Apa Saja?

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 56

Kabarjatengterkini.com – Sejumlah kelompok masyarakat kompak menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Total ada empat kelompok yang menyampaikan daftar tuntutan yang berbeda.

Kelompok pertama, hadir massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati bagi Koruptor. Selain itu, mereka juga meminta penanganan kasus dugaan korupsi Sudewo segera dituntaskan.

Lebih lanjut, Perwakilan Tim Advokasi AMPB, Vander Waruwu, memastikan massa Pati menggelar aksi demonstrasi dengan damai. Pihaknya menegaskan aksi tidak bertujuan untuk melengserkan Presiden dan Wakilnya, namun fokus pada RUU Perampasan Aset.

“Kami tetap konsisten, kami melakukan aksi damai,” tegas Vander, Selasa (25/8/2026), dikutip Kompas.com.

“Kita aksi fokus di depan DPR RI ya, dan kita fokus kepada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan agar lebih baik. Tidak ada kita niatan seperti itu,” tuturnya.

Kelompok lainnya adalah Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) yang membawa tiga tuntutan, yaitu mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, meminta hukuman mati bagi koruptor, dan mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari massa UNUSIA, Universitas Terbuka, Universitas Trilogi, Serikat Mahasiswa Indonesia, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat, Serikat Tahanan Politik, serta organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat sipil.

Mereka menuntut mengadili Prabowo-Gibran dan meminta pertanggungjawaban politik, serta hukum atas kebijakan yang dinilai memperluas militerisme, memperlemah demokrasi, dan memperbesar ketimpangan ekonomi.

Tuntutan lainnya yakni, menghentikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mengevaluasi transparansi anggaran dan potensi patronase politik; menghentikan kebijakan pajak yang dinilai menindas rakyat serta mendorong sistem pajak progresif bagi pemilik modal besar; mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis, ilmiah, serta berkualitas, termasuk menolak komersialisasi kampus dan pemangkasan anggaran layanan dasar.

Selain itu, menurunkan harga kebutuhan pokok dan menaikkan upah buruh; menetapkan bencana di Sumatera dan NTT sebagai bencana nasional sekaligus mempercepat bantuan dan pemulihan wilayah terdampak; Menjamin dan memenuhi hak pekerja rumah tangga, termasuk perlindungan hukum, upah layak, dan jam kerja manusiawi; Melaksanakan demiliterisasi dan menghentikan pembangunan batalyon; Menghentikan kriminalisasi aktivis dan membebaskan seluruh tahanan politik; Menyita seluruh aset koruptor untuk pendidikan, kesehatan, dan pemulihan bencana.

Kelompok keempat, merupakan massa dari relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) yang menyuarakan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Meski mendukung, RMP4 meminta program MBG tetap dievaluasi dan diperbaiki.

“Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik,” kata koordinator RMP4, Ali. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • bencana nasional

    Desakan Penetapan Bencana Nasional untuk Banjir dan Longsor di Sumatera Makin Menguat

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Desakan agar pemerintah pusat mengambil alih penuh penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera semakin menguat. Sejumlah organisasi besar, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Koalisi Masyarakat Sipil Aceh, secara terpisah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status Bencana Nasional bagi musibah besar yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, […]

  • jateng

    Pengelolaan Sampah Jadi Program Prioritas di Jateng, Pemprov Imbau Gunakan Metode RDF

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pengelolaan sampah jadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah. Sejumlah upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) guna menangani permasalahan sampah di wilayahnya, salah satunya dengan metode RDF. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebutkan, pihaknya telah mengundang investor untuk membantu dalam mengelola sampah di Jawa Tengah. Kendati demikian, pihaknya mengalami tantangan […]

  • brin

    Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Kabarjatengterikini.com – Tim peneliti gabungan dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya, berhasil menemukan dua spesies baru katak bertaring di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan. Kedua spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara. Penemuan ini telah […]

  • Terjadi Kebakaran Kandang di Klaten, Ribuan Ayam Hangus Terbakar

    Terjadi Kebakaran Kandang di Klaten, Ribuan Ayam Hangus Terbakar

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Terjadi kebakaran kandang ayam di Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jumat (13/2/2026), dini hari tadi. Diketahui, kandang ayam tersebut berlokasi di area persawahan dekat sungai dan jalan kampung. “Lokasi (kebakaran) ada di persawahan Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo,” ungkap Pamapta 3 Polres Klaten, Ipda Muhammad Irfan Dwi Prasetyo, dikutip Detik. Pihaknya mendapatkan laporan […]

  • Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto

    Ribuan ASN di Brebes Diduga Manipulasi Presensi, Wamendagri: Bisa Diberhentikan

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Brebes terancam sanksi pemecatan jika terbukti melakukan pelanggaran serius. Mereka diduga menggunakan bantuan aplikasi tidak resmi untuk memanipulasi kehadiran. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto. Menurutnya, perilaku tersebut sudah melanggar aturan kepegawaian, sehingga ASN yang melanggar bisa dikenai sanksi berupa teguran […]

  • Tanah Longsor di Cilacap Jadi Perhatian Nasional, 6 Ditemukan Tewas

    Tanah Longsor di Cilacap Jadi Perhatian Nasional, 6 Ditemukan Tewas

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menjadi perhatian nasional. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia tertimbun longsoran. Atas hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan atensi terhadap bencana yang terjadi. Pihaknya menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan membantu […]

expand_less