Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dinarpus Rembang Upayakan Penguatan Literasi melalui Bedah Buku KH. Baidlowi

Dinarpus Rembang Upayakan Penguatan Literasi melalui Bedah Buku KH. Baidlowi

  • account_circle Aulia Anissa Putri
  • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
  • visibility 219

Rembang, Kabarjatengterkini.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang terus mengupayakan penguatan literasi dan pengenalan tokoh lokal, salah satu caranya melalui gelaran bedah buku “KH. Baidlowi Lasem: Pencetus Gelar Soekarno Huwa Waliyyul Amri adh-Dhoruri bisy-Syaukah”.

Acara yang digelar di Aula Perpustakaan Daerah Rembang bersama sebanyak 78 peserta tersebut menghadirkan penulis bukunya yang bernama K. Amirul Ulum beserta tokoh agama Kecamatan Lasem, KH. Abdul Aziz Mas’ud.

Melalui forum diskusi yang dipandu langsung oleh Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayat, KH. Sholahuddin Fatawi, M.Pd, Dinarpus ingin menghidupkan kembali keteladanan KH. Baidlowi sebagai seorang ulama besar yang ada di Lasem.

Kiprah KH. Baidlowi sebagai tokoh agama dinilai tetap relevan bagi masyarakat Rembang, utamanya di sekitar wilayah Lasem di tengah tantangan kehidupan sosial saat ini utamanya mengenai toleransi, nasionalisme, hingga penguatan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Solchan, mengatakan bahwa acara bedah buku tersebut menjadi sarana efektif untuk mendekatkan masyarakat dengan warisan intelektual yang diberikan oleh para tokoh lokal.

“Perpustakaan daerah tidak hanya mengoleksi buku, tetapi juga menghidupkan kembali pemikiran tokoh-tokoh yang pernah memberi warna bagi sejarah Rembang dan Indonesia. KH. Baidlowi adalah salah satu figur penting yang patut terus dikenalkan,” jelas Achmad Solchan.

Solchan juga mengungkapkan bahwa forum bedah buku tersebut dijadikan pula sebagai momentum awal guna memperkuat diskursus publik, sebelum nantinya berhasil masuk dalam tahapan resmi seperti seminar nasional.

Bersamaan dengan gelaran ini, Dinarpus berharap akan semakin hidupnya literasi lokal sekaligus pembukaan ruang yang lebih luas bagi masyarakat, guna mendukung upaya pengusulan dari segenap keluarga KH. Baidlowi menjadi Pahlawan Nasional. (Adv)

  • Penulis: Aulia Anissa Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penipuan Modus Tawarkan Bantuan Spiritual, Korban Rugi Rp400 Juta

    Penipuan Modus Tawarkan Bantuan Spiritual, Korban Rugi Rp400 Juta

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Kasus penipuan dengan modus menawarkan bantuan spiritual menimpa korban seorang pensiunan berinisial N (61), warga Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pelaku berinisial MA (53) saat ini telah berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Cibatu dari kediamannya di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut setelah sebelumnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tebing Tinggi, Polda Sumatera Utara. Kepala […]

  • Paskibraka Provinsi Jateng 2025 Resmi Dikukuhkan, Siap Bertugas 17 Agustus Esok Hari

    Paskibraka Provinsi Jateng 2025 Resmi Dikukuhkan, Siap Bertugas 17 Agustus Esok Hari

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Tengah tahun angkatan 2025 resmi dikukuhkan. Prosesi pengukuhan 35 anggota Paskibraka dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan digelar di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (15/8/2025) malam. Para anggota tersebut merupakan anak-anak yang lolos seleksi di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. “Ini akan memberikan […]

  • trans7

    LPBH PBNU Laporkan Trans7 ke Bareskrim Polri Terkait Tayangan yang Diduga Menghina Pesantren Lirboyo

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) pada Kamis (16/10/2025) melaporkan stasiun televisi Trans7 ke Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Laporan ini terkait dengan tayangan program Xpose Uncensored yang disiarkan pada 13 Oktober 2025, yang dinilai mengandung unsur ujaran kebencian serta penghinaan terhadap pesantren dan tokoh agama, […]

  • Agustina Tinjau Wilayah Terdampak Longsor Gunungpati

    Agustina Tinjau Wilayah Terdampak Longsor Gunungpati, Utamakan Penanganan Cepat dan Maksimal

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau wilayah terdampak tanah longsor di wilayah Sukorejo, Gunungpati pada Selasa (5/5/2026). Sebanyak tujuh kepala keluarga di titik rawan diminta untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. “Ada 7 kepala keluarga yang memiliki potensi longsornya itu tinggi, mereka diungsikan dulu,” kata Agustina di lokasi. Lebih lanjut, pihaknya […]

  • Walkot Semarang Agustina saat meninjau banjir di Genuk/semarangkota

    Walkot Semarang Agustina Pastikan Percepatan Penanganan Banjir di Genuk

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan percepatan penanganan banjir di Genuk. Pihaknya juga telah menjalin koordinasi dengan instansi terkait diantaranya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Pusat. Tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD Kota Semarang, Dinas Sosial, serta BBWS Pemali Juana telah bergerak melakukan langkah teknis di lapangan. “Kita sudah […]

  • Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Tahukah kamu bahwa usus manusia sering dijuluki sebagai ‘otak kedua’? Julukan ini bukan sekadar metafora, melainkan berakar dari penemuan ilmiah yang mengungkap bahwa usus memiliki sistem saraf yang sangat kompleks, bahkan mampu berfungsi secara independen dari otak utama di kepala. Dalam dunia medis dan biologi, istilah “otak kedua” mengacu pada sistem saraf enterik (Enteric […]

expand_less