Pemprov Ungkap Progres Pengerjaan dan Perbaikan Jalan di Jateng
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 29 Agu 2025
- visibility 11

Foto: Pengerjaan dan perbaikan jalan provinsi (Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Jalan Provinsi Jawa Tengah dinyatakan sudah 89,9 persen (2.195 kilometer) dalam kondisi yang baik per Agustus 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono menyebutkan, pihaknya telah melakukan serangkaian proses perbaikan jalan, pemeliharaan rutin, rehabilitasi, hingga preservasi di seluruh kabupaten/ kota.
Sementara itu, sebesar 10 persen sisanya masih berproses pengerjaan.
“Sudah hampir 90 persen kondisi jalan provinsi kita sudah mantap. Kalau dikilometerkan, sekitar 2.195 kilometer (km). Tinggal sekitar 10 persen yang sedang dalam proses pengerjaan, banyak di antaranya berupa preservasi jalan,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Sebanyak 79 paket pekerjaan paket reguler pengerjaan tahun ini menelan anggaran hingga Rp8,4 miliar, di antaranya di ruas Jepara–Keling serta Ngawen–Todanan, Blora yang sudah rampung 100 persen.
Selain itu, perbaikan jembatan juga sudah berprogres 69 persen, sedangkan rehabilitasi jalan yang tersebar di delapan balai pekerjaan jalan (BPJ) mencakup 50 paket, senilai Rp153 miliar dengan progres sekitar 60 persen.
Ada pula 23 paket preservasi jalan yang baru dikontrak pada bulan Juli 2025 dengan nilai Rp445 miliar baru mencapai progres 15 persen, sementara pemeliharaan rutin di sembilan BPJ, progresnya sudah 75 persen.
“Kalau dilihat dari keseluruhan kontrak, realisasi anggaran baru sekitar 40 persen. Target kami pada September bisa meningkat menjadi 65 persen,” lanjutnya.
Hanung juga menyebutkan pengerjaan sejumlah ruas jalan strategis, seperti Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang, Semarang–Godong, Wiradesa–Kajen, hingga Singget–Cepu. Pengerjaan proyek ini banyak menggunakan konstruksi beton, sehingga biasanya memerlukan waktu lebih lama.
“Karena sistemnya single year, maka mayoritas paket ditargetkan rampung Desember. Namun, kami mendorong pekerjaan rehabilitasi aspal bisa selesai Agustus ini. Adapun pekerjaan preservasi dengan skala besar akan dituntaskan hingga pertengahan Desember,” ujarnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti