Pembentukan Koperasi Merah Putih di Jateng Capai 100 Persen, Ini PR-nya
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 21 Okt 2025
- visibility 62

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terdaftar di Provinsi Jawa Tengah mencapai 8.523 unit atau mencapai 100 persen. Di antaranya, sebanyak 3.891 unit beoperasi di 35 kabupaten/kota, sementara 4.632 masih bersiap.
“Koperasi adalah dari anggota untuk anggota. Jangan sampai ada dari anggota untuk pengurus. Kewajiban kami di pemerintah untuk mengawasi, agar hal tersebut tidak terjadi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin (20/10/2025) malam.
Ia menyampaikan, pemerintah pusat saat ini tengah melakukan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih. Pasalnya, koperasi dinilai bisa menjadi salah satu pilar ekonomi kerakyatan yang kuat dan berdaya saing di setiap desa.
Meski demikian, pihaknya mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah (PR) yang menanti, seperti kelengkapan sarana prasarana dan kapasitas pengurus koperasi. Sumarno menghendaki seluruh pengurus koperasi mendapatkan pelatihan, utamanya terkait kode etik dan profesionalitas.
“Kita memiliki pengalaman masa silam dengan KUD, tujuannya bagus, namun pada pelaksanaannya justru mengutamakan kepentingan pengurus. Kita tidak ingin mengulang sejarah yang kurang baik tersebut. Langkahnya dilakukan melalui peningkatan kapasitas pengurus seperti saat ini,” beber Sumarno.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto menyebutkan, diperkirakan ada lebih dari 17.000 pengurus untuk mengisi 8.523 unit koperasi. Nantinya, juga akan digelar capacity building tingkat provinsi hingga 22 Oktober 2025. Harapannya, ini juga dapat dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, capaian KDKMP meliputi 136.112 anggota aktif, dengan modal bersama sektor usaha dominan senilai Rp25,2 miliar. Adapun usahanya meliputi laku pandai, pertanian, peternakan, penjualan gas elpiji, sembako, apotek, klinik, cold storage, logistik dan simpan pinjam. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

