Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 89

Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia akan melakukan langkah besar dalam waktu dekat untuk memberantas praktik penyelundupan yang selama ini merugikan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa operasi penegakan hukum tengah disiapkan untuk menangkap para mafia di berbagai sektor, khususnya dalam penyelundupan tekstil dan baja.

Purbaya menyebut pemerintah telah mengantongi nama-nama pihak yang terlibat. “Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses.

Intinya, yang selama ini melakukan under invoicing, menyelundupkan barang—yang paling banyak itu tekstil, baja, dan sebagainya. Sudah ada nama-namanya,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/10/2025).

Meski belum membeberkan total kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut, Purbaya memastikan pihaknya sedang melakukan penghitungan atas potensi penerimaan negara yang hilang. “Belum tahu. Masih kita hitung,” katanya singkat.

Mafia Tak Bisa Dihadapi Sendirian

Langkah Kementerian Keuangan ini menuai perhatian para pengamat. Ronny P. Sasmita, Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, menilai bahwa pemberantasan mafia penyelundupan adalah pekerjaan besar yang tak bisa diselesaikan oleh Purbaya sendiri.

“Strategi pemerintah harus mencakup tiga aspek kunci,” kata Ronny kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/10/2025).

  1. Penegakan hukum yang tegas dan terkoordinasi
    Penyulundupan biasanya melibatkan jaringan lintas sektor, termasuk oknum aparat, pengusaha, dan birokrasi pelabuhan. Tanpa koordinasi antarlembaga, upaya pemberantasan akan berhenti di level simbolik.
  2. Pembersihan internal di lembaga strategis
    Lembaga seperti Bea Cukai dan otoritas pelabuhan rentan terhadap infiltrasi kepentingan mafia. Reformasi internal menjadi keharusan.
  3. Penguatan sistem pengawasan digital
    Digitalisasi pengawasan melalui integrasi data logistik nasional dan sistem pelacakan barang impor-ekspor bisa menutup celah manipulasi dokumen.

Ronny menekankan bahwa dukungan dari Presiden Prabowo Subianto sangat penting. Operasi pemberantasan harus mendapat komando langsung dari kepala negara agar efektif.

“Diperlukan sinergi antara Kemenkeu, Polri, Kejaksaan, TNI, Kemenhub, hingga Kemenperin. Ini bukan pekerjaan satu kementerian saja,” tegasnya.

Pentingnya Political Will dan Reformasi Internal

Senada, Ekonom CELIOS Nailul Huda menyoroti bahwa keberadaan mafia terjadi karena adanya persekongkolan antara pengusaha dan oknum internal instansi. Ia menekankan pentingnya pembersihan di tubuh instansi seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

“Kebocoran penerimaan negara bersumber dari lemahnya pengawasan internal. Barang ilegal bisa lolos karena ada yang bermain di dalam,” ujarnya.

Huda menegaskan bahwa pemerintah harus berani menindak pengemplang pajak dan mafia impor. Meski keduanya berada di bawah kendali Menteri Purbaya, keputusan politik akan menentukan keberhasilan tindakan ini.

“Pertanyaannya tinggal: berani atau tidak?” pungkas Huda.

Perlu Komando Operasi Terpadu

Sementara itu, Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mendorong Presiden Prabowo untuk menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) guna memberi mandat terpadu kepada seluruh lembaga penegak hukum.

Ia menyarankan dibentuknya task force lintas lembaga dengan satu komandan operasi. Task force ini harus melibatkan Polri, Kejaksaan, DJP, DJBC, PPATK, dan TNI AL/Bakamla untuk patroli laut serta pengamanan lapangan.

“Dengan komando politik yang jelas, seluruh sumber daya hukum bisa bergerak serempak. Industri dalam negeri terlindungi, pasar jadi lebih transparan, dan jaringan mafia kehilangan modal, akses pelabuhan, serta celah manipulasi data,” jelas Syafruddin.

Langkah Nyata atau Simbolik?

Masyarakat dan pelaku industri menunggu apakah langkah ini akan menjadi momentum pembenahan ekosistem perdagangan nasional, atau hanya sebatas wacana.

Jika pemerintah serius, tindakan ini bisa memulihkan kerugian triliunan rupiah akibat penyelundupan dan under invoicing. Industri dalam negeri juga akan lebih kompetitif, karena tak lagi disusupi barang ilegal berharga murah yang merusak harga pasar.

Namun jika tanpa dukungan penuh dari lembaga hukum dan politik, upaya ini berisiko gagal, seperti banyak inisiatif serupa di masa lalu.

Rencana penangkapan besar-besaran terhadap mafia penyelundupan yang dipelopori Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik. Untuk berhasil, langkah ini membutuhkan dukungan lintas sektor dan komando politik yang kuat dari Presiden Prabowo. Tanpa itu, pemberantasan mafia hanya akan jadi retorika tanpa hasil nyata.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • terong panggang

    Resep Terong Panggang Saus Tahini: Lezat, Sehat, dan Mudah Dibuat di Rumah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Terong merupakan salah satu bahan makanan yang serbaguna dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Dengan teksturnya yang lembut dan rasa netral, terong bisa diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera. Salah satu resep yang sedang populer dan kaya manfaat adalah terong panggang saus tahini. Bukan hanya lezat, resep terong panggang ini juga cocok […]

  • Pelaku UMKM Kini Bisa Ajukan KUR Tanpa Agunan, Maksimal 100 Juta

    Pelaku UMKM Kini Bisa Ajukan KUR Tanpa Agunan, Maksimal 100 Juta

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Tengah bisa mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan. Program ini diharapkan bisa memberikan kemudahan pengusaha lokal dalam menambah modal. “Saya ingin tegaskan, pinjaman dari satu juta (rupiah) hingga seratus juta (rupah), tidak boleh diminta agunan,” kata Menteri Usaha Mikro, […]

  • jeffrey

    Profil Jeffrey Epstein, Miliarder di Balik Skandal Besar

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan global. Kasusnya bahkan disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar yang pernah mengguncang dunia. Tidak hanya ramai dibahas di luar negeri, warganet Indonesia pun ikut menyoroti sosok kontroversial ini. Perhatian publik semakin meningkat setelah dokumen raksasa yang dikenal sebagai “Epstein Files” dirilis. Berkas tersebut dikabarkan mencapai sekitar tiga juta […]

  • Rumah di Pringrejo Pekalongan Digerebek, Diduga Markas Pengedar Narkoba

    Rumah di Pringrejo Pekalongan Digerebek, Diduga Markas Pengedar Narkoba

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Sebuah rumah di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan digerebek polisi lantaran diduga menjadi markas pengedar narkoba. Penggerebekan malam kemarin berlangsung mencekam karena pelaku sempat melawan. Kabag Ops Polres Pekalongan, Kompol Farid menyebutkan, operasi dilakukan sejak Selasa malam (25/11/2025), namun baru berakhir pada Rabu (26/11/2025) pukul 01.00 WIB. Ini merupakan hasil pengembangan kasus psikotropika […]

  • jateng

    Keracunan Jadi Risiko Terbesar Program MBG, Pemprov Minta Pengawasan Diperketat

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Akhir-akhir ini, ramai pemberitaan persoalan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Adapun salah satu risiko terbesar dari program MBG yang perlu jadi perhatian pemerintah adalah keracunan. Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta kepala daerah di wilayahnya untuk ikut mengawasi program MBG lebih ketat. Salah […]

  • Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 95
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi soroti sejumlah kasus korupsi dana desa di sejumlah daerah. Menurutnya, hal ini rentan terjadi karena minimnya pengawasan dan sifatnya yang swakelola. Maka dari itu, pihaknya mengusulkan adanya pendampingan oleh aparat, misalnya pihak Kejaksaan atau Kepolisian dalam pengelolaan dana desa. Hal ini dilakukan guna meningkatkan transparansi dan monitoring, […]

expand_less