Walkot Semarang Agustina Tunjukkan Kepedulian pada Korban Rumah Roboh
- account_circle Agriantika Fallent
- calendar_month Sab, 1 Nov 2025
- visibility 96

Wali Kota Semarang, Agustina saat meninjau lokasi rumah roboh/semarangkota
Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina menunjukkan kepedulian atas meninggalnya korban rumah roboh di Jalan Pedamaran, Gang Buntu No. 10 RT 04 RW 05, Kauman Semarang Tengah.
Ia secara langsung turun meninjau rumah korban pada Jumat (31/10/2025). Korban diketahui meninggal dunia pada Kamis (30/10/2025) malam.
Rumah korban menempel pada tembok bangunan tua yang ada di belakangnya. Tembok tersebut rapuh sehingga akhirnya roboh. Sehingga menimpa rumah korban yang ditempati oleh Yuanita Atia Eka (7), Ikwan Setiawan (4), dan adiknya Syahrul Adji Pramuda (20).
Dua anak dan adik korban selamat dari insiden ini. Sedangkan Mega tak terselamatkan.
“Ini ada korban meninggal, kita pastikan anak-anak korban mendapatkan perhatian termasuk dari segi pendidikan,” paparnya.
Pemkot berencana memberikan bantuan pembangunan rumah. Namun rumah tersebut ternyata bukan milik pribadi. Sehingga menyulitkan penyaluran bantuan.
Meski begitu, sudah dibentuk relawan serta tetangga korban yang akan mengusahakan, sehingga keluarga selamat dapat tinggal sementara di rumah tersebut, karena adik korban bekerja di daerah Pedamaran.
“Kita pastikan makan dan minum terjamin, nanti dari relawan akan beres-beres, dan memaksimalkan tempat tinggal ada. Terakhir kita juga pastikan pendidikan,” jelasnya.
Pihaknya pun memastikan korban selamat mendapatkan perawatan dan Pemkot juga akan menanggung biaya pendidikan mereka.
“Saya minta anak-anak dibawa ke Puskesmas, karena itu masih memar-memar. Pendidikan anak kita tanggung, karena masuk masyarakat miskin,” jelasnya.
Pemkot Semarang sendiri akan melakukan pembaruan data, jika memang ada warga yang kurang mampu namun belum masuk ke DTKS nantinya akan dilakukan pembaruan data. Selain itu, Agustina juga berencana meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan menghidupkan Kampung Semawis, serta sekitaran Klenteng Tay Kak Sie.
“Nanti akan ditata, yang kita bisa adalah meningkatkan pendapatan mereka. Makanya sore hari akan ada pusat keramaian, penataan, warga bisa jualan, atau bikin kerajinan, atau jadi tour guide,” jelasnya. (Adv)
- Penulis: Agriantika Fallent

