Agustina Tunjukkan Komitmen Pelestarian Budayanya Melalui Festival Wayang Semesta
- account_circle Aulia Anissa Putri
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- visibility 93

Foto: Agustina Wilujeng, Wali Kota Semarang (sumber: Instagram @agustinawilujengp)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sebagai bentuk komitmennya dalam pelestarian seni budaya tradisional, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng selalu memberi dukungan penuh atas kesenian wayang, seperti gelaran Wayang Orang on the Street pada September lalu.
Kali ini, Agustina kembali menunjukkan komitmen tersebut melalui penyelenggaraan Festival Wayang Semesta selama dua hari, pada Jumat–Sabtu (7–8/11/2025) di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, dalam rangka peringatan Hari Wayang Nasional 2025.
“Kami berupaya agar napas kesenian di Kota Semarang terus hidup dan tumbuh. Ini bukan sekadar menjaga budaya maupun kearifan lokal, melainkan juga bagaimana mewariskan nilai adi luhung wayang ke generasi muda,” jelas Agustina.
Melalui kegiatan ini, Agustina akan mendatangkan sebanyak seribu anak yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Semarang, untuk serempak memainkan wayang. Selain itu, berbagai experience jouney seperti mewarnai topeng hingga membuat wayang dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Semarang.
Kemudian, beberapa kegiatan dalam Festival Wayang Semesta nantinya juga akan menampilkan wayang orang dan wayang kontemporer yang dapat mempertemukan antara unsur-unsur tradisi dengan modern.
“Akan ada wayang orang dari Ngesti Pandawa dan Sriwedari, wayang kulit Teater Lingkar Semarang, tari kolosal, dan lainnya. Banyak banget. Selama dua hari itu, ada beragam pertunjukan lintas maestro hingga generasi muda yang semuanya punya khas dan bentuk,” tuturnya.
Dengan mengusung tema Semarang Semakin Hebat, Wayang Semakin Mendunia, gelaran Festival Wayang Semesta dihadirkan dalam rangka perayaan warisan budaya bangsa, melalui kemegahan seni wayang yang dipadukan antara sentuhan modern dan pengalaman interaktif.
Bentuk kolaboratif dari seniman lintas generasi ini diharapkan dapat menjadi ruang perayaan budaya dengan menghadirkan kemegahan wayang dalam konteks yang lebih fresh, terbuka, dan merakyat. (Adv)
- Penulis: Aulia Anissa Putri

