Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Festival Wayang Semesta Hadirkan Menteri Kebudayaan hingga Pelawak Kondang

Festival Wayang Semesta Hadirkan Menteri Kebudayaan hingga Pelawak Kondang

  • account_circle Aulia Anissa Putri
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 71

Semarang, Kabarjatengterkini.com – Dalam rangka menyambut Hari Wayang Nasional 2025, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyelenggarakan Festival Wayang Semesta selama dua hari, pada Jumat–Sabtu (7–8/11/2025) di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang.

Penyelenggaraan Festival Wayang Semesta ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Fadli Zon beserta dua pelawak kondang bernama         Tri Retno Prayudati (Nunung) dan Ir. Lies Hartono (Cak Lontong), yang akan memeriahkan dan menghibur masyarakat Kota Semarang.

Nantinya, festival ini akan diwarnai oleh serangkaian acara, mulai dari Wayang Experience, Panggung Komunitas, Pagelaran Wayang Kontemporer, 1.000 Wayang Cilik, Pagelaran Wayang Orang, hingga Pertunjukan Lintas Wayang.

Lebih dari sebagai bentuk pelestarian budaya, Agustina optimis jika pagelaran ini dihadirkan untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan kepada pelaku seni, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif dengan menampilkan produk fesyen, kriya, dan kuliner khas Kota Semarang.

“Wayang sebagai warisan dunia sangat mampu menciptakan multiplier effect nyata terhadap perekonomian rakyat,” kata Agustina.

Perlu diketahui, multiplier effect atau efek berganda menjadi suatu konsep ekonomi yang dapat menghadirkan perubahan lebih besar dan berlipat ganda dalam pendapatan nasional, dalam hal ini adalah bagi Pemerintah Kota Semarang.

Melalui adanya pasar UMKM yang menjadi pelengkap Festival Wayang Semesta selama dua hari, sejak siang berlanjut hingga malam hari, Agustina menegaskan bahwa integrasi antara budaya dengan ekonomi kreatif dapat dikolaborasikan sebagai sebuah strategi pembangunan daerah.

Dikarenakan penyelenggaraan ini dapat mendatangkan pendapatan bagi pihak lain melalui kolaborasi ekonomi kreatif, maka dari itu Festival Wayang Semesta terbuka bagi masyarakat umum dan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Ayo, sedulur Semarang maupun di luar Kota Semarang, bisa hadir dan menyaksikan festival wayang tersebut. Mari kita bangun Kota Semarang menjadi kota budaya yang nyaman bagi tumbuhnya nilai-nilai kebudayaan,” pungkasnya. (Adv)

  • Penulis: Aulia Anissa Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • nepal

    Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Kathmandu, Nepal – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Nepal setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial dan dianggap gagal menangani praktik korupsi yang semakin merajalela. Aksi protes yang dipimpin oleh generasi muda, terutama Gen Z Nepal, berubah menjadi bentrokan berdarah yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka. Demo yang berlangsung pada Senin […]

  • propam

    Propam Polri: 2 Anggota Brimob Langgar Berat dalam Kasus Ojol Tewas

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri resmi merilis hasil pemeriksaan terhadap tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang terlibat dalam insiden tragis tewasnya seorang driver ojek online, Affan Kurniawan (21), yang terlindas kendaraan taktis (rantis) saat pengamanan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri pada Senin […]

  • jateng

    Cegah Diskriminasi Antarsantri, Pesantren di Jateng Diminta Tekankan Inklusivitas

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pesantren yang berdiri di Jawa Tengah diminta menekankan inklusivitas dan ramah anak. Hal ini ditujukan untuk mencegah adanya tindakan perundungan, kekerasan, serta perilaku diskriminasi. “Pesantren ramah anak prinsipnya adalah dipastikan bahwa pesantren itu memprioritaskan kepentingan anak sendiri,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Forum Anak Nasional (FAN) […]

  • brebes

    Perusahaan China Bangun Pabrik Tekstil di Brebes, Bisa Serap 6 Ribu Tenaga Kerja

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 205
    • 0Komentar

    KabarJatengTerkini.com – Perusahaan asal China PT Xinhai Knitting membangun pabrik di Brebes, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp675 miliar. Pabrik yang beroperasi di bidang tekstil tersebut diperkirakan bisa menyerap 6 ribu tenaga kerja ke depannya. Pembangunan pabrik di Desa Ciampel, Kecamatan Kersana itu disambut hangat oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Ia berharap, pembangunan dan […]

  • Sebanyak 13 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Jateng

    Sebanyak 13 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Jateng

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 93
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Terhitung sudah ada 13 Sekolah Rakyat yang resmi beroperasi di wilayah Jawa Tengah. Sekolah Rakyat merupakan program akses pendidikan secara gratis, diperuntukkan kepada anak yang berasal dari golongan miskin dan miskin ekstrem. Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono mengatakan, program ini hadir sebagai komitmen dan langkah strategis pemerintah untuk memutus rantai […]

  • Pemkot Pekalongan Janji Tidak Publikasi Identitas Warga yang Kembalikan Barang Jarahan

    Pemkot Pekalongan Janji Tidak Publikasi Identitas Warga yang Kembalikan Barang Jarahan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tekankan tidak akan mempublikasi identitas warga yang mengembalikan barang-barang jarahan dari kompleks gedung Pemkot dan DPRD saat kerusuhan terjadi beberapa waktu lalu. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, instansi terkait telah mendeteksi beberapa pelaku penjarahan pada Minggu (31/8/2025). Meski demikian, pihaknya ingin meminta itikad baik oknum […]

expand_less