Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Waspada! Ini 12 Penyebab Campak yang Bisa Menyerang Anak dan Dewasa

Waspada! Ini 12 Penyebab Campak yang Bisa Menyerang Anak dan Dewasa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
  • visibility 47

Kabarjatengterkini.com- Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ditandai dengan ruam kemerahan, demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Meskipun sudah ada vaksin campak yang efektif, penyakit ini masih sering menyerang anak-anak dan orang dewasa yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Mengetahui penyebab campak sangat penting agar pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan lebih efektif. Berikut 12 penyebab campak yang harus diwaspadai, termasuk beberapa yang sering diabaikan.

1. Virus Campak (Measles Virus)

Penyebab utama campak adalah infeksi virus paramyxovirus dari genus Morbillivirus. Virus ini sangat menular dan bisa menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Seseorang yang belum divaksin memiliki risiko tinggi tertular jika berada dekat dengan pasien campak.

2. Tidak Mendapatkan Vaksinasi

Salah satu penyebab paling umum campak adalah tidak menerima vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) atau hanya mendapatkan satu dosis dari dua dosis yang dianjurkan. Kekurangan vaksin membuat sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan virus saat terpapar.

3. Sistem Imun Lemah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, pasien kanker, atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi, lebih rentan terhadap infeksi campak. Virus dapat berkembang lebih cepat dan menimbulkan komplikasi serius.

4. Kontak Dekat dengan Penderita Campak

Campak sangat menular. Kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, baik di rumah, sekolah, maupun area publik, meningkatkan risiko penularan. Virus dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.

5. Kurangnya Kebersihan Lingkungan

Meskipun virus campak menyebar melalui udara, kebersihan lingkungan tetap berperan. Area yang padat, ventilasi buruk, dan sanitasi rendah mempermudah penyebaran virus. Penderita lebih mudah menularkan penyakit pada orang lain di lingkungan yang tidak bersih.

6. Perjalanan ke Daerah Endemik

Berada di wilayah yang memiliki kasus campak tinggi, termasuk negara lain, bisa menjadi faktor risiko. Wisatawan atau migran yang belum divaksin lebih berisiko terinfeksi saat berada di daerah endemik.

7. Usia Rentan Anak-anak

Anak-anak di bawah lima tahun sangat rentan terhadap campak karena sistem imun mereka masih berkembang. Kekurangan gizi pada anak juga memperburuk daya tahan tubuh sehingga infeksi virus lebih mudah terjadi.

8. Paparan Virus dari Ibu ke Anak

Bayi yang lahir dari ibu yang tidak memiliki kekebalan terhadap campak atau belum divaksinasi memiliki risiko tinggi tertular virus, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan sebelum vaksinasi pertama diberikan.

9. Stres Berat atau Kelelahan

Meskipun jarang disadari, kondisi stres berat atau kelelahan bisa melemahkan sistem imun. Tubuh yang lemah akan lebih mudah diserang virus campak jika terpapar.

10. Kondisi Gizi Buruk

Kurangnya asupan vitamin A, protein, dan nutrisi penting dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Anak-anak dengan malnutrisi lebih berisiko mengalami campak dan komplikasi serius, termasuk diare dan infeksi paru-paru.

11. Paparan Virus Melalui Udara Tertutup

Berkumpul di ruangan tertutup, seperti ruang kelas, rumah sakit, atau transportasi umum, meningkatkan risiko penularan. Virus campak bisa bertahan hingga beberapa jam di udara atau permukaan benda yang baru disentuh penderita.

12. Mengabaikan Gejala Awal

Gejala awal campak sering dianggap flu biasa, seperti demam ringan, pilek, atau batuk. Mengabaikan gejala awal dapat memperburuk kondisi dan memungkinkan virus menyebar ke orang lain sebelum diagnosis dilakukan.

Pencegahan Campak

Cara paling efektif mencegah campak adalah vaksinasi lengkap. Dua dosis vaksin MMR dianjurkan, biasanya pada usia 9 bulan dan 18 bulan untuk anak-anak.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari kontak dengan penderita campak adalah langkah penting. Anak-anak dengan gizi baik dan sistem imun kuat juga lebih terlindungi dari komplikasi serius.

Campak masih menjadi penyakit menular yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan lemah. Dengan mengenali 12 penyebab campak, termasuk faktor yang sering diabaikan seperti stres, gizi buruk, dan gejala awal yang ringan, masyarakat dapat lebih waspada.

Pencegahan melalui vaksinasi dan menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi langkah utama agar penyakit ini tidak menyebar.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • kpk

    KPK Jadwalkan Pemeriksaan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali meningkatkan intensitas penyelidikan dugaan kasus korupsi yang berkaitan dengan penetapan kuota haji tahun 2023-2025. Kali ini, lembaga anti-rasuah tersebut menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada Kamis, 7 Agustus 2025. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan rencana pemeriksaan terhadap mantan Ketua GP Ansor tersebut. Namun, hingga […]

  • ckg

    Agustina Dukung Program CKG di Sekolah: Setiap Warga Berhak Dapat Layanan Gratis

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ingin generasi muda tumbuh sehat dan kuat. Guna mewujudkan harapan tersebut, pihaknya turut mendukung program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah-sekolah. “Setiap warga Kota Semarang memiliki hak untuk dilayani cek kesehatan gratisnya. Mudah-mudahan anak-anak di Kota Semarang semuanya semakin sehat, amin,” ujar Agustina Wilujeng, Selasa (22/7/2025). Cek […]

  • tontonan

    Tontonan ‘Tung Tung Sahur’ hingga ‘Tralarelo’: Seru atau Bahaya Bikin Otak Rusak?

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Di era digital saat ini, anak-anak zaman sekarang punya tontonan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Video-video seperti “Tung Tung Sahur”, “Balerina Cappuccino”, “Tralarelo Tralala”, dan berbagai klip absurd dengan suara aneh dan visual kacau, menjadi sajian favorit di layar ponsel mereka. Konten-konten ini diputar berulang-ulang, sampai-sampai orang tua pun mulai hafal nama-nama konten […]

  • Taj Yasin Serahkan SK Plt Bupati ke Wakil Bupati Pati Risma Ardi Chandra

    Taj Yasin Serahkan SK Plt Bupati ke Wakil Bupati Pati Risma Ardi Chandra

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) langsung menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati usai penetapan tersangka terhadap Sudewo di Gedung KPK beberapa waktu lalu. Hadir di Pati, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor 131/0000757 tertanggal 20 Januari 2026. SK tersebut diserahkan ke Wakil Bupati Pati Risma […]

  • Jateng Upayakan Pengentasan Kemiskinan dengan Collaborative Governance

    Jateng Upayakan Pengentasan Kemiskinan dengan Collaborative Governance

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Angka kemiskinan masih menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Berbagai langkah telah dilakukan untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya, mulai dari pemberian bantuan hingga peluang investasi untuk memperluas lapangan pekerjaan. Ahmad Luthfi mengatakan bahwa dalam upaya pengentasan kemiskinan, penting untuk menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Menurutnya, permasalahan tersebut membutuhkan sinergitas lintas sektor. […]

  • jateng

    Pengelolaan Sampah Jadi Program Prioritas di Jateng, Pemprov Imbau Gunakan Metode RDF

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pengelolaan sampah jadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah. Sejumlah upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) guna menangani permasalahan sampah di wilayahnya, salah satunya dengan metode RDF. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebutkan, pihaknya telah mengundang investor untuk membantu dalam mengelola sampah di Jawa Tengah. Kendati demikian, pihaknya mengalami tantangan […]

expand_less