Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Krisis Tenaga Medis di Aceh, Prabowo Instruksikan Dokter Internship Turun ke Lapangan

Krisis Tenaga Medis di Aceh, Prabowo Instruksikan Dokter Internship Turun ke Lapangan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025
  • visibility 49

Kabarjatengterkini.com- Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin segera mengerahkan dokter magang atau dokter internship untuk memperkuat pelayanan medis bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Kabinet Merah Putih yang digelar di Aceh pada Minggu malam, 7 Desember 2025.

Langkah cepat ini diambil setelah pemerintah menerima laporan bahwa sejumlah fasilitas kesehatan di Aceh mengalami tekanan berat akibat banyaknya korban dan terbatasnya tenaga medis di wilayah terdampak.

Kekurangan Tenaga Dokter di Aceh Memburuk karena Tenaga Medis Ikut Jadi Korban

Dalam paparannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi menjelaskan bahwa Aceh saat ini mengalami defisit tenaga dokter yang cukup serius. Kondisi tersebut semakin memburuk karena sebagian dokter dan perawat setempat juga menjadi korban bencana.

“Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga,” ungkap Budi dalam rapat tersebut.

Keterbatasan tenaga medis ini menyebabkan sejumlah puskesmas dan rumah sakit rujukan kewalahan menangani pasien, terutama di titik-titik terparah yang terkena banjir bandang, tanah longsor, serta gangguan akses transportasi.

Usulan Penugasan 300 Dokter TNI–Polri Selama 3 Bulan

Untuk menjawab kebutuhan mendesak, Menkes Budi meminta dukungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia mengusulkan mobilisasi sekitar 300 dokter dari TNI dan Polri untuk ditempatkan di wilayah terdampak selama tiga bulan.

“Saya minta tolong Pak Menhan kalau boleh, saya butuh sekitar 300 dokter selama 3 bulan ke depan untuk mengisi kekosongan. Sebagian bisa kami atasi, tapi TNI–Polri mobilisasinya lebih cepat,” kata Budi.

Dokter dari unsur TNI dan Polri dinilai memiliki kemampuan mobilitas tinggi, disiplin lapangan, dan kapasitas untuk bertugas di daerah sulit, sehingga sangat dibutuhkan dalam masa darurat.

Prabowo: Dokter Magang Bisa Diturunkan? Segera Cek Jumlahnya

Mendengar laporan tersebut, Presiden Prabowo langsung menanyakan kemungkinan untuk menurunkan dokter magang atau dokter koas guna mempercepat proses penanganan medis di lapangan.

“Sekarang saya tanya, kalau koas boleh nggak diterjunkan? Sudah boleh?” tanya Prabowo.

Menanggapi pertanyaan itu, Budi menegaskan bahwa dokter koas belum dapat diterjunkan, namun dokter internship sudah bisa bertugas di bawah pengawasan dokter senior.

“(Dokter) yang internship, Pak, tapi memang harus ada dokter pendamping. Kalau diizinkan, saya ingin pinjam 300 dokter untuk kita deploy 3 bulan ke puskesmas-puskesmas,” jelas Budi.

Presiden Buka Peluang Kerahkan Tenaga Pendidikan Dokter dari Kampus

Prabowo kembali memastikan bahwa pengerahan dokter magang merupakan opsi realistis dan menekankan perlunya pengecekan cepat jumlah dokter internship yang siap diterjunkan.

“Magang bisa ya? Mereka sudah practice. Sekarang dicek berapa internship kita yang siap. 74? Bisa juga kan? Saya kira perguruan tinggi bisa dikerahkan juga internnya,” ujar Prabowo.

Pernyataan ini membuka peluang keterlibatan institusi pendidikan kedokteran dalam operasi kemanusiaan, terutama untuk memperkuat tenaga medis di puskesmas dan pos kesehatan darurat.

Respons Pemerintah dalam Penanganan Bencana Aceh

Instruksi Presiden terkait pengerahan dokter magang menjadi salah satu bentuk respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana besar yang melanda Aceh dan sejumlah daerah di Sumatra. Pemerintah sebelumnya telah menurunkan:

  • Bantuan logistik darurat
  • Personel BNPB, TNI, dan Polri
  • Tim SAR gabungan
  • Alat berat untuk membuka akses jalan
  • Fasilitas kesehatan lapangan

Namun, arus pengungsi yang terus meningkat dan tingginya kasus cedera membuat kapasitas tenaga medis harus segera diperkuat.

Dokter Internship Diharapkan Perkuat Puskesmas dan Pos Darurat

Dokter internship yang diterjunkan nantinya diharapkan dapat membantu:

  • Pemeriksaan kesehatan dasar
  • Penanganan luka dan infeksi
  • Pemantauan kesehatan ibu dan anak
  • Pendampingan pasien rawan
  • Penguatan layanan puskesmas yang kekurangan SDM

Dengan adanya pendampingan dari dokter senior atau dokter TNI–Polri, operasional lapangan diharapkan dapat berjalan lebih aman dan terkontrol.

Instruksi Presiden Prabowo untuk mengerahkan dokter magang menjadi langkah strategis dalam mengatasi kekurangan tenaga medis di wilayah bencana Aceh. Pemerintah menargetkan mobilisasi cepat dokter internship dan dokter TNI–Polri demi memperkuat layanan kesehatan selama masa tanggap darurat.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor mendapatkan pelayanan medis yang memadai, cepat, dan merata.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • ikan beku

    5 Tips Memasak Ikan Beku dengan Tepat Agar Tidak Hancur

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Memasak ikan beku adalah pilihan praktis bagi banyak orang yang ingin menyajikan hidangan laut tanpa harus khawatir ikan cepat rusak. Namun, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat mengolah ikan beku yang bisa merusak tekstur dan cita rasa hidangan. Meskipun tampak sederhana, kesalahan-kesalahan ini bisa membuat ikan kehilangan kelembutannya, bahkan menjadi kering dan […]

  • tersangka

    Kejaksaan Agung Tetapkan Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah sebagai Tersangka Korupsi Chromebook

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan dua mantan pejabat Kemendikbudristek sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Keduanya adalah Sri Wahyuningsih, eks Direktur SD, dan Mulyatsyah, eks Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020–2021. Keduanya didakwa bersama dua tersangka lainnya: mantan staf khusus Mendikbudristek, Jurist Tan, dan konsultan teknologi, Ibrahim Arief. Direktur Penyidikan Jampidsus […]

  • sinar

    7 Masalah Kulit Akibat Sinar Matahari yang Harus Kamu Tahu

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com –  Paparan sinar matahari memang memiliki manfaat, seperti membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun, jika terpapar terlalu lama tanpa perlindungan, sinar ultraviolet (UV) dari matahari bisa menyebabkan berbagai masalah serius bagi kesehatan kulit. Baik UVA maupun UVB dapat merusak jaringan kulit secara perlahan dan menimbulkan efek jangka panjang. Berikut ini adalah 7 dampak buruk […]

  • muktamar

    Muktamar X PPP Ricuh: Mardiono vs Agus Suparmanto Saling Klaim Kemenangan

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berlangsung pada 27-29 September 2025 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, berakhir ricuh dan memunculkan dualisme kepemimpinan di tubuh partai berlambang Ka’bah ini. Kericuhan tersebut menyebabkan tiga kader PPP terluka akibat pukulan dan lemparan kursi dalam insiden yang dipicu oleh persaingan dua kubu, yakni kubu Mardiono dan […]

  • Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen

    Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK, Wagub Jateng Pastikan Penanganan Banjir Lancar

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Upaya penanganan banjir di Kabupaten Pati dipastikan tetap lancar di tengah penyelidikan kasus yang menyeret Bupati Sudewo. Dikabarkan, Bupati Sudewo terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen menyebutkan bahwa pihaknya baru mengetahui informasi tersebut dari media. Menurutnya, Pemprov Jateng menghormati langkah-langkah yang ditempuh oleh KPK. […]

  • 2026, Rembang Bakal Bangun Pengelolaan TPST RDF dari Pemerintah Pusat

    Rembang Rencanakan Pembangunan Pengelolaan TPST RDF untuk 2026

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bakal membangun pengelolaan tempat pembuangan sampah terpadu refuse derived fuel (TPST RDF) di tempat pembuangan akhir (TPA) Landoh tahun 2026 mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan Afandi mengatakan bahwa pembangunan itu merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Adapun anggaran […]

expand_less